CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Rencana gagal


Guna dan Gemal sejak pagi telah menyiapkan acara lamaran Raka. Guna telah menghubungi manajer taman hiburan dan menyewa komedi putar selama lima jam demi Om tercinta, tapi sampai saat ini Raka dan Adinda tidak juga datang. Gemal pun telah menyiapkan bunga mawar dan beberapa orang anak kecil untuk memberikan Adinda bunga mawar itu satu persatu dan kemudian menaiki komedi putar itu bersama mereka.


"Kak, si Om benar-benar ngerjain kita nih, udah tahu kita super sibuk gini eh... diginiin" kesal Gemal.


Guna dan Gemal melihat Alfa bersama istrinya dari kejauhan yang saat ini menikmati permainan berbagai wahana. "Coba tadi ajak Vivian paling nggak dia bisa dikerjain hari ini!" ucap Gemal.


"Kalau Ayunda tidak boleh beraktifitas yang berat dulu dan saya tidak ingin membuatnya kelelahan!" ucap Guna mengingat istri cantiknya yang saat ini berada dirumah.


"Sebentar lagi Ghavin sudah boleh pulang" ucap Gemal.


"Iya kakek jadi sibuk nelponin kita, minta kita tinggal di rumahnya tapi untuk saat ini Ayu butuh Mama Ratna jadi kita tinggal di rumah orang tua Ayu" jelas Guna. Farhan sudah tidak sabar menggendong cicitnya. Saat mengetahui Ayunda melahirkan dan bayi mereka sehat Farhan merasa sangat bahagia. Farhan pun hampir setiap hari datang kerumah sakit bersama Vivian untuk menjenguk Ghavin.


"Jadi pengen punya bayi juga" ucap Gemal membuat Guna terkekeh.


"Hehehe, tinggal ajak Vian program hamil Gem. Apa kamu ingin arahan dari kakakmu ini!" goda Guna membuat Gemal menatap Guna tajam.


"Sembarang, kalau begituan Gemal lebih mahir kali Kak.walau prakteknya agak terhambat tapi ilmunya Gemal yang terdepan!" ucap Gemal.


"Buktikan Gem! nanti kau kalah dengan Om Raka, nikah duluan istri hamil belakangan" ucap Guna.


"Tergantung rezeki Kak, kalau kita diminta Tuhan buat pacaran lama-lama ya sudah kita jalani saja sambil berdoa" ucap Gemal.


"Memangnya kamu dan Vian udah... " tanya Guna terhenti saat Gemal segera memotong pembicaraannya.


"Urusan ranjang bukan konsumsi publik ya sory dory Kak!" ucap Gemal sinis membuat Guna terkekeh.


Alfa dan Karina baru saja datang karena keduanya hari ini sedang bekerja dan setelah pukul empat sore baru bisa datang. Alfa dan Karina mendekati mereka setelah puas bermain. "Yang punya acara kenapa nggak datang-datang?" tanya Alfa.


"Teleponin Kak!" ucap Gemal meminta Guna menghubungi Raka.


Guna segera mengambil ponselnya dari dalam saku celananya. "Halo Assalamualikum" ucap Guna.


"Waalikumsalam".


"Om kira-kira dong ini udah jam berapa? Kak Alfa, Kak Guna dan Mbak Karina udah kapalan nungguin si Om dan Adinda yang nggak datang-datang! mana anak-anak yang aku bujuk buat ngasih bunga mawar sama Adinda pada bubar" jelas Gemal kesal.


"Ada perubahan rencana Gem, sekarang Om sama Adinda ada di Panti" ucap Raka.


"Om yang bener aja, ini Om mau ngerjain kita, ya Om? kita ini dari pagi udah nyiapin semuanya dan sekarang kayak orang ***** ngelihatin komedi putar yang masih kosong. Mana balon-balonnya udah kita hiasi tadi Om" ucap Gemal kesal.


"Maaf Gem, Om juga bingung karena rencana harus di rubah segera kalau enggak Adinda bisa ngambek Gem. Kalau udah ngambek nanti batal nikahnya kan lebih berabe Gem" ucap Raka.


"Jadi Om kesini nggak? nggak usah pakek bunga mawar Om tembak langsung sampai pagi" kesal Gemal.


"Kalian pulang aja Gem lamarannya ditunda dulu ya Gem!" ucap Raka yang saat ni berada dipanti dan sengaja menjauh dari Adinda dan Felisa agar Adinda tidak mendengarnya.


"Ya udah Om kalau Om bukan adiknya Papa, mungkin Gemal nggak mau lagi nolongin Om!" kesal Gemal tanpa salam dam segera mematikan sambungan teleponya.


Guna dan Alfa bisa menduga jika saat ini rencana yang mereka susun dari pagi batal karena si yang punya acara membatalkannya. "Emang stres ya si Om, nyusahin keponakannya aja bisanya. Acara batal si Om lagi asyik-asyikan nari india di Panti sama Dinda kayaknya" kesal Gemal.


"Ya udah kita pulang!" ucap Guna segera berdiri dari duduk santainya.


"Kakak nggak marah sama si Om?" tanya Gemal membuka mulutnya karena Guna terlihat biasa-biasa saja tanpa menujukkan ekspresi kekesalannya kepada Raka.


"Nggak soalnya bisa pulang dan langsung peluk istri!" ucap Guna.


"Astaga harusnya marahin si Om, dia udah membuat kerja keras kita berantakan!" ucap Gemal.


"Sebagai yang paling muda Gem memang kamu yang harusnya banyak bekerja dibandingkan kita!" goda Alfa.


"Kita serahkan rencana yang gagal ini sama kamu ya Gem, jangan lupa tagihannya dibayar" ucap Guna menujuk tagihan sewa komedi putar selama lima jam. Sebenarnya Guna telah menyelesaikan semua tagihannya ia hanya ingin menggoda adik laki-lakinya ini agar kesal padanya.


"Pulang sana bubar!" kesal Gemal membuat Guna, Alfa dan Karina tertawa terbahak-bahak. "Eh...tunggu dulu dari pada ruginya banyak, yuk kita naik komedi putar mengenang masa kecil kita!" ucap Gemal tersenyum manis dan menarik paksa tangan Guna agar mengikutinya naik komedi putar.


"Gemal jangan gila!" teriak Guna.