CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Rencana Guna


Ayunda melirik Guna yang saat ini sedang sibuk membaca berkasnya. Semua keluarganya yang berkunjung telah pulang dan saat ini hanya Ayunda dan Guna yang berada didalam ruangan ini. Sudah dua hari Ayunda di rawat di Rumah sakit ini. Ayunda bisa melihat wajah lelah suaminya dan ia merasa bersalah karena itu.


"Mas... " panggil Ayunda membuat Guna mengangkat wajahnya dan menatap Ayunda.


"Kenapa kamu lapar? Ayo mas suapin!" ucap Guna. Ayunda menggelengkan kepalanya membuat Guna meletakan berkasnya diatas meja dan ia berdiri lalu melangkahkan kakinya mendekati Ayunda.


Guna duduk disamping Ayunda dan ia mengelus kepala Ayunda dengan lembut membuat Ayunda tersenyum. "Mas kalau mau pergi kerja pergi aja Mas!" ucap. Ayunda.


"Pekerjaan bisa saya pindahkan kesini Ayu!" ucap Guna.


"Ayu pengen pulang Mas, Ayu kangen sama Ghavin!" ucap Ayunda. Ia ingin segera memeluk Ghavin. Selama ia dirawat dirumah sakit, Ia hanya bisa melihat Ghavin lewat video call.


"Kata Dokter besok kamu bisa pulang!" ucap Guna. Ayunda merentangkan tangannya membuat Guna duduk diranjang dan membaringkan tubuhhnya diranjang disamping Ayunda. Ia kemudian memeluk Ayunda dengan erat.


"Kata Mami, ibunya Mami pengen ketemu Ayu ya Mas?" tanga Ayunda.


"Iya, namanya Oma Mawar, waktu kita nikah di marah karena baru mengetahui kalau kita sudah menikah. Sebenarnya Oma Mawar itu Tantenya Mami. Tapi Oma Mawar yang merawat Mami sejak kecil" jelas Guna.


"Kamu takut ya sama Oma Mawar?" tanya Guna.


"Enggak" ucap Ayunda.


"Oma Mawar galak lo Yu makanya Mami waktu itu nggak mau kasih tahu Oma Mawar tentang pernikahan kita Yu. Mami mau kasih tahu Oma kalau kita sudah akad nikah dan resmi menjadi suami istri. Memang tadi Mami cerita apa sama kamu?" tanya Guna. Pagi tadi Maminya yang menjaga Ayunda sedangkan Mamanya Ayunda menjaga Ghavin dirumah.


"Mami cerita dulu Oma mau menjodohkan Mas Guna sama cucu sahabatnya tapi Mami bilang Mas udah nikah waktu itu. Makanya Oma ngambek dan nggak mau angkat telepon Mami sampai sekarang" ucap Ayunda menyebikkan bibirnya membuat Guna mengerutkan dahinya.


"Kok bibirnya gitu Yu?" tanya Guna.


"Ayu kesel soalnya, banyak banget yang suka Mas Guna, Ayu jadi gimana gitu" ucap Ayunda.


"Jadi gimana?" tanya Guna mencubit pipi istrinya itu dengan sayang.


"Jadi sebel sama Mas" ucap Ayunda membuat Guna tersenyum.


"Setelah Ayy sembuh Mas berencana pergi ke kampung halaman Mami sama kamu dan Ghavin!" ucap Guna.


Ayunda tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Iya Ayu mau Mas, Ayu mau coba akrab sama Oma Mawar dan juga mau menunjukkan kalau Ayu ini cucu menantu yang baik buat cucu tersayanganya!" ucap Ayu. "Hmmm Vivian dan Gemal nggak ikut Mas?" tanya Guna.


"Kalau sekarang mereka ikut bisa-bisa Oma tambah kesal sama Gemal. Soalnya Gemal udah lama sekali nggak ketemu sama Oma. Apalgi Oma marah banget sama Gemal karena menikah dengan Vivian karena Oma tahu Vivian yang dulu diberitakan menjadi tunangan Mas Yu" jelas Guna.


"Sering, kalau disana Yu, kebun tehnya Oma banyak dan Mas sering keliling sambil naik kuda yu" ucap Guna.


"Wah Ayu mau kesana Mas tapi nanti ajarin Ayu naik kuda ya!" pinta Ayunda.


"Nggak usah belajar, kalau kamu mau naik kuda naiknya sama Mas aja!" ucap Guna membuat Ayunda menganggukkan kepalanya.


"Semoga Oma memaafkan kita ya Mas, kasihan Mami apalagi sebentar lagi ulang tahun Mami. Harusnya kita bisa mengajak Oma ke Jakarta bersama kita!" ucap Ayunda.


"Sebenarnya Mas mau membujuk Oma tinggal bersama kita dan perkebunan itu biar Arjun dan Om Harun yang urus" ucap Guna.


"Arjun?" tanya Ayunda.


"Iya, Arjun itu sepupu kita Yu, dia cucu kandung Oma Mawar. Oma mawar memiliki satu anak namanya Om Harun. Om Harun punya dua orang anak, Arjun dan Ranggia" jelas Guna.


"Dulu saat resepsi pernikahan kita mereka Anggia dan Arjun datang?" tanya Ayunda.


Guna menggelangkan kepalanya "Gia ada di Korea, Arjun ada di Amerika. Hanya Om Harun dan istrinya yang datang" jelas Guna.


"Waw mereka pintar ya Mas" ucap Ayunda.


"Kalau Arjun pintar kalau Gia nakal Yu, kurang lebih kayak Vivian dulu yang suka jajan" ucap Guna mengingat sifat manja Gia.


"Mas, Kakek kenal sama Oma Mawar?" tanya Ayunda.


"Kenal makanya kalau bertemu mereka seperti anak kecil Yu, lucu banget sekaligus menyeramkan juga. Apalagi kalau sedang berdebat" ucap Guna mengingat bagaimana kericuhan di rumahnya ketika Kakeknya dan Omannya bertemu.


Guna mengelus pipi Ayunda dan kemudian mengeratkan pelukannya. "Tidurlah!" bisik Guna membuat Ayunda menganggukkan kepalanya dan mulai memejamkan matanya.


Guna sangat mengenal Oma Mawar. Dulu saat ia memutuskan untuk menikahi Ayunda, Mamanya memintanya untuk menjemput Oma dan mengatakan tentang rencana pernikahannya yang mendadak itu tapi Guna menolaknya. Sifat Ayu yang dulu pasti akan membuat Omanya tidak menyukai Ayu, apalagi Ayu bukanlah cucu menantu idamannya. Guna berharap Omanya bisa bersikat lunak ketika melihatnya pulang dengan membawa Ghavin. Guna menyukai Ayunda karena sifat mereka berbeda dan itu melengkapi kekurangannya. Guna mencintai Ayunda dengan segala sifat dan tingkahnya yang menggemaskan.


"Selamat tidur istriku" bisik Guna.


tbc...


jempol dan jgn lupa vote ya!


Terimakasih 🙏