CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Kumpul


Adinda dan Ayunda tertawa terbahak-bahak didalam kamar Ayunda mengingat ekspresi kesal Raka karena permintaannya. Apalagi Raka dari tadi setiap melihat kearahnya seperti berpikir keras dan menimbang apakah ia harus Menuruti permintaan konyol istrinya atau ia acuhkan saja. Raka tahu Adinda tidak akan menyerah dan pasti selalu mengungkit keinginan anehnya itu.


"Kamu itu ada-ada aja Din, kenapa minta rambut Om Raka di cat abu-abu. Mana mau dia, kamu mau membuat dia malu ya Din?" tanya Ayunda.


"Hehehe... nggak Mbak, Dinda pengen suami Dinda mirip grup idol korea Mbak. Sesekali minta yang aneh sama Kak Raka, soalnya kalau Dinda ngungkit Korea aja dia langsung pura-pura nggak tahu. Apalagi kemarin foto Oppa di ponsel Dinda dihapus semua. Katanya Dinda dosa nyimpan foto selingkuhan di ponsel Dinda. Pada hal kita kan fans bukan pacar apalagi selingkuhan" ucap Adinda.


"Kamu nggak kasihan lihat Om Raka dilema gitu?" tanya Ayunda. Kalau Guna terlihat diam dan berpikir keras Ayunda pasti tidak akan tega.


"Nggak, Mbak nggak tahu aja kalau suami Dinda itu suka ngerjain Dinda. Waktu itu aja dia bilang dia demam dikantor. Pas Dinda datang kesana dan panik ternyata dia lagi enak-enakan makan rujak. Kalau sakit masih bisa makan rujak? Alasannya minta Dinda datang ke kantor biar Dinda nggak bucin parah sama kapten Ri. Dari pada ngeliatin kapten Ri katanya lebih baik ngeliatin suami kerja" jelas Adinda.


"Hahaha... ada-ada kalian ini" tawa Ayunda.


Felisa masuk kedalam kamar dan mendekati mereka "Bunda, Mama. Mami Elin udah pulang" ucap Felisa membuat Ayunda segera berdiri dan melangkahkan kakinya diikuti Adinda yang memegang tangan Felisa menyambut kedatangan Oma Mawar dan Gia.


"Assalamualikum" teriak Gia yang telah berada dituang tengah dan melambaikan tangannya saat melihat Ayunda dan Adinda dilantai tiga.


"Waalaikumsalam" teriak Ayunda segera masuk kedalam lift bersama Adinda dan Felisa menuju yang menuju lantai dasar. Mereka turun di luar rumah dekat kolam renang dan melangkahkan kakinya menuju ruang tengah. Raka melihat Adinda melangkahkan kakinya dengan cepat membuatnya memegang lengan Adinda.


"Kalau jalan tidak usah terburu-buru gitu Dinda!" ucap Raka.


"Iya tahu" ucap Adinda. Raka menggendong Felisa dan mengajak keduanya untuk masuk kedalam rumah menuju ruang tengah.


Ayunda segera mendekati Oma Mawar dan memeluk Oma Mawar "Kangen banget sama Oma" ucap Ayunda.


"Hahaha... Oma nggak yakin kamu kangen sama Oma. Cucu Oma aja lupa sama Oma" ucap Oma Mawar sengaja menyinggung Gemal membuat Gemal terkekeh.


"Kepentok dinding Oma makanya lupa kalau Oma Mawar itu cantik banget ternyata" goda Gemal memeluk Oma Mawar dari belakang.


Guna tersenyum melihat Oma Mawar yang terlihat bahagia apalagi saat ini Ayunda dan Gemal sedang memeluk Oma Mawar. "Gia ikutan ah... " ucap Gia memeluk Ayunda membuat mereka semua terkekeh.


"Udah, Oma capek kalian ini. Eh... Dinda sini nak!" panggil Elin membuat Adinda dan Raka mendekati mereka.


Oma Mawar melihat Raka yang terlihat mirip dengan menantunya Aditya "Kamu Raka adiknya Adit?" tanya Oma Mawar.


"Iya Oma" ucap Raka mencium punggung tangan Oma Mawar diikuti Adida yang juga mencium punggung tangan Oma Mawar.


"Ini Ma yang namanya Adinda" ucap Elin membuat Oma Mawar mengamati Adinda dari atas hingga kebawah.


Cantik...


batin Oma Mawar


"Keluarga ini menjadi bertambah rumit, Raka Omnya Guna menikahi adik ipar Guna. Gemal menikahi mantan tunangan Guna" ucap Oma Mawar terlihat kesal.


"Istri Gemal bukan tunangan Kak Raka Oma!" ucap Gemal.


"Diberitakan begitu ceritanya" ucap Oma Mawar.


"Jangan suka nonton gosip semua itu nggak bener!" ucap Elin.


"Pasti ini kenginan si tua bangka itu. Dia kan begitu juga nggak tahu aturan. Sahabat anaknya dijadikan istri" ucap Oma Mawar membuat Elin menelan ludahnya karena tidak enak dengan Raka. Oma Elin menyinggung hubungan Mami dan Papi Raka.


"Udah Oma, ayo kita makan dulu. Oma pasti lapar, Ayu udah masak makanan kesukaan Oma!" ucap Ayunda membujuk Oma Mawar agar berheti mengatakan hal-hal yang bisa merusak suasana.


Ayunda tahu malam ini pasti akan menjadi pertengkatan antara Oma Mawar, Kakek Farhan dan juga Mami Lastri. "Ayu jangan lupa undang si tua bangka itu sama Lastri. Oma mau lihat kalau sudah tua apa masih tangguh seperti dulu!" ucap Oma Mawar membuat Elin dan yang lainnya terkekeh mendengarnya.


Adinda memeluk lengan Raka karena sejujurnya ia tidak tahu harus mengatakan apa atau mencoba mendekati Oma Mawar saat ini. Oma Mawar belum mengenalnya dan ia juga masih canggung. Belum lagi kehamilannya membuatnya sedikit berhati-hati karena tidak ingin terlihat cengeng karena sejujurnya ia menjadi sangat perasa saat ini.


"Kok diam?" tanya Raka.


"Dinda kan belum kenal Oma, takutnya nanti Dinda bisa menyinggung Oma Kak" ucap Adinda membuat Raka mengelus kepala Adinda.


"Oma Mawar memang terlihat galak, tapi dia baik sebenarnya!" ucap Raka membuat Adinda menganggukkan kepalanya.


"Dinda, Raka" panggil Aditya meminta Adinda dan Raka duduk bersamanya dimeja makan.


"Feli nggak diajak ya Pa? Papa Adit nggak sebut nama Feli" ucap Felisa membuat Adinda tersenyum.


"Papa Adit Feli nggak diajak ya?" goda Adinda membuat Aditya mendekati Felisa dan mengambil Felisa dari pelukan Raka.


"Diajak dong!" ucap Aditya membuat Adinda dan Raka tersenyum.


"Udah kamu ajak Brian, Radina dan Mamimu?" tanya Aditya.


"Udah Kak" ucap Raka.


"Semoga mereka akur ya, mertua Kakak memang begitu cerewet tapi baik!" ucap Aditya.


"Mau bagaimana lagi mereka kan memang suka bertengkar" ucap Raka.


tbc...