
Suasana menjadi sedikit tegang karena pertanyaan Vivian ya g sebenarnya sedikit menyinggung Gemal. Melihat situasi itu membuat Ayunda segera berinsiatif untuk melanjutkan permainan. "Jadi sepertinya giliran Ayu dan Mas Guna ya yang memutar botolnya" ucap Ayunda.
"Udah malam kayaknya hua...jadi ngantuk Kak" ucap Adinda berpura-pura mengantuk membuat Ayunda menatap sinis Adinda. Adinda sengaja membuat mereka semua mengalihkan pandangan mereka kearahnya, agar mereka tidak menatap Vivian dengan tatapan penasaran dengan kondisi rumah tangga Vivian dan Gemal.
"Kira-kira dong Din, masa hanya Mbak aja yang dapat hukuman!" kesal Ayunda.
"Ayo putar botolnya!" ucap Gemal.
"Ayu apa Mas yang muter botolnya?" tanya Ayunda.
"Kamu aja!" ucap Guna membuat Ayunda tersenyum senang.
"Makasi ya Mas, Ayu jadi makin cinta" ucap Ayunda membuat Adinda tersenyum melihat Ayunda yang terlihat sangat manja dengan suaminya.
Ayunda memutar botolnya, membuat mereka semua menatap botol dan berharap agar botol itu tidak mengarah pada mereka. Botol berputar sangat kencang dan kemudian perlahan berputar dengan lambat. Botol berhenti tepat didepan Raka membuat mereka semua bersorak. Akhirnya pasangan pengantin baru yang akan menjadi sasaran empuk mereka.
"Akhirnya kena juga hahaha..." tawa Ayunda karena berhasil membuat Adinda kesal.
"Gimana Kak?" tanya Adinda.
"Kamu aja yang pilih, mau kejujuran atau tantangan!" ucap Raka.
"Ini saran dari Mbak ya Din, lebih baik kejujuran soalnya kalau tantangan kamu mau Om Raka diminta sama Gemal untuk cium pipi cewek lain atau disuruh sama Mbak buat ngerayu waria disana? yang lebih parah kita minta kamu buat cupika-cupiki sama itu cowol yang ada disana!" ucap Ayunda.
"Saya pilih kejujuran saja!" ucap Raka membuat Adinda terkejut.
"Katanya biar Dinda yang pilih?" tanya Dinda menyebikkan bibirnya.
"Saya nggak mau mereka minta kamu cium pipi laki-laki lain!" ucap Raka terpancing dengan ucapan Ayunda. Pada hal Ayunda dan yang lainya tidak akan tega menantang keduanya untuk memeluk bahkan mencium orang lain.
"Tapi....hmmm... kalau kejujuran gimana kak?" tanya Dinda.
"Tinggal jawab aja dek apa susahnya!" ucap Alfa membuat Adinda kesal, ia melihat Kakak sulungnya itu tersenyum melihat kekesalannya.
"Ka Al, kok nggak pernah belain Adinda lagi sekarang!" kesal Adinda.
"Ngapain bela kamu lagi Dek, udah punya suami yang bisa ngebelain kamu!" ucap Alfa menunjuk Raka. Karina menahan tawanya melihat kekesalan Adinda.
"Oke, dimulai pertanyaanya dari Kak Guna atau Mbak Ayu!" ucap Gemal.
"Aku atau Mas yang tanya?" tanya Ayunda.
"Kamu aja!" ucap Guna.
"Makasih sayang!" ucap Ayunda mencium pipi Guna membuat Adinda memutar bola matanya karena kesal. Ia tahu saatnya Ayunda membalas pertanyaannya.
Jantung Adinda berdetak dengan kencang menunggu pertanyaan apa yang akan diajukan Ayunda padanya. "Pertanyaannya untuk Om Raka dan Adinda jadi dua-duanya harus jawab berapa kali kalian ciuman yang kalian berdua lakukan sebelum menikah?" tanya Ayunda.
Mendengar pertanyaan Ayunda membuat Adinda menelan ludahnya, apalagi ada Alfa yang seperti algojo menatap keduanya dengan serius. "Lupa Dinda kayaknya waktu itu hanya sekali ya Kak" ucap Adinda dengan isyarat matanya ia meminta Raka untuk menganggukkan kepalanya.
"Saya mencium Dinda lebih dari tujuh kali" jujur Raka membuat Adinda melototkan matanya.
"Mana ada?" ucap Adinda menggelengkan kepalanya membuat mereka semua tertawa.
"Hahaha... kayaknya si Om sering cium Dinda diam-diam nih, kalau gitu Gemal mau tanya sama Om Raka. Setelah Om mengenal Dinda hal apa yang menurut Om Raka paling aneh dari Dinda atau hal yang paling lucu dari Dinda hmm... seperti kebiasaan Dinda gitu om?" tanya Gemal membuat jantung Adinda berdetak dengan kencang menunggu jawaban Raka.
