CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Seorang putra


Operasi caesar memakan waktu waktu kurang lebih enam puluh menit. Dokter Gio saat ini sedang melakukan tindakan operasi bersama timnya. Guna terlihat sangat kusut saat ini, membuat Elin ibunya menjadi khawatir. Guna lebih memilih untuk diam dan berdoa dalam hatinya agar operasi istrinya bisa berjalan dengan lancar.


"Sudah berapa jam Om?" tanya Adinda menatap Raka dengan sendu. Wajah Adinda yang sembab membuat Raka menarik Adinda kedalam pelukannya.


"Sebentar lagi, kamu tenang ya!" ucap Raka yang sebenarnya juga khawatir dengan kondisi Ayunda.


Beberapa menit kemudian tersengar suara tangis bayi yang sangat kencang membuat mereka sedikit lega namun mereka semua masih tegang dan berusaha berpikir positif tentang kondisi Ayunda. Dokter keluar dari dalam ruang operasi. Membuat Guna segera berdiri dan mendekati Dokter. "Selamat Pak, bayinya sangat tampan sama seperti ayahnya" ucap Dokter Gio membuat mereka semua tersenyum "Tapi" ucapan Gio membuat wajah Guna menegang "Tapi anda jangan khawatir, istrinya Alhamdulilah kondisinya baik-baik saja dan saat ini sudah dipindahkan ke ruang perawatan!" ucap Dokter Gio membuat mereka semua tersenyum senang.


"Terimakasih Dokter" ucap Guna.


Guna tetap saja tidak tersenyum karena sejujurnya baru kali ini didalam hidupnya ia tidak bisa berbuat apapun. Sebagai seorang pembisnis yang jenius Guna bisa dengan mudah memperkaya dirinya dan mensejahterahkan karyawan-karyawanya namun sebagai suami saat mengahadapi kelahiran putranya Guna tidak bisa berbuat apapun kecuali berdoa. Ia sangat bersyukur karena doa-doanya tenyata dikabulkan Allah. Saat ini tak henti-hentinya Guna mengucapkan kekagumannya akan kebesaran Allah dan juga rasa syukurnya.


"Ayo kita ke ruang perawatan Ayunda!" ucap Aditya memeluk Guna dan menepuk bahu Guna.


"Selamat datang didunia perbapakkan! jadilah seorang ayah yang bijak dan menjadi contoh untuknya dalam sikap dan juga perbuatan!" ucap Aditya membuat Guna merasa haru.


"Iya Pa, Terimakasih" ucap Aditya.


"Om, hubungi Gemal bilang dia nggak usah datang ke rumah sakit tapi besok minta dia menggantikan saya menjadi Ceo selama satu bulan!" ucap Guna membuat mereka semua tersenyum karena Guna sepertinya ingin memberikan waktu untuk merawat istri dan anaknya.


"Om akan membantumu Guna kamu tidak usah khawatir!" ucap Raka.


Saat ini kondisi bayi Ayunda sehat dan berada didalam inkubator. Sedangkan Ayunda telah dipindahkan kedalam ruang perawatan. Guna masuk kedalam ruang perawatan Ayunda dan ia menatap Ayunda dengan tatapan haru. Guna meneteskan mendekati Ayunda dan ia segera mencium dahi Ayunda dengan lembut. Mata Ayunda masih terpejam saat ini karena obat bius yang masih mempengaruhi kesadaran Ayunda.


"Guna, lihat bayi kalian dan segera di azankan!" ucap Bagas.


"Iya Pa" ucap Guna mempercepat langkahnya melihat kondisi anaknya setelah ia melihat kondisi istrinya.


Sementara itu Adinda merasa sangat haru dan memangis karena bahagia membuat Raka mengelus punggung Adinda dengan lembut. "Dek udah nangisnya, Kakak lapar!" ucap Alfa yang berada disamping Raka membuat istrinya tersenyum saat mendengar Alfa yang jahil sengaja menggoda Adinda. "Pelukan sama Raka nggak akan bisa buat kamu dinikahkan besok pagi!" singgung Alfa sambil menatap Raka dengan senyum jahilnya.


"Dinda memang lapar Kak tapi Dinda masih sedih tadi Dinda ngintip ke kamar perawatan Mbak Ayu, Mbak Ayu belum sadar!" ucap Adinda sendu.


"Sebentar lagi sadar Din, kebetulan tadi Mbak nanyain angsung sama Dokter Gio keadaan Ayu dan katanya Ayu dan bayinya Alhamdulilah sehat" jelas Karina.


"Iya Bu Dokter" ucap Adinda. "Om makan sate madura!" ucap Adinda.


"Oke" ucap Raka sambil mengelus kepala Adinda dengan lembut.


tbc...