CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Acara malam


Suasana pesta di kebun yang berada di resort ini begitu indah. Terdapat hiasan rangkaian bunga, balon dan juga lampu-lampu warna warni serta sebuah poster besar membuat siapa yang melihatnya tertawa. Foto itu adalah foto Guna yang sedang tidur nyenyak dengan Ayunda yang menguncir poni Guna dan memberikan lipstik bewarna merah di bibir Guna. Adinda tertawa terbahak-bahak melihat foto Kakak iparnya yang terlihat begitu lucu baginya apalagi Gunadarma dikenal orang yang sangat serius.


"Mbak lucu banget kan hahaha" tawa Adinda.


"Itu tuh idenya Dinda, minta aku fotoin Mas Guna kayak gitu!" ucap Ayunda.


"Kalau ide kayak gini pasti dalangnya Dinda" ucap Alfa.


Saat ini mereka semua sedang berada di pesta ulang tahun Guna. Memang tamu tidak banyak karena hanya keluarga dan para sahabat saja. Semua mata kagum dengan kecantikan Ayunda yang terlihat anggun apalagi ia sejak tadi selalu menggandeng lengan Guna suaminya sambil tersenyum bahagia. Guna ikut tertawa melihat foto dirinya yang begitu lucu, ia tidak mungkin memarahi istri cantiknya karena membuat pesta ulang tahunya semakin meriah karena foto itu. Malu? jawaban Guna tidak. Ia merasa semakin mudah tersenyum saat bersama istrinya. kalau menurut Gemal, Guna terlihat lebih manusiawi dari pada sebelumnya.


Raka mendekati Guna dan Ayunda. ia kemudian menyerahkan sebuah kado kepada Guna membuat Guna terseyum. "Terimakasih Om" ucap Guna.


Raka hanya menganggukkan kepalanya namun ketika suara Adinda mulai ikut campur urusannya membuat Raka menatap Adinda dengan sinis.


"Om bilang sama-sama gitu kok diam aja. kalau kita nggak lihat Om ngangguk-ngangguk kita mana tahu Om. Emang Om bisu ya?" ejek Adinda.


"Dinda nggak sopan gitu sama Om Raka!" ucap Ayunda membuat Adinda menyebikkan bibirnya.


"Saya kesana dulu!" ucap Raka melangkahkan kakinya menuju tempat duduk, ia mengambil minuman ketika para pelayan membawa nampan berisi minuman.


Adinda yang jahil sengaja duduk disamping Raka "Om kok sombong banget sama Dinda, kita sekarang kan udah temanan Om?" ucap Adinda.


"Kapan saya bilang saya teman kamu?" tanya Raka sinis.


"Ya udah deh kalau gitu Om dan keponakan aja!" ucap Adinda.


"Terserah kamu!" ucap Raka dingin.


"Ya ampun dingin banget ya" goda Adinda memeluk kedua tubuhnya berpura-pura kedinginan.


"Siapa suruh kamu pakai baju kurang bahan gini!" ucap Raka.


Adinda memutar bola matanya "Maksud Dinda Om, Om itu yang dingin jadi kalau dekat-dekat Om Dinda jadi kedinginan!" jelas Adinda.


"Dinda" panggil Riskan yang saat ini sedang berkumpul bersama Tama, Alfa dan Tegar.


"Dinda kesana aja kalau gitu, si Om nggak mau ditemani!" ucap Adinda membuat Raka menatap punggung Adinda yang menjauh darinya.


Raka menghembuskan napasnya, ia merasa curiga karena ia sama sekali tidak menghubungi Elin tapi kenapa Elin bisa tahu jika ia sedang khawatir dengan Papinya. Raka menghela napasnya mungkin Elin benar, jika Papi mereka saat ini sedang beristirahat dikamarnya.


Raka melihat Adinda tersenyum dan bahkan tertawa bersama teman-teman Alfa. Ada perasaan kesal karena melihat Adinda dengan mudahnya tebar pesona dimana-mana. ingin sekali ia menghukum Adinda karena beraninya membuatnya kesal hanya karena senyumannya itu.


Seorang laki-laki dan perempuan yang menjadi pembawa acara kali ini meminta mereka semua untuk duduk di meja makan yang panjang. "Untuk para hadirin diharapkan untuk segera duduk di meja makan karena acara akan segera kita mulai!" ucapnya.


mereka semua telah duduk kecuali Adinda yang sejak tadi mengintruksikan kepada para pelayan agar segera menghidangkan makanan. Adinda melihat kursi kosong tinggal dua yaitu disebelah Raka dan yang satunya disebelah Riskan. Ayunda memutuskan untuk mendekati Raka dan duduk disamping Raka membuat Raka menatap Ayunda dengan penasaran apa yang sedang dipikirkan otak cantik perempuan yang selalu menarik perhatiannya ini.


"Nggak boleh Dinda duduk disini?" tanya Adinda saat Raka menatapnya kearahnya.


"Boleh" ucap Raka singkat.


"Nah gitu dong Om!" ucap Adinda tersenyum manis menampakan semua gigi putihnya.


Guna berdiri dan tersenyum kepada semua keluarga dan para sahabatnya. "Terimakasih semuanya sudah datang ke Bali menemani saya menghabiskan liburan saya bersama kalian semua" ucap Guna membuat mereka semua tersenyum. "Besok akan ada acara seru dan ada hadia dari saya dan Kakek" ucap Guna.


"Kasih bocoran dong Kak apa hadianya!" teriak Adinda yang berdiri membuat Raka menarik tangan Adinda agar segera duduk.


"Hehehe... berisik ya Om. Maaf ya Om!" kekeh Adinda.


"Hadianya sebuah motor dan juga vouceher belanja di supermarket" ucap Guna.


"Ada lagi hadianya ini sponsor dari Kakek" ucap Ayunda ikut berdiri bersama Guna "Tiket ke singapura dan juga dengan segala fasilitas disana termasuk uang saku juga ditanggung Kakek. Tiketnya hanya untuk empat orang" ucap Ayunda membuat mereka semua bersorak gembira kecuali Raka yang hanya tersenyum.


"Kalian harus memiliki pasangan untuk ikut acara ini" ucap Ayunda. "Besok bakalan kita undi siapa pasangan kalian!" ucap Ayunda.


Guna dan Ayunda kembali duduk dan pembawa acara segera menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Guna meniupkan kue ulang tahun dan juga beberapa makanan yang berbentuk kue ulang tahun. Mereka semua makan malam dengan penuh canda tawa.


"Pokoknya aku harus menang, soalnya hadianya gede. kapan lagi bisa jalan-jalan ke Singapura gratis!" ucap Adinda.


"Kamu suka sekali yang gratisan, kelihatan sekali kalau kamu tidak punya uang" ejek Raka.


"Namanya juga mahasiswi Om" kesal Adinda.


tbc..