CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Cemburu


"Yu, udah nikah?" tanya Kalandra.


"Sudah dan saya suaminya!" ucap Guna menatap Kalandra dengan dingin membuat Ayunda terkejut melihat kedatangan Guna yang saat ini menunjukkan ekspresi dingin padanya.


Ayunda tersenyum dan memeluk tangan Guna. "Kala kenalin ini suami aku Mas Guna!" ucap Ayunda.


Kalandra mengulurkan tangannya kepada Guna "Kalandra" ucap Kalandra.


"Gunadarma!" ucap Guna menatap Kalandra dengan tatapan kesal.


"Kala" panggil Arjun membuat Kalandra tersenyum. Arjun melangkahkan kakinya sambil menggendong Ghavin membuat Kalandra takjub ketika melihat bayi yang sangat tampan berada dipelukan sahabatnya.


"Anak siapa?" tanya Kalandra


"Anak saya dan istri saya!" ucap Guna seolah kembali menegaskan jika Ayunda adalah istrinya. Ayunda merasa aneh dengan sikap suaminya yang tidak biasa, apalagi Guna terlihat sangat dingin melihat Kalandra membuat Ayunda merasa tidak enak dengan Kalandra.


"Dia anak kamu Yu?" tanya Kalandra.


"Iya Ka" ucap Ayunda.


"Kamu nggak dengar tadi kalau saya bilang Ghavin anak saya sama Ayunda?" ucap Guna terlihat begitu menyebalkan membuat Ayunda menarik memegang lengan Guna.


"Mas kamu kenapa kok jadi gini sih?" bisik Ayunda. Guna hanya diam dan menatap Kalandra dengan dingin membuat Arjun menyunggingkan senyumannya ketika melihat tingkah laku sepupunya yang tidak biasa itu. Jika Guna terpaksa menikahi Ayunda karena Mami Elin, pasti Guna tidak akan terlihat seperti laki-laki pencemburu seperti ini


Kalandra mengulum bibirnya dan menahan senyumannya karena sepertinya sangat menarik untuk membuat laki-laki yang ada dihadapannya ini kesal. Apalagi Ayunda adalah wanita yang sangat menarik dan baik tapi sayangnya Ayunda telah menikah saat ini. Jika saja Ayunda belum menikah mungkin ia akan dengan sengang hati mengajak Ayunda menemui orang tuanya hingga ia tidak harus bertemu dengan beberapa wanita yang akan dijodohkan padanya oleh keluarganya.


"Apa aku masih punya kesempatan Yu?" tanya Kalandra membuat Ayunda terkejut sedangkan Guna mengepalkan tangannya. Arjun lagi-lagi menunjukkan senyumnya dan menahan tawanya karena permainan ini semakin menarik baginya. Sudah lama ia tidak terhibur seperti ini, terakhir kali Guna kesal karena Gia mengambil buku kesayangannya dan merobeknya. Sepertinya buku bukan lagi hal yang sangat berharaga bagi kakak sepupunya ini, tapi wanita cantik yang ada disebelahnya yang telah mengubah dunianya. Guna telah jatuh cinta pada wanita cantik yang bernama Ayunda.


Kesempatan apa Kal?" tanya Ayunda.


"Untuk mendekati... " Guna mengangkat kera baju Kalandra dan ingin memukul Kalandra namun Ayunda terkejut dan segera memeluk pinggang suaminya itu agar menghentikan gerakannya.


"Jangan berantem, Mas please jangan membuat keadaan kaya gini!" pinta Ayunda. Ayunda menarik tangan Guna agar melepaskan tangannya di kera baju Kalandra.


"Apa kau mencintainya?" tanya Kalandra. "Jika kau tidak mencintainya lepaskan Ayunda biar saya bisa menikahinya!" ucap Kalandra membuat Ayunda membuka mulutnya.


Kalandra gila, kenapa dia sengaja membuat suamiku marah.


"Kala kamu kenapa kayak gini sengaja ya, bikin Masku marah?" kesal Ayunda.


Guna segera memukul wajah Kalandra dan keduanya pun terlihat saling baku hantam. Arjuna tertawa melihat perkelahian keduanya, Kalandra memang unik dia sengaja memancing emosi Guna agar Guna mau bertarung dengannya.


Dasar aneh...


"Sudah berhenti!" teriak Ayunda.


