
Sekitar pukul tiga sore Adinda, Ayunda dan Karina menuju ke butik perancang kebaya Adinda. Saat ini Adinda sedang mencoba memakai kebaya itu dan ia tersenyum puas dengan kebaya yang ia kenakan saat ini. "Aku suka Mbak" ucap Adinda.
"Iya Din bagus" puji Karina.
"Bagus asal seminggu ini kamu nggak makan yang macam-macam nanti kamu dikira hamil duluan karena perut kamu gede. Tahunya isinya somay, bakso, soto... " ucap Ayunda.
"Terus aja Mbak sebut saja semua makanan kesukaan Dinda!" ucap Adinda membuat Karina dan perancang kebaya Adinda tertawa.
"Mbak kebaya punya kedua Mbak saya ini udah selesai?" tanya Adinda.
"Udah mbak, sebentar ya saya ambilin dulu!" ucapnya. Adinda sibuk menatap tubuhnya dicermin tiba-tiba suara yang sangat ia kenal membuatnya terkejut.
"Wahwah calon menantuku yang tidak tahu diri rupanya sedang menikmati uang anakku dan menghabur-hamburkanya. Saya dengar acara lamaran kamu dilakukan dengan mewah ya?" tanya Lastri membuat Adinda bingung dengan apa yang harus ia lakukan saat ini.
"Dinda nggak tahu loh Mi acara itu, kalau Dinda tahu pasti Dinda undang Mami untuk datang!" ucap Adinda karena sejujurnya ia ingin berdamai dan diterima oleh ibu kandung Raka. "Maafin Dinda ya Mi!" ucap Adinda mendekati Lastri dan memegang lengan Lastri namun Lastri segera menarik tangan Adinda dengan kasar membuat Ayunda kesal.
"Nek, harusnya nenek juga ikut bahagia dengan pernikahan anak Nenek, bukannya marah-marah sama calon menantu Nenek tapi nenek bantuin calon menantu Nenek buat pesta nanti, beliin apa kek buat calon menantu!" ucap Ayunda membuat Adinda tersenyum.
Makasi Mbak, Dinda nggak mau hubungan Dinda sama Maminya calon suami Dinda tambah runyam kalau Dinda ngelawan.
"Saya bukan Nenek kamu!" kesal Lastri.
"Astaga Nek, Ayu jadi sedih kalau Nenek juga nggak ngakuin Ayu sebagai cucu. Nenek kan mantan istri kakeknya suamiku jadi otomatis Nenek adalah Nenekku!" ucap Ayunda membuat Karina dan Adinda ingin tertawa melihat ekspresi kesal Lastri tapi mereka tahan karena mereka tidak ingin membuat Lastri bertambah marah.
"Kalian... " teriak Lastri membuat Adinda kembali memeluk tangan Lastri.
"Mami demi kebahagaian Kak Raka, Dinda mohon Mami untuk datang ke pesta pernikahan kita!" ucap Adinda tulus namun Lastri merasa bingung untuk menerima ajakan Adinda.
"Kamu tidak takut saya mengacaukan pesta pernikahan kamu?" tanya Lastri membuat Adinda tersenyum.
"Enggak Mi, Mami adalah ibu kandung Kak Raka. Mami yang melahirkannya terlepas dari masalah Mami dan Kak Raka, Adinda yakin Mami tidak akan melakukan lagi hal yang dibenci Kak Raka!" ucap Adinda membuat Ayunda dan Karina bangga kepadanya.
"Akan saya pikirkan!" ucap Lastri.
"Oya Mi, Dinda juga udah menyiapkan seragam buat Mami, Sebenarnya besok mau Dinda titip Ke Kak Adam tapi karena kebetulan kita ketemu disini, lebih baik Dinda kasih sekarang biar Mami bisa cobain ukurannya pas atau nggak Mi!" ucap Adinda, ia meminta salah satu karyawan mengambilkan pakaian untuk calon mertuanya ini.
Lastri memilih duduk disofa dan menunggu membuat Adinda tersenyum senang. Ia kemudian memberikan satu kotak berisi kebaya untuk Lastri yang baru saja diberikan karyawan butik kepadanya "Ini Mi!" ucap Adinda.
"Terimakasih saya coba di Rumah saja!" ucap Lastri.
"Iya Mi, ditunggu kedatangannya ya Mi!" ucap Adinda sambil menatap Lastri dengan tatapan penuh harap.
Lastri tidak menjawab dan ia melangkahkan kakinya keluar dari galeri butik ini. Ayunda merangkul Adinda sambil tersenyum. "Kamu ternyata pinter ngerayu juga ya Din!" ucap Adinda membuat Adinda tersenyum.
