
Adinda, Vivian dan Karina berenang bersama sedangkan Ayunda hanya mengamati mereka sambil duduk dikursi santai bersama Ghavin dan dua orang pengasuh Ghavin. Ayunda tertawa saat melihat Adinda memakai baju kuning seperti biasanya ketoka berenang. Pakaian ketiganya sopan dan tertutup karena para suami mereka tidak akan membiarkan sang istri memakai baju renang kurang bahan walaupun mungkin sebenarnya mereka ingin memakainya.
"Vi, kok meluncur aja gue susah banget ya gimana mau gaya kupu-kupu" ucap Adinda.
"Kayaknya Din kamu harus berlajar sama Om Raka, dulu aja dia yang ngajarin aku!" ucap Vivian.
Adinda melihat suaminya keluar dari kamarnya membuat Adinda berteriak "Kak..." teriak Adinda melambaikan tangannya namun Raka hanya menatap Adinda dengan datar.
"Ajarin berenang!" pinta Adinda saat Raka melangkahkan kakinya mendekati Adinda. Raka dengan isyarat tangannya meminta Adinda mendekatinya. Adinda yang berada di kolam renang dengan kedalaman satu meter mendekati Raka dengan berjalan didalam air.
"Kenapa Kak?" tanya Adinda penasaran.
Raka menjongkokkan tubuhnya dan mendekatkan wajahnya ketelinga Adinda. "Ada syaratnya kalau kamu mau saya ajarin berenang!" ucap Raka.
Adinda mengerutkan dahinya karena penasaran dengan syarat yang diinginkan Raka. "Apa Syaratnya Kak?" tanya Adinda.
"Setelah berenang kamu temanin saya berendam di kamar mandi!" bisik Raka membuat wajah Adinda memerah karena malu.
"Masa ngajarin istri sendiri pakai syarat segala kayak nggak rela gitu!" ucap Adinda kesal.
"Mau apa tidak?" tawar Raka yang kemudian ia menjauhkan tubuhnya dan segera berdiri. "Kalau kamu tidak mau juga tidak apa-apa!" ucap Raka melipat kedua tangannya menatap wanita cantik berbaju kuning yang saat ini berpikir keras mengenai ucapannya.
"Kalau nggak mau ngajarin ya udah, nanti Dinda sewa aja cowok cakep buat ngajarin Dinda berenang!" ucap Adinda membuat Raka menaikkan kedua alisnya.
"Silahkan saja saya pastikan kamu tidak akan bisa pergi jauh dari saya kalau perlu tangan kamu akan saya ikat biar tidak kelayapan!" ucap Raka.
"Astaga baru dua hari jadi istri Raka Candrama, Dinda udah diancem dikurung! ini namanya pelanggaran hak azazi manusia" kesal Adinda membuat Vivian tertawa mendengar ucapan Adinda.
"Ya sudah saya tidur saja kalau bergitu, kamu belajar saja sama Vivian!" ucap Raka melirik Vivian dan ketika matanya bertemu dengan mata Vivian ia berisyarat agar Vivian menolak untuk mengajari Adinda berenang.
"Din, Om Raka lebih jago dari aku, jadi rugi loh punya suami jago berenang tapi nggak dimanfaatkan. Katanya kamu mau ikut nyelam sama kita kalau sudah mahir berenang!" ucap Vivian. Raka tersenyum senang karena Vivian membantunya.
"Iya, Dinda setuju!" ucap Adinda membuat Raka terkekeh.
"Hehehe... itu baru istri Raka" ucap Raka. Ia melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar dan membuka pakaiannya, lalu mengganti celananya dengan celana renang.
Raka melangkahkan kakinya mendekati Adinda dan ia segera masuk kedalam kolam renang membuat jantung Adinda berdetak dengan kencang saat Raka menunjukkan senyumannya.
Sadar Din, lo jangan kelihatan banget senangnya karena punya suami super duper tampan kayak gini.
Adinda mengamati otot perut Raka yang memiliki bentuk kotak-kotak. Raka menarik pinggang Adinda dan berbisik ditelinga Adinda. "Nyonya Raka sudah siap belajar renangnya?" goda Raka membuat wajah Adinda memerah dan ia menganggukkan kepalanya. Tenggorokannya tiba-tiba terasa kering karena merasa gugup.
