
Ayunda sudah tidak sabar menunggu kedatangan Oma Mawar bersama Arjun dan Gia serta bersama kedua mertuanya yang datang khusus menjemput Oma Mawar. Rencana mereka akan tiba besok pagi. Setelah menyusui Gavhin dan menidurkan Ghavin. Ayunda berencana untuk memasak dan membawakan makan siang untuk Guna di Kantor. Kali ini pertama kalinya ia datang ke Kantor setelah melahirkan Ghavin.
Adinda memasak makanan kesukaan Guna rolade daging sapi, oseng brokoli dan sambal terasi. Semua maid kagum dengan kelincahan Ayunda saat di dapur. "Mbak Na, ini tolong diantarkan ke rumah Kakek Farhan ya. Dinda soalnya dari kemarin nggak enak badan dan rolade daging ini Dinda juga suka!" ucap Ayunda.
"Iya Bu" ucapnya membuat Ayunda tersenyum.
Ayunda segera mengganti pakaiannya dan berdandan dengan senang. Ia merindukan teman-teman satu devisinya. Jika saja Guna mengizinkannya bekerja, ia pasti akan menyetujuinya namun ia masih berat untuk meninggalkan Ghavin di Rumah dari pagi sampai sore bersama pengasuh. Guna juga mengatakan kepadanya, jika istrinya tidak perlu bekerja karena ia yang akan memberi nafkah bahkan akan memberikan semua gajinya di kantor untuk istrinya.
Senang? tentu saja Ayunda senang, siapa yang tidak suka rebahan di Rumah tanpa harus berkutat dengan pekerjaan yang banyak. Tapi terkadang rasa bosan yang menghampirinya dikala ia merindukan teman-teman kantornya.
Ayunda melangkahkan kakinya sambil membawa bekal untuk suaminya. Ia memakai jeans dan kaos santai beserta cardigan. Tak ada tanda-tanda jika Ayunda pernah melahirkan karena tubuh Ayunda saat ini telah kembali seperti semula. Ayunda diantar supir dan dua orang bodyguard mengikuti mobil yang ditumpangi Ayunda dari belakang. Setiap Ayunda akan pergi pasti dua orang bodyguard itu menjaga Ayunda seperti yang diperintahkan Guna.
Ayunda sampai di Kantor dan ia melihat ketiga resepsionis yang berada didepan lobi adalah karyawan baru. Sudah setahun lebih ia tidak datang ke kantor. "Permisi Mbak, Pak Gunanya ada?" tanya Ayunda ramah.
"Ada keperluan apa Mbak?" tanya salah satu dari mereka.
"Saya mau memberikan Pak Guna bekal makan siang" ucap Ayunda.
"Mbak titip saja disini!" ucapnya. Ayunda menghela napasnya karena sebenarnya ia ingin memberi kejutan kepada suaminya tapi tidak disangka resepsionis sepertinya tidak mengizinkannya bertemu suaminya.
Semua orang kan mana tahu aku istrinya, hanya orang yang datang ke resepsi pernikahan yang tahu. Apalagi mereka ini orang baru.
"Nanti kasih ke sekretarisnya aja ya Mbak!" ucap Ayunda menuliskan secarik kertas didalam tas yang berisi bekal untuk Guna.
Tadinya mau nyuapin kamu makan tapi, ketemu kamu Mas susah banget...
Ayunda tersenyum ramah dan kemudian segera menuju kantin kantor membuat resepsionis itu mengerutkan dahinya karena Ayunda masuk begitu saja seolah sangat mengenal kantor ini. Ayunda mengambil ponselnya dari dalam tas dan segera menghubungi teman-teman satu devisinya.
"Halo, Assalamualikum Ratih, lo dimana? gue dikantin sekarang" ucap Ayunda.
"Lo serius memang Pak Bos bolehin lo keluar Yunda?" tanya Ratih.
"Boleh, makanya gue datang, ayo kekantin gue traktir jangan lupa ajak Beni, Heri sama Melan!" ucap Ayunda.
"Oke, lo nggak tahu kalau Heri udah pindah? dia sekarang ada di Bandung" ucap Ratih.
