
Semuanya sudah berkumpul dan membentuk lingkaran. Terlihat senyuman dari mereka semua menunggu siapa yang akan memulai permainan. Setiap pasangan berdiskusi untuk meminta satu tantangan atau satu pertanyaan yang harus dijawab dengan jujur oleh orang yang dihukum. Gemal meletakkan satu botol diatas meja dan menatap mereka semua dengan serius.
"Jadi gue dulu ya yang mutar ini botol!" ucap Gemal.
"Kenapa nggak saya dulu?" tanya Alfa menatap Gemal.
"Nanti kita gantian Kak yang mutar bolanya!" ucap Gemal.
"Tapi enak. banget, Gemal duluan yang mutar bola. Gimana biar adil kalau Mas Guna, Om Raka, Kak Alfa dan Gemal hom pimpa gitu!" ucap Ayunda.
"Setuju biar adil, istri Mas pintar banget!" ucap Guna mengelus kepala Ayunda dengan lembut.
"Permainan ini nggak cocok kita mainkan, kita persis kayak anak kecil. Ada permainan yang agak dewasa nggak? kayak anak SMA aja" ejek Adinda.
"Udah diam lo Din, main aja nggak usah banyak cincong!" ucap Gemal.
"Gem... " tegur Raka membuat Gemal menatap Raka dengan sinis. Raka tidak suka melihat seseorang membentak istrinya, katakanlah jika ia posesif dan itu memang benar.
Raka merangkul Adinda "Kita main aja ya!" ucap Raka. ucapan Raka dengan nada yang lembut dan perhatian membuat Adinda menganggukkan kepalanya.
"Ya ampun giliran dirayu dikit aja langsung mau aja lo dek" ejek Ayunda.
"Udah ayo cepetan!" ucap Adinda.
Para pria hompimpa membuat Adinda, Ayunda dan Karina merasa lucu melihat mereka. Pemenangnya ternyata Gemal, membuat Gema tersenyum bangga. "Makanya nggak usah diundi gue juga yang menang!" ucap Gemal.
Gemal memutar botol sambil tersenyum namun sebenarnya ia juga deg-degan karena takut putaran ini berbalik menyerangnya sendiri. Botol berputar dan semua mengawasi pergerakan botol hingga akhirnya detik-detik menegangkanpun terjadi.
"Beputar lagi ayo!" teriak Ayunda namun naas sepertinya ia yang akan mendapatkan hukuman yang pertama. "Hehehe... kan baru percobaan, bisa diputar lagi nggak?" tanya Ayunda.
"Enggak bisa!" teriak Adinda dan Gemal kompak membuat Ayunda kesal.
"Nggak usah ngegas gitu dong! biasa-biasa aja kenapa?" ucap Ayunda kesal. Ingin sekali rasanya menjambak rambut Adinda dan Gemal namun keinginannya itu tidak akan bisa ia lakukan dan ia hanya membayangkannya saja.
"Akhirnya mati kutu juga lo Mbak hahaha... " tawa Adinda membuat Ayunda menyebikkan bibirnya dan ia memeluk Guna dengan erat seolah meminta perlindungan. Guna mengelus rambut Ayunda dengan lembut.
"Udah tenang nggak usah takut!" bisik Guna.
"Ayunda cantik... pilih Tantangan apa kejujuran?" goda Gemal menaik-turunkan alisnya.
"Mas, yang mana?" tanya Ayunda.
"Terserah kamu!" ucap Guna.
"Kalau tantangan, apa tantanganya? kalau kejujuran pertanyaanya apa?" tanya Ayunda.
"Kalau udah tahu pertanyaannya atau tantangannya mana seru Mbak, ini yang ngajak main siapa? lucunya yang ngajak main ini nggak mau kena hukuman ckckck" ejek Adinda.
"Awas kamu ya dek, nanti kalau kamu yang kena, kamu baru tahu rasa" ucap Ayunda.
"Oke, pilih apa hayo?" tanya Gemal tersenyum menggoda.
"Kejujuran" ucap Ayunda membuat mereka semua tersenyum.
"Hahaha... ini gue suka, jadi pertanyaannya dimulai dari pasangan Adinda dan Om Raka. Ingat ya satu pertanyaan dari kalian berdua!" ucap Gemal.
"Kamu aja yang tanya!" ucap Raka membuat Adinda tersenyum senang.
"Mana ada, kita saling cinta kok!" kesal Ayunda.
"Udah ayo siapa dulu yang jawab, udah nggak sabar mau tahu siapa yang jatuh cinta duluan" ucap Adinda pada hal dia tahu siapa yang jatuh cinta duluan antara Guna dan Ayunda.
"Saya yang duluan cinta sama Ayu" ucap Guna membuat Adinda tidak percaya dengan ucapan Guna.
