CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
manja


setelah mendengar ucapan Gemal, Guna segera membeli alat tes kehamilan di apotik sedangkan Ayunda memilih untuk kembali ke kamarnya dan merenungkan apa yang dikatatan Gemal perihal dirinya yang telah hamil. Ayunda mengelus perutnya dan mulai memikirnkan kapan terakhir ia mendapatkan tamu bulannya. sayangnya Ayu lupa tanggalnya membuatnya menghela napasnya. Disaat suaminya sedang dirundung masalah, ia harap ini akan menjadi suatu hal yang baim baik hubungannya dan Guna.


Beberapa menit kemudian Guna segera mencari keberadaan istrinya. ia kemudian melihat Ayunda tidur terlelap. Guna meletakan kantung plastik yang berisi alat tes kehamilan yang ia beli. ia kemudian segera berbaring diatas ranjang dan memeluk Ayunda dengan erat. Guna merasa beruntung memiliki istri yang cantik dan baik seperti Ayunda. sekarang ia tahu kenapa Maminya memintany atau adiknya menjadikan Ayu istrinya. Jika saja Guna terlambat sedikit saja bisa jadi Ayunda akan dimiliki Gemal adiknya.


Guna ingat bagaimana Gemal ketika pulang selalu memperingatkannya jika mengikuti keinginan Mami mereka mengenai Ayunda, Guna harus serius dan menikahi Ayunda segera atah jika Guna tidak menginginkan Guna harus menjaga jarak dari Ayunda karena jika ia pulang ia ingin segera menikahi Ayunda.


"Kak, Ayunda itu perempuan yang baik dan Gemal menyukainya. Gemal ingin menikahi Ayunda jika Kak Guna menolak keinginan Mami yang menginginkan Kak Guna menjadikan Ayunda istri Kak Guna. Jadi Gemal minta tolong awasi Ayunda untuk Gemal" jelas Gemal saat itu.


Guna mengelus kepala Ayunda dengan lembut dan mencium dahi Ayunda. Kakeknya sangat bodoh dalam memilih wanita hingga selalu ditinggalkan istrinya. Vivian bukanlah wanita yang cocok untuknya. wanita yang terlelap disampingnya adalah wanita terbaik baginya. Ayunda yang lucu dan berani, tapi beberapa hari ini istrinya ini terlihat sangat manja dan nafsu makannya sangat besar membuat Guna terkekeh jika mengingatnya.


Guna tidak ingin membangunkan istrinya karena sepertinya istrinya ini terlihat sangat lelah. "Mas bakalan turuti mau kamu sayang. kalau kamu ngidam Mas usahai dapatkan apa yang kamu mau!" ucap Guna.


Ayunda mengeratkan pelukannya dan kembali terlelap, membuat Guna mengelus punggung Ayunda dengan lembut. Guna ikut memejamkan matanya dan akhirnya terlelap bersama istri tercintanya.


Ayunda membuka matanya dan merasa samgat lapar, ia melihat jam dinakas dan ternyata saat ini telah sore. ia kemudian melihat kesamping dan menatap nanar karena tidak melihat Guna tidur disampingnya.


"Kok Mas Guna ke Apotik lama banget hiks...hiks... apa dia ketemu Vivian?" ucap Ayunda segera turun dari ranjang dan keluar dari kamarnya. Ayunda menuruni tangga sambil terisak membuat Gemal mengerutkan dahinya.


"Mau kemana Ayu?" tanya Gemal.


"Mau cari Mas Guna hiks...hiks... Mas Guna dari tadi siang belum pulang!" ucap Ayunda sesegukkan.


"Mas Guna udah lama pulang Ayu paling lagi di perpustakaan. lo cengeng banget ya Yu ckckck..."Decakan dari Gemal membuat Ayunda kesal.


Guna menaiki tangga melanju lantai dua dan melihat Ayunda menangis, ia memeluk Ayunda. Guna mencoba menenangkan Ayunda. "Kenapa nangis sayang?" tanya Guna lembut membuat Gemal memutar bola matanya kesal melihat tingkah laku Kakaknya.


"Sok romantis" ejek Gemal.


"Mas, Gemal jahat" adu Ayunda membuat Gemal membuka mulutnya.


" ini istri lo benaran hamil Kak, kok jadi sensitif gini. lagian kalian nggak usah sok romantis didepan gue!" kesal Gemal.


"Makanya cari pacar!" ejek Ayunda.


"Wah, Yu lo jadi ngeselin sekarang pada hal dulu gue memuja lo Yu" kesal Gemal.


"Mas... " rengek Ayunda.


"Gemal jangan buat istri Kakak nangis kayak gini!" ucap Guna.


"Hiks...hiks... Ayu nangis bukan karena Gemal tapi karena Mas" ucap Ayunda membuat Gemal terbahak-bahak melihat Guna terkejut dan juga bingung kenapa ia menjadi penyebab istrinya menangis.


tbc..