"Pokoknya lo ke sini sekarang juga, nanti lo ceritakan!" ucap Ayunda.
"Oke" ucap Ratih.
"Wah...bini bos akhirnya ingat juga masih punya teman dikantor" ucap Beni.
Melan merasa canggung melihat Ayunda karena sikapnya dulu yang telah berprasangka buruk kepada Ayunda. "Sini Mel!" ucap Ayunda.
Guna sebenarnya telah memutasikan Melan ke Surabaya tapi Ratih yang merasa tak adil karena terpisah dari Ayunda dan Melan bersamaan. Ratih segera mengadukan masalah ini kepada Ayunda, hingga membuat Ayunda protes kepada Guna suaminya. Alasan Guna memindahkan Melan karena Melan pernah membuat Ayunda menangis membuat Ayunda kesal dan memohon Guna untuk segera memutasikan kembali Melan ke kantor pusat Jakarta.
Melan duduk disamping Ayunda sedangkan Ratih dan Beni duduk dihadapan Ayunda dan Melan. "Lo mau traktir kita kan Yu?" tanya Beni tersenyum senang.
"Iya gue traktir!" ucap Ayunda membuat mereka tersenyum senang.
Ayunda memperhatikan Melan dan ia melihat perut Melan yang membuncit membuatnya tahu jika saat ini Melan sedang mengandung tapi Ayunda tidak ingin bertanya karena ia tidak mau Melan merasa tidak nyaman dengan pertanyaannya. "Yun.. suami kamu itu masih banyak fansnya, ada itu kemarin perwakilan perusahaan yang mau bekerjasama dengan perusahaan kita, saat rapat dia mengajak makan siang bersama gitu Yun, tapi tenang Yun ditolak sama Pak Guna" ucap Beni.
"Ingat ya Ben, kamu itu mata-mata gue dikantor. Gue percaya sama suami gue tapi tetap aja gue kan cemburu sama cewek cantik yang deketin suami gue" ucap Ayunda.
"Kamu cemburu sama siapa?" tanya Guna yang datang sambil membawa tas bekal yang ada ditangannya membuat semua mata terkejut melihat bos besar mereka saat ini berada dikantin dan tepatnya berada dihadapan mereka.
"Loh kok tahu Ayu disini Mas" tanya Ayunda segera berdiri dan tersenyum manis kepada Guna.
"Kamu mau makan bersama saya apa teman-teman kamu?" tanya Guna dingin membuat Ayunda menelan ludahnya dan kemudian tersenyum.
"Ayo duduk sini Mas!" ajak Ayunda membuat Beni, Ratih dan Melan terkejut.
Guna menatap ke arah Melan "Melan kamu dicari Pak Janu, dia menunggu kamu di lobi!" ucap Guna membuat Melan segera berdiri.
"Hmmm.. Yun gue permisi dulu, nanti gue telepon ya Yun!" ucap Melan.
"Oke" ucap Ayunda. Melan melangkahkan kakinya dengan cepat meninggalkan kantin dan menuju lobi kantor.
Guna duduk disamping Ayunda dan ia menyerahkan bekal makanan yang ada ditangannya. "Suapin saya Yu!" ucap Guna membuat seisi kantin hebo karena bos mereka yang tegas dan tampan itu saat ini sedang bermanja dengan seorang wanita cantik yang terlihat sangat ramah karena sejak tadi tersenyum jika berpapasan atau melihat kearah mereka.
"Lain kali kalau niatnya mau makan bersama saya kamu jangan nyasar kekantin dan ngerumpi sama teman-teman kamu tanpa izin saya!" ucap Guna sambil mengunyah makanannya.
"Siap bosku" Ucap Ayunda.
Beni dan Ratih makan dengan canggung. Keduanya saling menatap dan tersenyum geli karena akhirnya mereka bisa merasakan makan bersama pewaris utama Candrama yaitu Gunadarma Candrama yang merupakan bos mereka. Beni segera mengambil ponselnya dan memfoto mereka tanpa sepengetahuan Guna dan Ayunda.
S**etidaknya orang kantor bakal baik sama gue dan Ratih karena gue dan Ratih ini temanyanya Pak Guna dan istrinya hehehe...