P**lease suamiku tersayang jangan katakan kebiasaan aneh Dinda, bohong aja ya! please...
Tatapan Adinda memelas, Adinda tidak ingin Raka mengatakan kebiasaan jeleknya yang tidur dengan posisi aneh atau ileran. Raka terkekeh membuat mereka semua penasaran dengan jawaban Raka. Cara Raka yang tertawa renyah membuat Gemal semakin penasaran. "Om apa? kok ketawa sendiri" ucap Gemal.
"Saya baru tahu kalau Dinda suka pakek celana dalam saya," ucap Raka membuat Adinda segera menutup mulut Raka dengan telapak tangannya sedangkan yang lain tertawa terbahak-bahak.
"Hahaha... " Tawa mereka membuat beberapa orang yang masih berada disana menolehkan kepalanya menatap kearah mereka.
"Jangan-jangan dek kamu dulu juga suka pakek celana dalam Kak Alfa atau celana Papa?" tanya Ayunda.
"Nggak, mana ada. Itu semua keadaan darurat kalau bukan karena Mbak nyembunyiin koper Dinda, Dinda nggak akan pakek bajunya kak Raka" kedal Adinda.
"Celana dalam Din" goda Gemal.
"Dari pada Dinda nggak pakek apa-apa kan mendingan pakek punyanya suami Dinda!" kesal Adinda.
"Harusnya nggak usah pakek juga nggak apa-apa!" goda Ayunda.
"Dasar mesum lo Mbak," kesal Adinda.
"Hahaha lucu banget lo Dek," tawa Ayunda.
"Kak Raka tega banget sih, ngomong itu sama mereka!" ucap Adinda menyebikkan bibirnya menatap Raka. Raka mengelus rambut Adinda sambil tersenyum.
"Saya nggak keberatan kok kalau kamu suka pakek punya saya, dengan senang hati saya persilahkan Dinda!" ucap Raka membuat Adinda menundukkan kepalanya karena malu.
"Oke sekarang giliran Kak Alfa, ayo kak silahkan ditanya!" ucap Gemal.
Alfa menghela "Saat di Bali saya pernah melihat kamu keluar dari kamar Adinda, apa yang kamu lakukan waktu itu?" tanya Alfa membuat Raka menghela napasnya. Alfa hampir saja ingin menghajar Raka saat itu namun Tama menghalanginya karena melihat Raka sepertinya tidak akan berbuat sejauh itu kepada Adinda.
"Saya masuk kekamar Dinda hanya ingin memeluk Dinda saat dia tidur, Dinda kalau tidur susah dibangunin dan nggak sadar kalau saya peluk dia atau bahkan saya cium dia" jelas Raka membuat Adinda melototkan matanya terkejut dengan ucapan Raka. Saat di Bali bukanya Raka terlihat nggak suka padanya. kenapa Raka memeluknya dan bahkan menciumnya. Pengakuan Raka jika ia memeluk dirinya saat tidur benar-benar membuatnya Adinda terkejut.
"Jadi selama ini si Om mengambil kesempatan dari Dinda?" tanya Dinda.
Raka menepuk kepala Dinda "Saya bertanggung jawab dengan meminta kamu menjadi istri saya, tapi kamu yang selalu mencari asalan menolak keinginan saya!" ucap Raka.
"Udah lanjut satu permainan lagi, biar adil kita minta botol ini memilih antara mereka berempat, Kak Alfa, Mbak Karina, Gemal dan Vivian. Kalau kita yang kena lagi kan nggak lucu!" ucap Ayunda.
"Mana ada begitu mbak, kalian harus tetap main juga!" protes Gemal.
"Ogah enak aja, kalian udah tahu rahasia kita jadi kita juga ingin tahu rahasia kalian!" ucap Ayunda.
"Setuju!" ucap Adinda dan keduanya segera bertos ria membuat Alfa menghela napasnya.
"Jadi yang menang dia beruntung hari ini karena tidak mendapatkan hukuman!" jelas Ayunda.
"Ya sudah Ayo kita suit aja!" ajak Alfa membuat Karina tersenyum karena Alfa selalu menang jika melalukan permainan ini.
"Lima kali ya... satu...dua...tiga!" ucap Alfa.
Gemal dan Alfa segera menunjukan jari mereka dan akhirnya Alfa berhasil menang lima kali membuat Gemal kesal. "Saya yang menang Gem, jadi kamu tinggal pilih kejujuran atau tantangan!" ucap Alfa.
"Tantangan!" ucap Gemal membuat Vivian terkejut.
"Kejujuran saja!" pinta Vivian
"Tantangan!" kesal Gemal.
tbc...
mau di next...
Jangan lupa jempolnya dan vote!
Terimakasih 🙏