
Setelah kejadian semalam Adinda menyebut nama Rifki, membuat Raka benar-benar kesal dan memilih untuk diam dan mengacuhkan Adinda. Hari ini Raka sengaja tidak menghubungi Adinda seperti biasanya. Biasanya ia akan menayakan Adinda sedang apa dan sudah makan apa belum. Pikiran Raka terbelah karena permintaan konyol Adinda dan juga kekesalannya karena Adinda menyebut nama Rifki. Rasa cemburunya memang benar-benar menyiksanya, Ia bahkan terlihat seperti laki-laki yang sangat menyebalkan jika ia sedang dilanda rasa cemburu.
Rifki merupakan kekasih Adinda sejak dulu dan mereka memiliki hubungan sebagai pasangan kekasih sudah sejak lama. Rasa cemburu tentu saja akan selalu datang jika mengingat keakraban mereka. Wajah Raka terlihat sangat lelah, ia dilema karena mendiamkan istrinya yang sedang hamil seperti ini dan itu membuatnya tidak tega. Apalagi pagi tadi sikapnya sangat dingin dengan Adinda walaupun istrinya sedang memperhatikannya.
Raka melihat jam dipergelangan tangannya menunjukkan pukul tiga sore, ia segera menghubungi Guna dan Gemal paling tidak kedua keponakannya itu bisa memberikannya solusi dari masalah yang sedang ia hadapi.
"Hallo Assalamualikum, Gun" ucap Raka.
"Waalaikumsalam Om" ucap Guna.
"Dimana?" tanya Raka.
"Di Kantor kenapa Om?" tanya Guna.
"Saya butuh solusi dari kalian, saya tunggu di cafe W&D jam empat dan ajak Gemal sekalian!" ucap Raka dengan nada memerintahnya.
Guna tersenyum, Raka memiliki harga diri yang tinggi. Jika itu hanyalah masalah bisnis pasti Raka tidak akan menghubunginya. Ia sangat mengenal Raka Omnya itu. Raka hanya akan meminta bantuan mereka jika menyangkut satu nama, Adinda istrinya.
"Oke Om" ucap Guna.
Raka berkutat dengan berkas yang ia tangani dan setelah jam menunjukkan pukul setengah empat lewat Raka segera menyudahi pekerjaaannya. Ia melangkahkan kakinya keluar dari ruangannya. Malam ini semua keluarga akan hadir di acara makan malam di kediaman utama Candrama. Raka telah meminta beberapa chef khusus di hotel mewah miliknya untuk menyiapkan hidangan untuk keluarga besarnya. Ia juga berpesan kepada para maid di kediamannya agar tidak membiarkan istrinya mengerjakan apapun di kediamannya.
Raka menuju parkiran mobilnya dan ia segera memasuki mobilnya lalu menghidupkan mesin mobilnya. Raka melaju dengan kecepatan sedang menuju cafe W&D tempat dimana ia dan kedua keponakannya berjanji untuk bertemu. Raka sampai di Cafe dan melihat dua mobil sport milik keponakannya itu telah terpakir tidak jauh dari mobilnya. Raka segera keluar dari mobilnya dan melangkahkan kakinya masuk kedalam cafe. Ia melihat Guna dan Gemal sedang duduk disudut Cafe. Suasan Cafe memang terlihat sangat menenangkan apalagi saat ini musik instrumental yang lembut terdengar mengalun indah.
Gemal melambaikan tangannya membuat Raka segera mendekati mereka dan kemudian duduk dihadapan mereka. "Kusut amat Om?" goda Gemal.
"Istri minta yang aneh-aneh nggak diurutin malah sebut nama mantan" ucap Raka membuat Guna dan Gemal tertawa.
"Turuti saja kenapa Om?" goda Guna.
"Jika Ayunda atau Vivian meminta permintaan aneh seperti itu pasti kalian tidak akan mengikutinya seperti saya!" ucap Raka.
Seorang karyawan cafe mendekati Raka dan menyerahkan menu makanan kepada Raka "Potongan buah, cake stawberry, es krim dan es teh" ucap Raka membuat Guna dan Gemal saling berpandangan dan kemudian keduanya terkekeh.
