CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Vivian


Satu bulan kembali dari rumah sakit saat ini keadaan Farhan telah membaik tapi tidak dengan keadaan Vivian yang saat ini berada di rumah mertuanya. Keadaan Vivian sangat mengkhawatirkan Ia hanya termenung di kamarnya sambil menatap jendela kendati Gemal telah mengatakan jika Farhan keadaannya telah membaik. Apa yang dikatakan Gemal hanya dianggap angin lalu oleh Vivian. Ia mengalami depresi saat ini dan Gemal merasa sangat bersalah. Hari ini Gemal. meminta bantuan Adinda karena Adinda cukup dekat dengan Vivian.


Adinda masuk kedalam kamar Vivian yang merupakan kamar Gemal karena saat ini mereka tinggal di Rumah orang tua Gemal sedangkan Ayunda saat ini sedang berada di kediaman Farhan Candrama. Kakek Farhan saat ini telah menjadi pencinta drama korea karena ulah Adinda dan Ayunda yang memaksanya untuk menemani mereka menoton film korea membuat emosi ketiganya meninggi kalu mereka tertawa bersama. Hubungan Adinda dan Raka masih sama seperti kucing dan tikus yang meramaikan suasana ketika Adinda datang.


"Vi, ke Mall yuk!" ucap Adinda.


Vivian menatap Adinda sekilas dan kemudian kembali menatap jendela. "Lo kenapa si Vi? kesal sama Gemal?" tanya Adinda. Vivian kembali menggelengkan kepalanya.


"Terus kenapa?" tanya Adinda sendu. Adinda mendekati Vivian dan kemudian tangis Vivian pecah membuat Adinda merasa ikut bersedih saat ini. ia memeluk Adinda dengan erat.


"Cerita dong Vi, jangan diam kayak gini. Kalau kita diam kita aka nggak tahu apa yang kamu inginkan!" ucap Adinda


"Apa lo mau temenan sama gue Din? gue janji nggak akan nyakitin lo!" ucap Vivian membuat Adinda terkejut. Ia penasaran dengan apa yang sedang terjadi. "Lo nggak akan ninggalin gue kayak orang tua gue, Kakek dan Gemal kan Din hikss. hiks...?" tanya Vivian.


"Nggak akan ada yang ninggalin lo. Jangan berpikiran buruk kayak gitu Vi!" ucap Adinda.


Vivian melepaskan pelukannya dan kembali memeluk kedua lututnya membuat Adinda menarik lembut tangan Vivian agar menghadapanya. "Cerita sama gue Vi, gue akan dengerin semua apa yang ingin lo ceritain dan jangan lo pendam kayak gini!" ucap Adinda. "Nggak ada semua masalah yang nggak bisa diselesain!" ucap Adinda.


Gemal yang sejak tadi bersembunyi dibalik dinding menyandarkan punggungnya dan menunggu apa yang Ingin dikatakan Istrinya. Melihat keadaan Vivian yang seperti itu awalnya ia ingin membawa Vivian ke rumah sakit jiwa tapi Gemal tidak tega dan berusaha mencari cara agar Vivian membuka suaranya.


"Sebelum kita ke Bali, gue ketemu seorang laki-laki yang hampir memperkosa gue saat gue SMA. Gue takut banget, dia bilang dia akan menyetuh gue dan membalas apa yang pernah gue lakuin sama dia. Dia benci sama gue hiks...hiks... karena gue pernah menyakiti hati adiknya dan adiknya itu sekarang udah meninggal. Dia bilang adiknya gila karena gue, gue nggak salah Din. Waktu itu Cantika bukan gue yang bully, tapi teman-tema gue yang lainnya. Gue hanya diam dan tidak ikut-ikutan, tapi Kakaknya bilang gue yang salah karena Cantika menatap foto-foto gue dikamarnya. Cantika bilang gue adalah sahabatnya dan gue menyakitinya" jelas Vivian.


"Dia ngancem lo?" tanya Adinda.


Robi yang mencari jati diri Vivian mengancam akan memberitahukan semuanya kepada keluarga Candrama. Ia bahkan selalu meminta uang kepada Vivian agar bisa menutup mulutnya tapi seminggu yang lalu Robi menginginkan Vivian melayaninya tentu saja Vivian menolaknya karena sampai saat ini ia masih seorang perempuan yang suci dan belum disentuh suaminya. Hinaan dan caci maki dari Robi serta tuntutan Gemal membuat Vivian tersiksa.


Adinda membersihkan wajah yang bersimbah air mata milik Vivian. "Masalah Robi biar gue dan Om Raka yang akan menyelesaikannya! sekarang lebih baik lo ketemu Kakek sama gue dan setelah itu kita pergi ke taman hiburan yuk!" ajak Adinda.


"Mau main apa kesana din?" Tanya Vivian.


"Hahaha komedi puter!" ucap Adinda membuat Vivian tersenyum.


Adinda menatap Vivian dengan haru. Mungkin Vivian memiliki masalalu yang kelam namun setiap orang berhak untuk memperbaiki diri. Tidak ada kata terlambat untuk menjadi seseorang yang lebih baik.


"Jangan beritahu Gemal yan Din, kalau dia tahu gue bukan anak kandung penyelamat Kakek dia akan ninggalin gue!" ucap Vivian sendu.


Gemal yang berada dibalik dinding menghela napasnya. Ia kesal dengan apa yang dipikirkan istrinya. Meninggalkan Vivian tidak akan pernah menjadi rencananya. Soal Vivian adalah anak panti telah lama ia dan Kakeknya ketahui. Kakek tetap menyayangi Vivian begitupula dirinya. Ia berjanji akan menjebloskan Robi ke penjara karena berani membuat istrinya menderita. Ia memang mendidik Vivian dengan keras. Dengan meminta Vivian belajar memasak, mencuci dan membereskan hubungan buruk Vivian dengan teman-temannya.


Gema mengenal Cantika dan perempuan itu menjadikan Vivian sebagai sosok yang ia kagumi dan ia berusaha menjadi seperti Vivian. Ia menjadikan Vivian sosok idolanya yang membuatnya di bully disekolah karena ia menirukan semua gaya berpakaian dan gaya bicara Vivian yang sombong. Apa yang menimpa Cantika, bukan salah istrinya dan Gemal tahu itu.


**ini cerita singkatnya aja ya tentang Gemal dan Vivian. ini konflik yang nanti bakal aku masukin di cerita Gemal dan Vivian nanti kalau aku buat cerita mereka.


Di novel ini, khusus buat Ayunda, Guna Adinda dan Raka. karena judulnya sama Ceo ku suamiku**.