CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Gue suka


Raka mengambil pigura foto itu dan memasukannya kedalam kotak sampah yang berada disudut kamar Adinda membuat Adinda kesal namun saat ini ia sedang dalam aksi diam dan tak ingin berbicara pada Raka. Kamar Adinda sangat luas dan terdapat ranjangnya yang cukup besar dengan bed cover bewarna biru laut. Terdapat beberapa boneka koleksinya di dalam lemari. Adinda juga pencinta komik dan novel itu terlihat dari deretan komik dan Novel yang juga tersusun rapi dilemari.


"Anak kecil koleksinya komik.. ckckckc... " ejek Raka sengaja ingin memancing Adinda agar berbicara padanya namun sekuat tenaga Adinda menahan rasa kesalnya, agar tidak menjawab ucapan Raka hingga memancing bedebatan diantara mereka seperti biasanya.


Raka kemudian melihat kotak musik diatas meja dan ia membukanya. Di dalam kotak musik terdapat dua orang figure laki-laki dan perempuan yang berdansa mengikuti musik, kedua figure itu memiliki tulisan, nama Rifki untuk figure laki-laki dan nama Adinda untuk figure perempuan, membuat Raka berdecih tak suka.


"Ini sepertinya hadia dari Rifki, memang itu bocah hadianya jelek begini" ucap Raka mengambilnya dan segera membuangnya kedalam kotak sampah.


Kurang ajar banget si Om mau apa sebenarnya, kenapa buang barang-barang gue sama Rifki. Negselin banget, gue nggak boleh buka suara, tahan Dinda... lo harus kuat setegar batu karang menghadapi Om-om satu ini.


Raka melangkahkan kakinya mendekati pintu balkon ia tersenyum sinis saat mengingat bagaimana ia masuk dari pintu balkon saat itu. "Kau menguncinya? akhirnya sekarang kau cukup pintar dan ingat kalau saya bisa dengan mudah masuk melewati pintu ini!" ucap Raka dan kemudian membuka pintu balkon.


Tahan Dinda lo harus pura-pura nggak dengar ucapan si Om.


Raka melangkahkan kakinya mendekati laci bufet dan menariknya. Ia melihat terdapat sebuah album foto lalu mengambilnya dari dalam laci bufet. Raka melangkahkan kakinya menuju sofa dan duduk santai di sofa sambil meletakan kantung kersek berisi obat lalu membuka album foto itu. Ia kembali melihat foto Rifki dan Adinda bersama teman-teman mereka. "Ternyata dia saat masih muda jelek juga" ucap Raka menunjuk foto Rifki.


Melihat Adinda yang tidak merespon ucapannya membuat Raka berdiri mengambil obat dan juga membawa album foto itu lalu melangkahkan kakinya mendekati Adinda. Ia kemudian duduk diatas ranjang tepat disebelah Adinda. "Kalian itu tidak cocok sama sekali, kamu cantik dan dia jelek!" ucap Raka lalu ia mengambil foto itu dan mengeluarkannya dari dalam album.


Ini ngapain sih ngurusin foto lama gue, si Om tambah tua bukannya tambah dewasa tapi kayak anak kecil.


"Kalau sudah nggak ada hubungan apa-apa sebaiknya semua barang yang dikasih sama dia kamu kembalikan atau kamu buang Dinda. Saya bisa membelikannya yang baru untuk kamu!" ucap Raka.


Tahan Dinda, sabar... diam adalah emas saat ini.


Raka mengeluarkan mengambil obat dan mengoleskannya ke pipi Adinda yang lebam membuat Adinda meringis namun ia menahanya agar tidak mengeluarkan suaranya. Raka menyetuh bibir Adinda dengan jarinya "Kok diem? kamu bisu ya?" goda Raka dengan wajah super tampan namun ekspresi datar yang menyebalkan.


Adinda menepis tangan Raka dengan kasar"Jangan marah nanti cepat tua!" bisik Raka ketelinga Adinda membuat wajah Adinda memerah karena kedekatan mereka. "Kamu nggak lapar? saya mau traktir kamu ditempat yang kamu suka!" ucap Raka mencoba merayu Adinda.


Gue nggak mau terpengaruh dengan rayuan lo Om. Lo itu kayak iblis berwajah tampan. Sekarang gue lagi marah Om.


"Atau mau saya temanin kamu nonton?" ucap Raka mengelus pipi Adinda dengan lembut lalu meniup pipi Adinda yang lebam.


Jangan kurang aja ya Om!


"Kalau kamu jadi bisu gini, kayaknya lebih bagus ya Din!" ucap Raka mencium bibir Adinda dengan lembut. "Saya jadi bisa cium-cium kamu!" ucap Raka tersenyum senang saat Adinda mendorong tubuhnya dengan kasar.


*kurang ajar banget sih Raka kamprettttooo...


Arghhhh... siapa aja tolong gue, kenapa sih gue harus ketemu laki-laki yang luar biasa tampan, pintar tapi menyebalkan...Bodohnya gue suka*....


**makasi votenya 🙏🙏🙏


kalau votenya naik lagi aku update lagi hari ini**...