"Sedikit ngerayu Mbak" ucap Adinda membuat Ayunda terkekeh.
Ayunda mendengar suara ponselnya dan ia melihat nama Guna di ponselnya. Ayunda segera memgangkatnya sambil tersenyum. "Assalamualikun Mas".
"Waalaikumsalam, Mas ada didepan butik sama Ghavin!" ucap Guna membuat Ayunda melototkan matanya.
"Loh kok ngajak Ghavin Mas, Ayu kan belum mau pulamg mau ke klinik kecantikan sama Dinda dan Mbak Karin!" ucap Ayunda.
"Iya Masku oke!" ucap Ayunda.
"Mas tunggu ya jangan lama!" ucap Guna yang saat ini berada didalam mobil dengan Ghavin. Ayunda menutup sambungan teleponya dan menatap Adinda dan Karina dengan terawnyum
"Din, Mbak Karin. Ayu nggak jadi ikut sama kalian, soalnya Mas Guna dan Ghavin udah jemput didepan!" ucap Ayunda.
"Oke Mbak" ucap Adinda.
"Hmmm...sebenarnya Mbak juga mau dijemput Abang Din nggak jadi ke klinik!" ucap Karina membuat Adinda melototkan matanya.
"Ya ampun ini para laki-laki nggak bisa lihat istrinya senang ya, masa baru pergi sebentar udah pada jemputin. Yaudah bubar aja... Dinda juga pergi cari Feli dan Kak Raka saja!" kesal Adinda. Ia tak habis pikir dengan para lelaki dirumahnya yang sangat suka ngintilin para istri mereka.
"Yaudah baju kita titip ke kamu ya Din!" ucap Ayunda.
"Iya sana pergi!" kesal Adinda membuat Karina dan Ayunda segera keluar dari butik.
Ayunda melihat mobil milik suaminya itu terpakir didekat mobil milik Kakaknya Alfa. "Pasti Mas Guna tahu tempat ini dari Kak Alfa, mbak share lokasi kita ke Kak Alfa ya?" tanya Ayunda.
"Iya Yu!" ucap Karina menatap Ayunda dengan tatapan tidak enak.
"Mbak lain kali kalau pergi bertiga nggak usah kasih tahu mereka ya Mbak!" ucap Ayunda.
"Iya Yu, sory ya Yu!" ucap Karina membuat Ayunda tersenyum.
"Nggak apa-apa Mbak suami kita memang gitu maunya kita itu ngikutin dia terus!" ucap Ayunda.
Keduanya melangkahkan kakinya mendekati suami mereka. Ayunda menatap sinis Alfa yang sedang berada didalam mobilnya. Ia mengetuk kaca mobil Alfa membuat Alfa menurunkannya "Kak Alfaku sayang, sekali-kali biarkan istri Kakak itu pergi bersama kita!" ucap Ayunda.
"Lain kali ya Yu, soalnya saya lagi kangen istri saya!" ucap Alfa membuat Ayunda menarik pipik sang Kakak karena gemas. "Tiap hari ketemu kangen apaan?".
"Bucin jangan dipelihara dong Kak, kalian berdua ini kompak banget ya! yang itu pasti alasanya anak!" ucap Ayunda.
Guna membuka kaca mobilnya "Ayu masuk!" perintah Guna.
"Iya tunggu, awas ya lain kali gangguin acara kita lagi Kak Alfa, Ayu bilangin Dinda biar nanti Dinda yang eksekusi!" ucap Ayunda menatap Alfa dengan sinis membuat Karina yang telah duduk didalam mobil terkekeh.
Alfa menghembuskan napasya kalau adik bungsunya itu tahu, pasti ia akan dikerjain Adinda. Alfa paling kesal kalau Adinda dan Ayunda bekerjasama untuk menggelitik tubuhnya. Dulu Alfa pernah bangun dengan kaki dan tangan terikat lalu Ayunda dan Adinda menggelitik tubuhnya sampai Alfa memohon ampun hingga air matanya menetes karena menahan geli.
Ayunda melangkahkan kakinya masuk kedalam mobil dan duduk disamping Guna. "Mas ngapain jemput Ayu, Ayu baru pergi setengah jam loh Mas!" ucap Ayunda.
"Ghavin lapar mau nyusu sama kamu!" ucap Guna.
"Persediaan ASI Ayu masih ada Mas di Rumah, " ucap Ayunda.
"Lebih baik minum susu segar langsung dari sumbernya Yu!" ucap Guna membuat Ayunda memutar bola matanya jengah dengan sikap suaminya.
tbc...