
Raka ingin menghubungi Radina karena Akmal dan Adam tidak bisa menghubungi Radina. Semua akse komunikasi yang menghubungkan Radina di blok oleh Brian termasuk media sosial tempat Radina bisa menghasilkan uang. Raka bisa. mengerti kenapa Brian melakukan itu semua dan ia yakin Brian sudah mulai menyukai adiknya itu.
Raka tidak punya pilihan agar tidak berhubungan dengan Brian karena Brian sialnya telah menikahi Radina yang artinya Brian adalah adik iparnya. Sebenarnya Raka bisa saja meminta istrinya untuk menelpon Brian dan meminta Brian agar mengizinkan Radina bertemu dengannya tapi Raka memilih untuk tidak meminta istrinya itu menghubungi Brian. Raka tidak suka Brian berbicara dengan Adinda karena akan membuatnya kesal dan akhirnya ingin sekali memukul wajah menyebalkan adik iparnya itu.
Radina harus tahu apa yang terjadi dengan Mami mereka dan ia berencana untuk mengajak Radina ke Singapura menjenguk Mami mereka tapi Raka yakin Brian tidak akan mengizinkan Radina pergi bersamanya terlebih lagi Radina sedang mengandung saat ini. Kedatang Raka ke kekediaman Brian hanya ingin melihat keadaan Radina dan. juga memberitahu keadaan Mami mereka.
Raka menghentikan mobilnya didepan gerbang kediaman Brian yang sanga luas itu. Untuk masuk kedalam kediaman ini, ada protokol yang harus Raka lewati karena Brian tidak sembarang menerima tamu. Akmal sudah lima kali datang kemari dan hasilnya tetap sama, ia tidak diperbolehkan untuk menemui Radina.
Dua orang bodyguard bertubuh besar dan memiliki banyak tato ditubuhnya segera keluar dari gerbang dan mendekati Raka. Raka membuka kaca mobilnya dan menatap mereka dengan dingin.
"Ada keperluan apa anda datang kemari?" tanyanya.
"Saya Raka Candrama, Kakak sulung Radina. Saya ingin menemui Brian dan Radina!" ucap Raka.
"Apa anda sudah berjanji dengan Tuan?" tanya salah satu dari mereka.
"Saya tidak perlu berjanji jika ingin bertemu adik saya sendiri dan adik ipar saya!" jelas Raka kesal karena baru kali ini ia ingin menemui seseorang dan harus melewati protokol yang tidak penting.
Dasar bocah dia pikir dia presiden...
batin Raka kesal.
Salah satu dari mereka segera menghubungi asisten Tuan mereka dan menyebut nama Raka Candrama sebagai tamu yang baru saja melaporkan kedatangnnya.
"Baiklah anda diizinkan untuk masuk!" ucap mereka.
"Selamat datang Tuan Raka Candrama" ucapnya membuat Raka hanya menganggukan kepalanya sambil menatap Adil dingin.
"Mana Tuanmu?" tanya Rakas sinis. Ia tidak perlu berbasa-basi karena kesal dengan sikap Brian yang sombong dan menyebalkan.
"Ada keperluan apa Tuan?" tanya Adil sopan namun membuat kemarahan Raka memuncak.
Jika kau bukan suami adikku, aku tidak akan pernah datang ke kastilmu ini hanya untuk menemui adikku.
"Apa saya harus mengatakan maksud dan tujuan saya datang kemari dan memohon kepada Tuanmu untuk bertemu adik saya sendiri?" tanya Raka kesal.
"Ini adalah protokol kedatangan Tamu untuk Tuan Brian, Tuan Raka" jelas Adil.
"Saya tidak perlu protokol karena saya adalah bagian dari keluarga ini!" ucap Raka membuat sosok Brian menyunggingkan senyumannya. Saat ini Brian sedang duduk diruang kerjanya sambil menatap Raka dari layar monitor miliknya
Akhirnya kau datang menemuiku Raka Candarma. Aku sudah menunggumu untuk mengundangku datang ke Kediamanmu tapi kau tidak pernah mengundangku. Keluarga? apa kau benar-benar menganggapku telah menjadi bagian dari keluargamu?.
Dasar sombong
Batin Brian kesal
tbc...