"Om Ngidam ya? kok jadi suka makan makanan manis gini hehehe...?" ucap Gemal.
"Nggak tahu biasanya suka minun kopi pahit tapi akhir-akhir ini lebih suka milkshake atau minuman manis dan rujak sebagai cemilan" ucap Raka menggaruk tengkuknya membuat Gemal dan Guna tersenyum.
"Wah lucu banget ya Om, tebakan gue pasti Om ngidamnya tanpa sepengetahuan Dinda, iya kan?" tebak Gemal.
"Gengsi Gem kalau ketahuan jadi manis gini makanannya" ejek Guna membuat Raka menghela napasnya.
"Oke Om, hehehe" kekeh Gemal dan Guna.
"Saya tidak bisa merubah warna rambut saya!" ucap Raka memegang rambutnya.
"Ada caranya Om" ucap Gemal tersenyum membuat Raka menaikan satu alisnya menatap Gemal dengan tatapan serius.
"Apa Gemal? saya harus bisa memenuhi keinginan konyol Dinda tapi setelah kemarahan saya mereda" ucap Raka karena ia masih akan mendiamkan istrinya itu sampai istrinya itu mengaku salah.
Gemal mengeluarkan sesuatu dari dalam paperbag yang telah ia bawa. "Ini rambut palsu kata yang jual rambut palsu ini modelnya seperti rambut Oh Sehun yang pernah di cat abu-abu" ucap Gemal membuat Raka menatap rambut palsu itu dengan tatapan menyelidik.
"Nggak gatal Gem?" tanya Raka.
"Mana Gemal tahu Om, ini aja Gemal beli tiga hari yang lalu karena tahu Om nggak bakal mau di cat rambutnya. Gemal mana pernah pakai rambut palsu Om" jelas Gemal.
Guna mengambil rambut palsu itu dan mendekati Raka, Raka menghindar membuat Guna menghela napasnya. "Om katanya sayang istri, ayo dicoba dulu Om!" ucap Guna yang tidak sabar lagi melihat penampilan Raka setelah memakai rambut palsu itu
Dengan wajah yang ditekuk karena kesal, Raka mencoba rambut palsu itu. Gemal mendekati Raka dan merapikan rambut palsu yang Raka pakai. "Gila anak kpop banget ini hahaha" tawa Gemal membuat Guna ikut tertawa melihat penanpilan Raka.
Raka melihat beberapa orang menatap kearahnya, dua orang remaja berteriak histeris melihatnya membuat Raka menghembuskan napasnya. "Gem...Guna " panggil Raka.
"Iya Om" ucap Gemal.
"Kalian itu keponakan Om yang paling Om sayangi" ucap Raka membuat Gemal dan Guna saling bertatapan. Keduanya merasa ada sesuatu yang salah dari tatapan Om mereka yang saat ini menatap mereka dengan tatapan seriusnya.
"Om kita memikirkan masalah Om dan inilah caranya Om yaitu memakai rambut palsu!" ucap Gemal.
"Iya dan saya sangat berterimakasih tapi kita sebagai keluarga mempunyai tali persaudaraan yang kuat. Ingat apa kata kakek kalian Gem Gun, kita harus saling membantu!" ucap Raka.
"Iya Om makanya kita bantu" ucap Guna melipat kedua tangannya menatao dingin Raka.
"Bantuan kalian masih setengah hati" ucap Raka membuat Gemal melototkan matanya sedangkan Guna menghembuskan napasnya.
"Apalagi maunya Om?" tanya Gemal kesal.
"Kalian juga harus memakai rambut palsu ini bersama saya Gem! belikan dua rambut palsu lagi!" pinta Raka membuat Gemal menelan ludahnya. "Ini demi calon sepupu kalian yang masih berada didalam kandungan Tante kalian" ucap Raka membuat Gemal dan Guna menggelengkan kepalanya menolak keinginan konyol Raka.
"Dosa tahu nolak permintaan Om sendiri!" ucap Raka lagi sambil tersenyum penuh kemenangan menatap kedua keponakannya yang saat ini terlihat sangat kesal padanya.
"Ingat saya ini juga orang tua kalian, adik Papa kalian!" ucap Raka menyunggingkan senyumannya.