
Raka kesal karena Brian membuang-buang waktunya dan sengaja mempermainkannya. Tanpa menghiraukan Adil yang memintanya untuk menjawab pertanyaan yang bagi Raka tidak penting, Raka segera melangkahkan kakinya masuk kedalam Kastil itu dan menuju lantai dua, beberapa bodyguard mendekati Raka membuat Raka menghela napasnya.
"Kau sengaja mempermainkan saya Brian..." teriak Raka kesal karena ia datang baik-baik dan diperlakukan seperti ini oleh adik iparnya yang angkuh dan sombong. Ia bisa saja menghajar para bodyguard Brian paling tidak ada lima atau enam yang bisa ia buat babak belur.
Brian terkekeh lalu ia segera melangkahkan kakinya keluar dari ruang kerjanya dan melangkahkan kakinya mendekati Raka. Radina yang mendengar suara teriakan Raka segera keluar dari dalam kamarnya. Tubuh Radina sudah tidak kurus lagi dan terlihat lebih berisi. Radina tersenyum melihat kedatangan Raka, ia melangkahkan kakinya mendekati Raka namun teriakan Brian menghentikan langkahnya.
"Mau kemana kamu?" tanya Brian dingin membuat Radina menghentikan langkahnya.
"Menemui Kakakku!" ucap Radina.
"Apa aku mengizinkanmu bertemu, dia?" ucap Brian. Radina menatap Brian dengan mata yang berkaca-kaca membuat Brian menghela napasnya sedangkan Adil menatap Radina dengan kesal karena Radina mulai memainkan senjatanya untuk membuat Tuanya itu luluh.
"Jangan menangis!" ucap Brian.
"Aku mau ketemu Kakakku? apa salah? hiks...hiks... kamu jahat Brian.... aku ben.... " ucapan Radina terhenti saat telapak tangan Brian menutup mulutnya.
"Oke... jangan bertindak bodoh!" ucap Brian. Ia memegang tangan Radina dan mengajak Radinda mendekati Raka.
Radina menghempaskan tangan Brian dan ia segera memeluk Raka dengan erat. "Kak, kenapa nggak pernah lagi datang kemari jenguk Radina?" tanya Radina tersenyum senang.
"Memang kamu lagi sakit perlu dijenguk?" tanya Brian sinis.
"Iya aku sakit gara-gara kamu!" Kesal Radina.
Brian hanya bisa mengela napasnya karena sejak kehamilan Radina ia benci melihat Radina menangis yang akhirnya ia akan merasa mual-mual dan bahkan membuatnya sakit perut. Seolah itu adalah hukuman karena ia selalu membuat Radina ketakutan bahkan menangis.
"Iya, gara-gara saya!" ucap Brian membuat Raka ingin tertawa. "Tunggu setelah kamu melahirkan..." ucap Brian terhenti saat melihat mata Radina berkaca-kaca dan Radina melepaskan pelukannya.
"Kamu nggak boleh masuk kamarku lagi!" ancam Radina menatap Brian dengan tajam.
"Mana bisa! ini rumah saya!" kesal Brian karena ia tidak bisa tertidur nyenyak jika tidak tidur disamping Radina.
"Hiks... ".
"Jangan nangis... " ucap Brian.
"Jadi seperti ini kamu bersikap kepada istrimu?" tanya Raka.
"Itu bukan urusanmu!" ucap Brian duduk santai di sofa dengan kesal dan sejak tadi ia menatap Radina yang kembali memeluk Raka. "Baru kali ini saya melihat seorang adik genit kepada Kakaknya. Pakek pelukan segala, mau berapa kali kamu peluk dia?" ucap Brian sinis.
Dasar menyebalkan kau cemburu bukan pada tempatnya. Iblis ini sepertinya memang harus dihajar.
"Tidak tahu sopan santun, begitukah caramu bersikap kepada Kakak istrimu? dasar sombong" ejek Raka membuat Brian mengangkat sebelah alisnya.
