CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Lastri


Raka mengalah karena Brian yang keras kepala pastinya akan terus menerornya jika ia membawa Maminya tinggal bersamanya. Saat ini Raka, Adinda, Radina dan Brian telah membawa Lastri kembali ke Indonesia. Lastri selamanya akan duduk di kursi roda dan ia menganggap itu semua adalah hukuman yang harus ia terima karena telah menyakiti hati anak-anaknya. Adam dan Akmal tidak menjemputnya atau bahkan menghubunginya membuat Lastri mengerti jika kedua putranya itu belum memaafkannya. Akmal hampir saja mati ditangan penagih hutang sedangkan Adam sangat kecewa karena ia telah tertipu beberapa kali olehnya.


Lastri menatap Ayunda yang saat ini duduk disampingnya sambil tersenyum ramah. Seminggu ia telah tinggal di Rumah berbentuk kastil milik Brian menantunya dan baru hari ini Adinda datang mengunjunginya tanpa suaminya.


Radina sengaja membiarkan Adinda dan Lastri duduk ditaman hanya berdua saja. "Kenapa kamu masih bisa tersenyum setelah apa yang aku lakukan padamu?" tanya Lastri.


Adinda memberanikan diri memegang tangan Lastri dan kemudian menujukkan senyum tulusnya. "Mami adalah ibu suami Dinda dan itu berarti Mami juga adalah ibu Dinda. Masalah yang lalu biarlah berlalu Mi. Kita mulai dari awal Mi dan lupakan apa yang terjadi dulu. Adinda juga minta maaf sama Mami!" ucap Adinda membuat Lastri tersenyum lembut.


"Saya yang harusnya meminta maaf padamu Dinda bukan kamu. Kata-kata saya dulu sangat kasar kepadamu!" ucap Lastri.


"Kata-kata yang mana ya Mi? Kok Dinda lupa?" ucap Adinda membuat senyum Lastri terbit dan Adinda ikut tersenyum.


"Beruntung sekali Raka mendapatkan kamu nak. Kamu yang harusnya meminta suamimu agar menjauh dari ibu yang telah meninggalkanya, tapi kamu memintanya untuk merangkul ibu yang tidak tahu diri ini!" ucap Lastri.


Radina menceritakan kepada Lastri bagaimana Adinda mendorong Raka agar segera mengunjungi Lastri. Adinda juga membujuk Brian agar mengizinkan Radina ikut datang ke Singapura menjemput Lastri. "Bagaimana bisa kamu meluluhkan Laki-laki sombong yang memiliki harga diri begitu tinggi Dinda?" tanya Lastri penasaran dengan sosok Adinda. Ia belum terlalu mengenal Adinda dan selalu berprasangka buruk dulu.


"Kuncinya berdamai itu indah Mi, orang tua Dinda mengajarkan apapun masalah dikeluarga yang kelak Ayu, Kak Alfa dan Dinda hadapi kita harus berusaha untuk berdamai dan bahkan memperbaiki diri kita agar menjadi pribadi yang lebih baik. Papa bilang keluarga itu adalah harta yang tak ternilai dibandingkan uang, emas permata yang berlimpah. Papa juga bilang saling memaafkan itu penting agar kehidupan kita tenang Mi" jelas Adinda.


"Kamu dibesarkan dalam keluarga yang baik Dinda. Mami yakin keluarga kalian kelak pasti akan kuat menghadapi cobaan yang datang" ucap Lastri.


Lastri tersenyum ia kembali mengingat masalalu bagaimana, ia pernah jatuh cinta pada sosok laki-laki hebat seperti Aditya. Rasa marah dan cemburu membuatnya berubah menjadi perempuan yang menakutkan. Ia menjadi kesal hingga mendekati Farhan yang merupakan duda kaya raya yang masih gagah dan tampan saat itu. Farhan memiliki pesona tersendiri hingga akhirnya membuatnya ingin menjadi istri Farhan dan berencana menjebak Farhan. Menikah dengan Farhan juga akan membuat Aditya membencinya dan itu adalah balas dendam yang akan ia lakukan dengan berusaha memisahkan ikatan Ayah dan anak antara Farhan dan Aditya.


