CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Raka kesal


Adinda melangkahkan kakinya dengan cepat karena ia takut terlambat. matakuliahnya hari ini yaitu Teori dan isu pembangunan. matakuliah yang diajarkan Raka Candrama, tentu saja Adinda harus berhati-hati dalam mengambil langkah karena dua-duanya amat beresiko. jika ia gagal membujuk Raka untuk bertemu keponakannya maka uang yang dijanjikan Guna akan melayang dan nilainya juga matakuliahnya yang ini bisa saja kecil akibat kemarahan Raka.


Raka memang cerdas tapi belum tentu ia bisa bersikap seadil-adilnya, bisa saja kemarahan Raka membuatnya harus mengulang mata kuliah ini di semester depan. jadi Adinda harus berhati-hati agar ia berhasil membujuk Raka. Adinda bernapas lega karena ketika ia masuk kedalam kelas Raka belum datang. ia segera duduk disamping temannya dan terseyum ramah padanya.


Beberapa menit kemudian Raka datang dengan membawa tasnya di punggungnya dan juga beberapa buku ditangannya. Raka memakai kemeja biru laut dan celanda dasar bewarna hitam namun tubuhnya yang tinggi dan juga berotot namun tidak berlebihan membuat para perempuan diam-diam menginginkan pelukan dari dosen ganteng itu.


Adinda melihat tatapan memuja dari teman-teman perempuannya dan juga beberapa mahasiswa yang sengaja berpura-pura ke Toliet agar bisa melewati pintu kelas dan mengintip aktivitas dosen muda nan tampan itu. Adinda kagum mendengar penjelasan teori perkuliahan yang disampaikan Raka. walau Raka terkesan dingin, angkuh dan sombong namun ternyata itu juga menjadi daya tari dari seorang Raka hingga ia digilai para mahasiswinya.


Perkuliahan telah berlangsung selama dua jam dan para mahasiswa sangat antusias hingga berbagai pertanyaan dalam perkuliahan ini membuat suasana perkuliahan tidak membosankan "Saya tutup perkuliahan kita hari ini, terimakasih, Assalamualikum" ucap Raka.


"Waalaikumsalam" ucap para Mahasiswa dan mahasiswi. Raka segera keluar dari ruangannya membuat Adinda bergegas mengikuti Raka.


Adinda mempercepat langkahnya karena kaki Raka yang panjang membuatnya sedikit susah menyusul Raka. Beberapa mahasiswi secara terang-terangan menujukkan senyum manisnya pada Raka. Adinda merasa lelah dan akhirnya ia menanggil nama Raka.


"Pak Candra" panggil Adinda namun Raka tetap menjalankan kakinya tanpa menoleh ke belakang.


ya ampun ini cowok bandel juga. gue capek tahu nggak manggil dan nguber-nguber lo. kalau bukan karena uang yang dijanjikan Kak Guna, gue nggak bakalan ngejar lo kayak gini.


"Raka" teriak Adinda membuat Raka menghentikan langkahnya.


"Ya ampun Pak, capek banget ngikutin bapak. kalau jalan Pak pakek rem dikit dong Pak!" ucap Adinda ngos-ngosan.


Raka mengerutkan dahinya dan menatap Adinda dengan datar "Ada apa?" tanya Raka dingin.


"Masalah apa?" tanya Raka.


"Masalah rumah tangga Pak" ucap Adinda membuat Raka menatap Adinda dengan tatapan kesal. Beberapa orang menatap Adinda dengan tatapan penasaran apalagi Adinda juga terlihat cantik.


"Jangan sembaranag ngomong kamu!" ucap Raka membuat Adinda menepuk mulutnya.


"Ya ampun kok gue jadi salah fokus gini sih. Maaf ya Pak! maksud Dinda gini Pak. masalah rumah tangga bapak dan keluarga bapak Candrama" ucap Adinda membuat Raka menghela napasnya. "Pak sebaiknya kita bicara dimana gitu Pak. traktis es ke pak. ini aku capek bamget pak ngejarin bapak yang jalannya cepat banget pak!" pinta Adinda.


"Ke ruangan saya saja!" ucap Raka.


"Jangan pak, no. saya nggak mau nanti ada gosip tentang kita pak. saya kan nggak tahu kalau bapak udah nikah atau belum. kalau bapak udah nikah kan gaswat pak... gaswat banget malah. saya nggak mau dibilang pelakor Pak!" ucap Adinda.


"Saya belum menikah" kesal Raka.


"Alhamdulialh kalau gitu Pak. selamat bapak single juga sama kayak saya hehehe" kekeh Adinda. "Hmmm tapi tetap Pak di ruangan bapak nggak ada yang dingin-dingin. soalnya ngeliatin bapak yang dingin nggak buat haus saya hilang pak" ucap Adinda namun ketika melihat ekspresi Raka yang mengeras membuat Adinda menelan ludahnya.


****** gue, apa gue salah ngomong yak. gue sih kebanyakan mukadimah gaswat ini...


"Maaf pak... " ucap Adinda memelas.