"Wah kak Guna mau ngelindungi Mbak ini!" ucap Adinda kesal. "Dinda mau jawaban jujur!"
"Saya nggak melindungi Ayu, awal dari cinta kan benci dan rasa tidak suka yang berlebihan. Saya dulu paling kesal kalau Ayunda sudah datang ke rumah, dia membuat kosentrasi saya sama buku yang saya bacah pecah. Jadi bisa dibilang saya yang suka duluan sama dia" ucap Guna.
"Nggak, itu namanya bukan suka duluan tapi memang Ayundanya yang ngeselin Hahaha. Nyanyi lagu anak-anak sama Mami membuat suasana gaduh di rumah kita. Kak Guna itu cemburu sama Ayu yang dekat sama Mami. Masa Mami mau-maunya sibuk didapur buatin kue ulang tahun buat Ayu sedangkan kue ulang tahunya Kak Guna beli di toko kue hahaha..." Tawa Gemal. Ia ingat Guna mengatakan padanya kalau kehadiran Ayunda dirumahnya merusak pemandangan karena Maminya ternyata lebih suka bermain bersama Ayunda dibandingkan bermain bersama mereka berdua alasanya karena rambut Guna dan Gemal tidak bisa dikuncir seperti rambut Ayunda.
"Oke, Ayu ngaku Ayu duluan suka Mas Guna. Hmmm... sejak SMA sih tepatnya karena Mas Guna pulang dari luar negeri saat itu dengan tampilan sumper ganteng seperti biasa. Tapi waktu itu satu-satunya cowok yang nggak senyum ngeliati Ayu itu hanya Mas Guna makanya Ayu jadi suka," ucap Ayunda.
"Jadi karena Mas Guna ngeliatin kamu nggak senyum makanya kamu suka sama Mas Guna?" tanya Gemal melototkan matanya tidak percaya.
Ayunda menganggukkan kepalanya "Ayu kan disukai banyak cowok dulu Gem. Tinggal tujuk saja mereka mau jadi pacar Ayu tapi Ayu nggak suka, soalnya Mami Elin bilang ke Ayu kalau suami Ayu itu lagi belajar diluar negeri biar pulang nanti udah pinter cari duit dan Mama Elin udah janjiin Ayu jadi istri masa depannya Mas Guna" ucap Ayunda membuat Guna tersenyum senang.
"Jadi dari dulu kamu udah suka sama saya makanya waktu saya baru mulai bekerja di Kantor kamu berani cium saya duluan?" tanya Guna membuat Ayunda menganggukkan kepalanya.
"Sebenarnya sih Ayu kesal aja, Mas Guna sok cool, sombong jadi Ayu cium deh apalagi Ayu lagi emosi waktu itu," jujur Ayunda.
"Jadi ciuman pertama Mbak bukan saat Mbak mabuk ya?" tanya Adinda membuat Ayunda tersenyum.
Alfa menghela napasnya "Sesuai dugaan kita ya Din," ucap Alfa.
"Iya Kak, bener ternyata apa kata Mama kalau Dinda kalah genit sama Mbak Ayu!" ucap Adinda membuat Ayunda merasa sangat malu.
"Oke selanjutnya Kak Alfa, silahkan bertanya sama mereka!" ucap Gemal.
"Pertanyaan saya untuk Guna, Apa yang paling kamu takutin misalnya nih takut miskin, takut masuk penjara?" tanya Alfa.
"Nggak ada kaitanya ke agama ya Kak. Ini pribadi" jelas Gemal. "Iya kan Kak Alfa?" tanya Gema.
"Iya" jawab Alfa.
Guna menghela napasnya "Saya merasa takut saat melihat Ayunda menutup matanya ketika melahirkan Ghavin" jelas Guna membuat air mata Ayunda menetes tanpa sadar.
"Lanjut hmm... kamu mau nanya?" tanya Gemal.
"Iya," ucap Vivian.
"Oke tanya!" perintah Gemal.
"Jika seseorang dulu pernah berbuat salah dan berusaha untuk menebus kesalahaannya, apa dia bisa dimaafkan? apa kebencian itu bisa berkurang atau dihilangkan agar bisa memiliki hidup yang cukup tenang. pertanyaan Vian, Apa kak Guna dan Mbak Ayu masih kesal sama sikap Vian yang dulu?" tanya Vivian membuat Gemal kesal.
Ayunda tersenyum "Kita nggak marah lagi sama kamu Vian, kamu sudah berubah dan nggak ada kebencian sama sekali dihati mbak dan Mas Guna" ucap Ayunda.
"Bagi kami kamu itu adik saya sama seperti Gemal dan Adinda" ucap Guna.
tbc..
jangan lupa vote ya! terimakasih 🙏