CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Pagi yang hangat


Ayunda sedang memandikan bayi kecilnya dan bersama bayi besarnya yang ikut berendam bersama di dalam bathup. Hari ini hari sabtu dan Guna sengaja tidak masuk kerja dan meminta asistenya untuk datang ke Rumah agar ia bisa menandatangi berkas yang harus segera ia tandatangi.


"Ma" panggil Guna membuat Ayunda yang sedang menyabuni Ghavin menatap Guna yng saat ini sedang berbaring memangku Ghavin.


"Kenapa Pa?" tanya Ayunda melirik Guna sekillas membuat Guna tersenyum.


"Papa juga pengen dikeramasin dan dimandiin kayak Ghavin!" ucap Guna sengaja menggoda istrinya membuat Ayunda menatap sinis Guna.


"Mesum" ucap Ayunda membuat Guna terkekeh.


"Hehehe... kok mesum kan minta dimandiin kayak Ghavin Yu!" goda Guna lagi.


"Mas pagi-pagi udah godain Ayu nggak malu apa sama anak?" kesal Ayunda membuat Guna tertawa.


"Hahaha, sensi amat si Ma," ucap Guna mengelus kepala Ayunda dengan sabun membuat Ayunda kesal.


"Mas Ayu udah mandi..." teriak Ayunda membuat Ghavin tertawa seakan-akan apa yang dterjadi kepada kedua orang tuanya itu lucu.


"Anak sama bapak sama aja, ini Ghavin kalau gede pasti sengkokolan sama Papanya ngerjain Mamanya," ucap Ayunda. "Semuanya mirip kamu semua Mas, jadi pengen anak lagi Kan..." ucap Ayunda.


"Nanti tunggu Ghavin besar, lagian Mas belum siap melihat kamu kesakitan kayak kemarin Yu!" ucap Guna membuat Ayunda tersenyum.


"Sayang banget kayaknya sama Mamanya Ghavin hehehe... " Kekeh Ayunda.


"Tentu saja sayang, susah soalnya dapetinya. Kalau nggak terjebak nggak akan mau dinikahin," ucap Guna.


"Siapa bilang nggak mau? kalau Mas Guna bilang cinta saat itu pasti Ayu pikirkan buat menerima perasaan Mas Guna. Ini minta Ayu cari cowok lain biar menghidari permintaan Mami!" ucap Ayunda membuat Guna tertawa saat mengenang masa lalu.


Ayunda membilas tubuh Ghavin dengan air lalu memeluk Ghavin dengan handuk. Ghavin tiba-tiba menangis membuat Ayunda segera menyusui Ghavin membuat Guna tersenyum. "Kenapa senyum-senyum? mau juga nyusuin Ghavin?" ucap Ayunda galak.


"Nggak...maunya Mas itu nyusu kayak Ghavin, Mas nggak akan nolak" ucap Guna membuat Ayunda memutar bola matanya.


"Ogah" ucap Ayunda membuat Guna tertawa terbahak-bahak. Menggoda istrinya pagi ini membuatnya bahagia. Kesibukannya membuatnya selalu saja pergi pagi dan pulang malam.


"Hahaha, jangan ngambek dong Ma, sebelum Ghavin ada kamu kan punyanya Papa" ucap Guna.


"Mas, kalau Ghavin udah ngerti ucapan Mas. Awas aja Mas ngomong kayak gini didepan Ghavin!" Ayunda.


"Iya tapi mandiin ya Yu! mau di keramasin kayak Ghavin!" ucap Guna.


"Iya, Ayu kasih Ghavin sama Mbak dulu Ya Mas" ucap Ayunda segera berdiri dan melangkahkan kakinya keluar dari kamarnya bersama Guna dan memanggil pengasuh Ghavin.


Guna membuka matanya dan tersenyum "Kamu suka tidur beneran Yu, kalau Mas kan nggak tidur hanya merem dikit," ucap Guna.


"Sini masuk!" ucap Guna.


"Males nanti bukanya mandi, malah Mas minta yang aneh-aneh," ucap Ayunda membuat Guna terkekeh.


"Waspada ya Yu?" goda Guna.


"Ya iya Mas, Mas itu sama Om Raka sama aja," ucap Ayunda.


"Beda Yu, kata kamu tampan Mas kan dibandingkan Om Raka?" ucap Guna tersenyum manis.


"Iya," ucap Ayunda membuat Raka mengelus kepala Ayunda dan ia mengangkat tubuh Ayunda agar bergabung bersamanya di bathup. "Mas Ayu jadi mandi lagi kan," kesal Ayunda.


Guna memeluk Ayunda dan menatap mata jernih Ayunda yang membuatnya selalu merasa tenang. "Mas kenapa hari ini nggak masuk kerja?" tanya Ayunda.


"Kangen sama kamu dan Ghavin" ucap Guna membuat Ayunda merasa beruntung menjadi istri dari Gunadarma Candrama. "Yu Mas mau tanya, Dinda itu dari kecil mandiri ya Yu?" tanya Guna.


"Pasti diminta si Om buat tanya ini ke Ayu?" tanha Ayunda menyipitkan matanya.


"Iya Yu, kemarin siang Om terlihat sangat kusut banget dan tiba-tiba dua ngajak makan siang. Dia cerita kalau Dinda sekarang beda banget Yu. Dinda nggak minta apa-apa sama Om Raka dan Dinda memenuhi keinginannya sendiri tanpa bantuan Om Raka," jelas Guna.


"Dinda memang begitu Mas, sejak kecil saja dia selalu mengalah sama Ayu. Pada hal dia yang paling kecil. Dinda itu nggak mau ngerepotin orang, apalagi kalau yang dia mintai tolong terlihat kesal padanya. Dia orangnya nggak enakkan. Hmmm...Om Raka masih marah sama Dinda?" tanya Ayunda.


"Hanya kesalahpahaman. Om Raka itu tidak dibesarkan oleh Ibunya jadi mungkin dia agak susah bersikap sedikit lembut dan selalu mandiri. Dia sekarang malah bingung bagaimana mengubah pikiran Dinda agar bergantung padanya" ucap Guna.


"Ngomong aja dari hati ke hati Mas bilang sama si Om, Dinda itu anaknya pengertian."


"Iya lagian si Om sudah Kita kasih saran Yu dan besok Om ngajak ke puncak, disana dia mau memenuhi semua keinginan Dinda" ucap Guna. "Ini rahasia ya Yu!" ucap Guna membuat Ayunda tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Emang Mas pikir Ayu ini Adinda yang suka keceplosan?" ucap Ayunda menyebikkan bibirnya membuat Guna terkekeh.


"Hehehe... jangan ngambek dong, hari ini mau ke Mall?" tanya Guna.


"Mau Mas" ucap Ayunda membuat Guna mencium bibir Ayunda dengan lembut dan pagi ini menjadi pagi yang hangat bagi keduanya karena Guna berhasil merayu Ayunda pagi ini. Membuat kesal semua keluarga yang saat ini menunggu keduanya untuk sarapan bersama.


Rumah kediaman Bagas sedang di perbesar dan saat ini bangunannya baru rampung tujuh puluh persen. Kemungkinan bulan depan akan selesa dan siap dihuni kembali. Untuk sementara ini mereka semua tinggal di rumah Aditya dan juga Elin.