
Guna memegang tangan Ayunda menuju lantai dasar. Di ruang keluarga sepertinya telah terjadi perdebatan cukup alot hingga membuat Vivian menangis terseduh-seduh sambil berlutut dikaki Farhan Candrama. Ayunda menatap kejadian itu dengan tatapan tidak percaya karena selama ini Vivian terlihat sangat percaya diri dan sangat disayangi Kakeknya.
"Vian mohon Kakek, Vian tidak bisa menikah dengan Gemal!" pinta Vivian menatap Farhan dengan tatapan sendu.
"Keputusan Kakek tidak akan berubah. Elin periapkan pernikahan Gemal dan Vivian!" ucap Farhan.
"Kek... jangan Kek... hiks...hiks... " tolak Vivian isal tangis Vivian tidak membuat hati seorang Farhan terguhah seperti biasanya.
"Jadi mulai sekarang kamu, harus ikuti perintah saya Vivian!" ucap Gemal tersenyum senang.
Elin menatap Gemal dengan tatapan kesal "Kamu ini ngomong kok gitu amat sama Vivian," kesal Elin.
"Biar dia tahu ya Ma, cara menjadi seseorang yang berguna itu seperti apa!" ejek Gemal. "Hey Vivian kalau kamu berani ke Club lihat aja apa yang bakalan aku lakukan!" ancam Gemal.
Guna mengajak Ayunda duduk disampingnya. melihat kedatangan Ayunda membuat Gemal tersenyum manis. "Yang harus kamu lakukan sekarang minta maaf sama Ayu, sebentar lagi dia jadi kakak ipar kamu. Kamu itu sebagai mantan pelakor harus meminta maaf dengan tulus sama Ayunda!" perintah Gemal membuat Ayunda terkejut.
"Aku... aku... " Vivian menggelengkan kepalanya.
"Minta maaf sama Ayu sekarang! atau... kau mau tingkah lakumu yang lain aku bilang ke Kakek atau kau mau aku masukkan kau ke penjara?" tanya Gema.
Vivian sebelumnya ketahuan melakukan aksi balas dendamnya kepada temannya dengan memfitnah temannya itu mencuri uang perusahaan hingga dipecat. salah satu teman SMAnya kebetulan bekerja di perusahaannya dan melihat peluang untuk balas dendam, Vivian memanfaatkan keadaan itu dengan memfitnahnya. Gemal mendapatkan semua informasi itu dari orang yang ia percaya.
"Kek, Vivian sudah keterlaluan... dia... "
Vivian menggelengkan kepalanya ia tidak ingin Farhan murka dan membuat penyakit Farhan kambuh karena ulangnya. "Maaf gue Ayu!" ucap Vivian.
"Itu kurang tulus!" ucap Gemal. "panggil Ayu Mbak mulai sekarang!" perintah Gemal.
"Maafkan aku Mbak. Aku janji nggak akan mengganggu hubungan Mbak Ayu dan Kak Guna!" jelas Vivian.
Farhan tersenyum, ia menatap Ayunda dengan tatapan penyesalan. "Maafkan Kakek Ayu, apa kamu mau memaafkan kakek juga?" tanya Farhan.
"Tentu saja Kek, Ayu juga minta maaf!" ucap Ayunda tersenyum, tangan Ayunda terasa dingin. Ia menggenggam tangan Guna dengan erat.
"Terimakasih Ayunda" ucap Farhan tersenyum tulus.
Elin tersenyum dan ia berdiri "Kita rayakan kebersamaan keluarga kita, nanti biar Mami masak makanan yang lezat buat makan malam," ucap Elin.
Farhan menatap Aditnya hingga membuat Aditya tertawa "Hahaha... Papi tenang saja masakan Elin sudah berubah Pi, sekarang sangat enak!" ucap Aditya menatap istrinya itu dengan tatapan penuh cinta.
"Jadi Papi nggak percaya kalau Elin sudah pinter masak?" tanya Elin menyebikkan bibirnya membuat Farhan tersenyum.
"Papi percaya Lin," ucap Farhan.
"Mami minta bantuan sama Adinda aja deh...kebetulan Adinda kan sekarang pengangguran dia nggak kerja lagi di Bank," ucap Elin membuat Ayunda terkejut karena ia tidak tahu jika adiknya itu memilih untuk tidak bekerja lagi.
"Kok Ayu nggak dikasih tahu?" tanya Ayu kesal.
"Katanya nanti kamu marah Ayu, lagian Adinda dapat beasiswa S2 Yu. Untungnya di universitas di sini bukan diluar negeri atau di luar Jakarta," jelas Elin.
Awas ya Din, kamu nggak mau cerita sama Mbak. Pantesan aja kamu di rumah dua hari ini.
"Ayu mau bantu Mami masak ya Mi!" pinta Ayu.
"Nggak usah sayang kamu kan lagi hamil!" ucap Elin. Vivian menatap sendu Elin dan Ayu yang terlihat akrab. Perlakuan Elin dan keluarga besar Gemal pasti tidak akan ramah padanya. Apalagi ia bukanlah sosok menantu idaman Elin.
tbc...