Raka tiba-tiba memposisikan tubuh Adinda agar mengapung di air dan menahanya dengan kedua tangannya. "Kakinya digerakin tapi posisi kepalanya jangan menunduk, coba agak tegak dan berusaha mengatur napas!" jelas Raka.
"Iya... " ucap Adinda.
"Vian... " panggil Raka.
"Iya Bos" ucap Vivian.
"Kakinya kayak gitu gerakin pelan dan nggak uah takut tenggelam!" ucap Raka.
"Kalau tangannya gimana?" tanya Adinda.
"Tanganya nanti kalau udah lancar kakinya!" ucap Raka.
"Jadi lama ya Kak, Dinda bisa berenangnya?" tanya Adinda.
"Semua ada prosenya Dinda!" ucap Raka membuat Adinda menyebibikan bibirnya. "Selama kamu memberikan pelanyanan ekstra saya akan mengajari kamu sampai kamu bisa berenang!" ucap Raka membuat Adinda pasrah.
"Iya..." ucap Adinda membuat Raka tersenyum.
"Ayo Dinda!" ucap Raka membuat Adinda segera menggerakan kakinya dengan pelan.
Guna dan Gemal yang baru saja datang tersenyum melihat Raka yang mengajarkan Adinda berenang. "Kalau bukan Dinda, mana mau Om Raka ngajarin Dinda kayak gitu" ucap Gemal. Ia sangat mengenal sikap Raka yang sangat acuh hampir kepada semua orang. Raka tidak suka direpotkan dengan hal-hal yang baginya tidak penting.
"Yang pastinya Om Raka tidak akan memberikan pengajaran gratis kepada Adinda" ucap Guna seakan menebak apa yang saat ini dilakukan Raka dengan menghabiskan waktunya mengajari Adinda berenang.
Raka biasanya memilih untuk menyendiri dan membaca buku-bukunya dikamarnya. Satu-satunya yang pernah diajarkan Raka sebelum Adinda adalah Vivian karena saat itu Vivian ikut lomba berenang tingkat SD. Jika bukan karena perintah Farhan, Raka juga tidak akan mau mengajarkan Vivian berenang dan mengawasi Vivian.
"Dinda kamu nggak dengar apa yang saya katakan tadi?" tanya Raka.
"Denger tapi badan Dinda kayak nggak mau ngapung!" ucap Adinda membuat Raka menghela napasnya. Ternyata mengajarkan istrinya berenang tidak semudah yang ia pikirkan.
"Kak capek, gendong!" ucap Adinda tiba-tiba memeluk leher Raka dan naik keatas punggung Raka.
Gemal membuka bajunya dan menyisakan boxer miliknya lalu menyeburkan tubuhnya masuk kedalam kolam renang. "Gem, badan lo nggak seseksi badan suami gue!" ejek Adinda.
"Diam Dinda, bagi gue perut kotak-kotak nggak berguna yang penting sehat dan perut gue nggak buncit kayak perut lo!" ejek Gemal.
"Sombong, mentang-mentang punya istri cantik kayak Vian" ucap Adinda.
"Kamu lebih cantik!" ucap Raka memebuat Adinda tersenyum senang dan memeluk Raka dengan erat.
"Vian malam nanti kamu tidur aja di kamar lain aja jangan mau tidur sama dokter arogan yang sukanya marah-marah mulu!" ucap Adinda membuat Gemal menatap Dinda dengan kesal.
"Din, padahal gue mau ngajakin lo nonton. lo nggak punya teman nonton Din selain gue, Om Raka nggak suka nonton!" ucap Gemal karena ia dan Adinda memiliki hobi yang sama yaitu menghabiskan waktu untuk menonton film terbaru dibioskop.
"Kakanda sayang maukan temenin Dinda nonton?" tanya Adinda.
"Tergantung, kalau boleh tiap hari saya oke-oke saja menemani kamu nonton!" ucap Raka membuat Adinda merebahkan kepalanya dipunggung tegap milik Raka. Permintaan itu tidak mungkin ia tolak karena Raka tidak akan membiarkan ia menolak keinginanya. Raka dengan segala sifatnya yang tidak ingin dibantah.
"Terserah Kakak, lagian Dinda nggak bisa nolak juga" ucap Adinda membuat Raka tersenyum.
tbc...
Jempol, komentar dan jangan lupa vote ya! terimakasih 🙏