Guna menghentikan gerakannya sama seperti Kalandra yang terkekeh melihat emosi Guna yang meledak-ledak. "Jangan pernah mencoba mendekati istriku!" ucap Guna.


"Hoek... " tangis Ghavin membuat Ayunda segera mendekati Arjun dan mengambil Ghavin dari gendongan Arjun.


"Cup...cup anak Mama".


Ayunda kesal dengan sikap Kalandra dan juga suaminya, apalagi sejak tadi ternyata Oma Mawar melihat kearah mereka. Ayunda yakin kali ini Oma Mawar akan bertambah benci padanya. Guna menatap punggung Kalandra yang menjauh dengan tatapan membunuh.


"Nggak usah diambil hati Kak, Kala memang gitu orangnya dia bukan tipe yang menyukai istri orang Kak" ucap Arjun.


"Dia temanmu?" tanya Guna.


"Iya, dia salah satu pengusaha yang sukses diumurnya yang masih muda. Kita bersahabat Kak dan Arjun yang mengundangnya kemari!" ucap Arjun.


"Dia itu kakak kelas Ayu Mas!" ucap Adinda sambil mengayunkan tubuhnya agar Ghavin terbuai.


"Kamu suka kan sama dia?" tanya Guna dingin.


"Dia orangnya baik Mas dan dulu sering nganterin Ayu pulang kalau Kak Alfa nggak jemput" jelas Ayunda membuat Guna benar-benar murka. Dia tidak rela ada laki-laki yang pernah mendekati istrinya apalagi laki-laki itu terlihat akrab bahkan tertawa terbahak-bahak bersama istrinya.


"Jangan pernah menghubungi dia atau bertemu dia dibelakang saya!" ucap Guna.


"Kalau bertemu didepan Mas boleh ya!" goda Ayunda membuat Guna kesal dan melangkahkan kakinya meninggalkan Ayunda.


Ayunda menggendong Ghavin sambil melangkahkan kakinya mengikuti Guna. Melihat suaminya yang sepertinya sangat marah padanya membuat Ayunda memberikan Ghavin kepada pengasuh Ghavin dan ia dengan cepat mengikuti Guna menuju kamar tamu yang telah disiapkan untuk mereka.


Guna membuka pintu kamar dengan kasar membuat Ayunda benar-benar terkejut. Guna membaringkan tubuhnya dan memenjamkan matanya membuat Ayunda menghela napasnya. "Mas marah sama Ayu?" tanya Ayunda.


Guna memilih tidak menjawab dan tetap memejamkan matanya. "Kala itu kakak kelas Ayu Mas, diteman lama Ayu!" jelas Ayunda.


"Teman yang menyukai kamu, itu maksud kamu?" tanya Guna kesal.


"Mas, Ayu kan cintanya sama Mas Guna, Mas itu yang nggak cinta sama Ayu!" ucap Ayunda kesal.


Guna diam karena emosinya sekarang benar-benar membuatnya sulit untuk mengendalikan dirinya sendiri. Ayunda melangkahkan kakinya keluar dari kamar karena percuma saja ia menjelaskan kepada Guna saat ini. Oma Mawar mendekatinya dan menatap sinis padanya. "Baru sehari datang kemati kamu sudah berani merayu laki-laki lain, sungguh hebat memantu pilihan Elin, bukan hanya cantik tapi licik" ucap Oma Mawar.


"Maaf Oma, Om marah dan benci sama Ayu tanpa mau mengenal Ayu. Apakah Ayu seburuk itu dimata Oma? Kalau masalah yang tadi, Ayu dan Kalandra teman satu SMA. Semua itu hanya kesalahpahaman Oma!" jelas Ayunda membuat Oma Mawar tersenyum sinis.


"Kamu mau mencoba menjadi bagian dari keluarga ini?" tanya Oma Mawar. Ayunda menganggukkan kepalanya karena ia ingin diterima dan diakui sebagai cucu menantu dirumah ini.


"Kalau begitu kamu ke dapur dan bantu menyiapkan hidangan makan malam keluarga setelah itu saya mau lihat apa orang seperti kamu bisa saya percayakan untuk mengurus cucu kesayangan saya!" ucap Oma Mawar sengaja menantang Ayunda.


"Siap Oma!" ucap Ayunda terlihat begitu bersemangat membuat Oma Mawar kesal karena sepertinya wanita cantik ini sama sekali tidak takut dengan apa yang akan ia hadapi.


jangan lupa jempolnya dan vote ya! terimakasih