"Sombong? apa kau tidak berkaca? wajahmu bahkan kalah tampan dengan wajahku! Aku seramah ini padamu menyambut kedatanganmu karena biasanya aku sudah mengusir tamu yang tidak penting!" ucap Brian menhangkat dagunya dengan angkuh.
"Apa kau tidak pernah melihat kaca besar hah? sikapmu itu yang membuat adikku memilih pergi darimu, mana ada adik ipar yang menculik istri kakak iparnya sendiri. Caramu menyambutku dengan mendengar pertanyaan konyol asistenmu?" kesal Raka.
"Kau dendam padaku?" tanya Brian sinis.
"Raka Candrama..." teriak Brian.
"Kenapa?" tanya Raka menatap Brian dengan tatapan membunuh dan keduanya saat ini terlihat saling menatap mengukur kekuatan masing-masing.
Brian mendekati Radina dan menarik Radina agar menjauh dari Raka. "Dasar genit" ucap Brian menatap Radina membuat Radina kesal. Ia memukul dada Brian dengan pelan membuat Raka menghela napasnya. Jika ia jadi Radina ia akan memukul dada Brian dengan kasar dan brutal.
"Pukul dia lebih keras!" ucap Raka namun Radina menggelangkan kepalanya.
"Jangan kak nanti dia bisa mati!" ucap Radina.
"Iya dan kamu bisa jadi janda kaya!" ucap Brian.
"Jangan ngomong kayak gitu aku nggak suka kamu ngomong kayak gitu!" lirih Radina.
Seminggu yang lalu Brian terkena tembak di bahu dan itu membuat dunia Radina terasa runtuh saat melihat laki-laki yang selalu terlihat gagah dan kuat itu menjadi tidak berdaya dan lemah diatas ranjang selama sehari semalam.
"Udah... saya bisa gila mendengar kalian bertengkar. Kamu Radina jangan pernah menyusahkan keluarga dengan sikap kekanak kamu itu, kamu mencintainya kan? bertahan dan berhenti lari dari masalah!" ucap Raka.
"Nggak, siapa yang cinta" ucap Radina yang tidak ingin mengakuinya karena akan membuat Brian merasa diatas angin.
"Dia cinta makannya bisa hamil" ucap Brian membuat Raka memijit kepalanya karena berbicara dengan Brian berpotensi membuat darahnya mendidih karena kesal dan geram.
"Kakak hanya ingin memberitahumu jika Mami kecelakaan dan saat ini berada di Rumah sakit Singapura" jelas Raka membuat Radina terkejut.
"Mami" lirih Radina.
"Aku ingin ketemu Mami!" pinta Radina. "Kakak pasti ingin mengajakku pergi ke Singapura menjenguk Mami?" ucap Radina.
"Ya..." ucap Raka.
"Tidak...saya tidak mengizinkanmu keluar dari rumah ini tanpa saya Radina!" ucap Brian.
"Kalau begitu kamu ikut!" pinta Radina.
"Tidak mau, kamu pikir Mamimu itu pantas saya maafkan dengan mudah?" kesal Brian.
"Aku ingin ketemu Mami hiks...hiks... " ucap Radina menangis keras membuat perut Brian mulai bergejolak
"Kau ternyata ingin membunuh saya perlahan-lahan... " ucap Brian kesal mendengar tangis Radina yang membuat perutnya sakit dan mual.
"Aku bakalan berhenti menangis asal kau mengizinkanku bertemu Mami!" teriak Radina.
"Tidak... kalau kau masih ingin pergi jangan salahkan saya akan membawa para wanita kemari dan berpesta di rumah ini!" ucap Brian dan ia memuntahkan semua isi perutnya pagi ini.
"Radina, kakak hanya memberitahumu dan kakak rasa kamu harus mengikuti perintah suamimu! Kakak pulang!" ucap Raka memeluk Radina dan mencium dahi Radina dengan lembut.
tbc...