Apa yang direncanakannya berhasil, ia menjebak Farhan hingga ia hamil dan akhirnya menjadi ibu tiri Aditya. Siapa yang tidak akan kecewa dan marah ketika sahabatnya sendiri menikah dengan orang tuanya. Keserakahaanya akan cintalah yang membuatnya berselingkuh dan akhirnya mengkhianati Farhan.


Saat itu Lastri harus memberikan hak asuh Raka kepada Farhan dan ia pergi tanpa tangis namun luka dihatinya begitu dalam karena perbuatannya sendiri. Raka dulu menjadi alasannya untuk hidup dan ia telah menyia-nyiakan Raka. Tak terhitung berapa kali Lastri mencoba bunuh diri saat itu karena kecewa dengan hidupnya. Seperti yang terjadi di Singapura ia berusaha mengakhiri hidupnya dengan sengaja menabrakan mobilnya tapi Tuhan berkata lain, ia masih bisa diselamatkan namun ia akan lumpuh seumur hidupnya.


"Mi, apa yang Mami pikirkan saat ini?" tanya Adinda.


Lastri meneteskan air matanya membuat Adinda segera mengambil tisu dan menghapus air mata Lastri. "Mami jangan sedih, Mami sedang memikirkan apa? cerita sama Dinda!" ucap Adinda.


"Kenapa Mi?" tanya Radinda. "Cerita sama kita Mi!" pinta Radinda menatap Maminya dengan raut wajah khawatirnya.


"Mami banyak salah sama kalian semua dan juga sama mantan suami Mami. Mami ingin minta Maaf sama Papinya Raka! Mami sadar tak selamanya kita bisa menatap dunia ini dan Mami masih beruntung karena diberikan kesempatan untuk meminta maaf kepada orang-orang yang telah Mami sakiti hiks...hiks...!" ucap Lastri.


"Kebetulan Mi, minggu depan ulang tahun Mbak Elin dan dia juga meminta sahabatnya untuk datang!" ucap Adinda mengeluarkan undangan dari dalam tasnya.


"Apa aku masih pantas menjadi sahabat Aditya dan Elin?" tanya Lastri membuat Adinda dan Radina menganggukkan kepalanya.


"Aku pasti datang, Radina minta izin kepada suamimu agar kita diizinkan pergi kesana!" ucap Lastri.


"Iya Mi tentu saja tapi nanti hmmm...ada Oma Mawar Mi" ucap Adinda karena Elin pernah menceritakan padanya jika dulu Oma Mawar dan Lastri pernah berkelahi karena tahu Lastri pernah ingin merusak rumah tangga Elin dan Aditya.


"Tenang saja Mami tidak akan membuat ulah, Mami tidak bisa berdiri lagi bagaimana Mami bisa berkelahi dengan Oma Mawar" ucap Lastri membuat Adinda dan Radina tersenyum.


"Tenang saja Mi, kalau Oma macam-macam ada Dinda dan Radina yang akan bantu Mami hehehehe" kekeh Adinda.


"Hehehe tentu saja" ucap Lastri tersenyum ia ingin tertawa saat mengingat masalalu ketika ia berkelahi dengan Oma Mawar. "Dulu Oma Mawar mengatakan jika Mami itu memang cantik tapi sayang benalu, terus mami bilang kalau Mami benalu Mami mau menempel pada menantunya. Tentu saja Oma Mawar marah dan segera menghajar Mami waktu itu".


"Ternyata Mami cantik tapi genit sejak dulu" ucap Radina.


"Mami telah menyalahgunakan kecantikan Mami. Kalian berdua jangan sampai melakukan kesalahan yang sama hingga membuat kalian akan menyesal seumur hidup kalian!" ucap Lastri.


"Iya Mi" ucap Radina dan Adinda bersamaan.


tbc...