CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Kekesalan Ayunda


Andrea Queen sejak dulu memang telah menyukai Guna. Apalagi ketika Guna dibicarakan dimajalah bisnis tentag sepak terjang Guna di dunia bisnia dan kesuksesannya. Gunadarma Candrama adalah pewaris kerajaan bisnis Candrama grup dan tentu saja itu juga menjadi daya tarik Guna hingga Andrea selalu saja mencoba menarik perhatian Gunadarma Candrama.


"Mas Ayu mau pipis!" bisik Ayunda.


"Ayo Mas temani Yu!" ucap Guna namun Ayunda menggelengkan kepalanya.


"Nggak usah Mas, Ayu bisa sendiri!" ucap Ayunda segera berdiri dan melangkahkan kakinya menuju toilet.


Andrea melihat Ayunda yang saat ini melangkahkam kakinya menuju toilet, membuatnya segera ikut berdiri dan mempercepat langkahnya menyusul Ayunda. Andrea sengaja menunggu Ayunda keluar dari toilet dan ia saat ini memilih untuk merapikan makeupnya. Andrea memakai lipstiknya dan ia tersenyum sinis saat melihat Ayunda keluar dari toilet.


Ayunda mencuci tangannya di westafel dan ia melihat wajah Andrea di cermin yang sengaja menatapnya dengan sinis. "Apa yang kau lakukan sehingga kau bisa mendapatkan Guna. Kau lumayan hebat bisa menyingkirkan Vivian," ucap Andrea.


"Kau pasti penasaran," ucap Ayunda sengaja menyumbunyikan raut kesal dan saat ini menunjukkan senyum manisnya yang seolah ucapan Andrea tidak mempengaruhinya.


Andrea kesal karena Ayunda hanya berekspresi datar dan terlihat biasa-biasa saja dengan ucapannya tadi. "Kau tidak secantik Vivian dan penampilanmu terlihat biasa saja. Aku dengar kau dulunya adalah karyawan di Candrama grup dan aku yakin kau telah menjebak Guna hingga dia mau menghamili perempuan yang biasa-biasa saja seperti kamu!" ucap Andrea.


"Kenapa kau tidak menanyakan kepada suamiku apa keunggulanku dibandingkan kau Andrea!" ucap Ayunda.


"Aku akan menanyakannya tentu saja, aku bahkan akan segera menyingkirkanmu dari posisi istri Gunadarma Candrama," ucap Andrea.


"Kau pikir suamiku akan menyukaimu? Tidak dia hanya mencintaiku. Jika kau tetap memaksa untuk merebut suamiku, kau akan kehilangan kontrakmu di Candrama grup dan akan kupastikan itu!" ancam Ayunda membuat Andrea terkekeh.


"Hehehe...Kau sedang hamil apa kau terlihat jelek dengan tubuhmu yang gendut. Aku rasa Guna pasti saat membutuhkan perempuan cantik sepertiku untuk melayaninya," ucap Andrea tersenyum penuh kemenangan karena Ayunda terlihat kesal dan ia kembali masuk kedalam kamar mandi. "Pasti nangis karena takut suaminya lebih memilih bersamaku!" ucap Andrea namun tiba-tiba byurr... Ayunda menyiramkan segayung air ke wajah Andrea.


"Apa kamu lupa kalau kamu sedang hamil?" tanya Guna dengan suara beratnya membuat Ayunda menelan ludahnya.


"Maaf Mas," ucap Ayunda mengakui kesalahannya. "Habis Ayu baru ketemu penyihir jahat yang mau merebut suami Ayu Mas," ucap Ayunda.


Guna menghembuskan napasnya, "Kau tidak perlu meladeni dia Ayu!" kesal Guna.


Guna tadinya sangat khawatir saat melihat Andrea tidak berada ditempat duduknya dan Ayunda juga belum kembali. Guna tidak ingin Ayunda terluka karena kondisi kehamilan Ayunda masih rentan. Tanpa permisi Guna segera melangkahkan kakinya menuju toilet.


Ayunda melihat kedatangan Andrea yang saat ini sedang melangkahkan kakinya mendekati mereka. Andrea menatap Ayunda dengan tatapan penuh amarah. "Mas dia keterlaluan, dia menyiram wajahku dengan air Mas!" teriak Andrea.


"Istriku tidak akan melakukan itu jika kau tidak memancing kemarahannya! Andrea saya tidak tertarik padamu. Saya hanya tertarik kepada. Ayunda. Bagi saya hanya Ayunda yang saya cintai dan tidak ada istri kedua apalagi ketiga!" jelas Guna.


"Saya tidak setuju dia menjadi istrimu Mas!" ucap Andrea.


"Saya tidak perlu persetujuan darimu Andrea. kau jangan mencoba menyakitu istriku Jika kau berani mengusik istriku, jangan salahkan jika karirmu akan segera berakhir!" ancam Guna membuat Andre melangkahkan kakinya dengan cepat lalu segera keluar dari restauran ini.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Guna membuat Ayunda terseyum. Ayunda menggelengkan kepalanya sambil menujukkan tatapan penuh cinta.


"Ayu nggak apa-apa Mas!" ucap Ayunda. Cup...Ayunda mencium bibir Guna dengan cepat membuat Guna terkejut. "Aku mencintaimu CEOku suamiku," ucap Ayunda.


"Tentu saja sayang Papa akan senang hati menerima ungkapan cinta dari Mama kalian, nak!" ucap Guna sambil mengelus perut Ayunda.