CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
CEO-ku Suamiku


Ghavin dan Gayatri telah terlelap dan Ayunda menitipkan kedua buah hatinya itu kepada pengasuhnya. Ayunda dan Guna saat ini menikmati acara sorenya dengan berjalan bersama sambil berpegangan tangan. Suasana hotel memang cukup ramai. Keduanya tersenyum dan Guna mengajak Ayunda duduk di restauran cafe dan dua orang pelayan mendekati mereka dengan membawa sebuah cake spesial untuk Ayunda. Ayunda tersenyum karena suaminya ini seperti biasa selalu memberikan kepadanya sebuah kejutan.


"Aku mencintaimu sayang," ucap Guna memegang kedua tangan Ayunda membuat Ayunda tersenyum.


"Aku tahu Mas," ucap Ayunda malu-malu. "Sekarang Mas selalu terus terang nggak kayak dulu," Ayunda menyubit lengan Guna.


Guna tersenyum dan mencium pipi Ayunda "Ternyata terus terang lebih menguntungkan Yu!" ucap Guna membuat Ayunda menatap Guna dengan tatapan malu-malu.


"Iya Mas," ucap Ayunda.


Ayunda menyandarkan kepalanya dibahu Guna. "Mas, Ayu sangat bahagia karena tetangga idola Ayu jadi suami Ayu!" ucap Ayunda membuat Guna terkekeh.


"Mas juga nggak menyangka jika istri Mas itu cewek centil yang suka cium-cium Mas!" goda Guna membuat Ayunda menepuk lengan Guna dengan pelan.


"Mas genit banget beda sama yang dulu!" ucap Ayunda.


"Dulu pencitraan Ayu sekarang ini sifat asli Mas. Mas Genitnya hanya sama kamu!" ucap Ayunda membuat Ayunda terkekeh. Ayunda mendekati wajah Guna dan kemudian Guna segera mencium bibir Ayunda.


Dor... seseorang mengejutkan Ayunda dan Guna. Ayunda segera mendorong pelan tubuh Guna "Hahaha ketahuan mesra-mesraan ditempat umum," goda Adinda membuat Ayunda kesal.


Raka mendekati istrinya itu dan menarik telinganya "Kak...sakit," rengek Adinda.


"Kamu jahil banget Dinda, coba kalau kita lagi begitu dan diganggu pasti kamu kesal!" ucap Raka.


"Iya Dinda salah, maaf!" ucap Adinda.


"Minta maaf sama Ayu dan Guna!" pinta Raka.


"Maaf, ya Mbak, Kak!" pinta Adinda.


"Mas, kita ke kamar aja!" ucap Ayunda menatap Adinda dengan sinis.


Guna tersenyum menatap Raka dan ia kemudian mengajak Ayunda melangkahkan kakinya meninggalkan Adinda dan Raka. Guna mengangkat jempolnya kearah Raka membuat Raka menyunggingkan senyumannya. Guna merangkul bahu Ayunda sambil tersenyum "Marah?" tanya Guna.


"Kesal," ucap Ayunda membuat Guna tersenyum.


"Jangan kesal sayang, kan nanti dikamar bisa hehehe... " kekeh Guna.


"Genit..." ucap Ayunda manja.


"Genit sama istri nggak dosa Yu!" ucap Guna.


"Iya Masku, Ayu tahu!" ucap Ayunda memutar bola matanya.


"CEO-ku," ucap Ayunda.


"Apa?" goda Guna.


"Suamiku," ucap Ayunda.


"Suaminya siapa?" tanya Guna lagi.


"Mas suka banget godain Ayu!" kesal Ayunda.


"Suami Ayu yang paling tampan dan nggak akan terganti. CEO-ku Suamiku!" ucap Ayunda.


"Iya istriku," ucap Guna.


Keduanya sampai didepan kamar mereka. Guna menggeser pintu kamar mereka dan ia masuk kedalam kamar ala jepang yang saat ini menjadi kamar yang akan mereka huni. "Suasan baru ya Yu!" goda Guna.


"Pasti Mas maunya yang begitu kan? udah jelas tuh dipikiran Mas," ucap Ayunda membuat Guna mengelus kepala Ayunda.


Guna memeluk Ayunda dari belakang dan ia membisikam sesuatu ditelinga Ayunda. "Mas tahu, Ayu sering sekali melihat mas dari balkon kamar," ucap Guna.


"Mas bohong, pasti Dinda yang cerita?" tanya Ayunda.


Guna mengeluarkan ponselnya dan kemuidan ia menujukkan sebuah video saat Ayunda menatap kamarnya dari jauh. "Itu kamu kan memang sering ngintipi Mas pakek teropong," ucap Guna.


"Hehehe, jadi waktu ulang tahu Ayu dulu Mas sengaja buka baju dan hanya pakai celana pendek dan berdiri dibalkon?" tanya Ayunda.


Guna tersenyum dan menganggukkan kepalanya "Perempuan genit yang suka ngintipin Mas pasti suka dengan hadia yang tak terduga dari Mas?" goda Guna membuat Ayunda terkikik geli.


"Ya... saat itu kan Mas baru pulang dari Amerika dan Mas mau jadi CEO diperusaha. tempat Ayu bekerja kata Mami. Ayu senang banget ngihat perut kotak-kotak idola Ayu," ucap Ayunda membuat Guna mengeratkan pelukannya.


"Saat kamu mabuk dan cium-cium Mas, Yu. Mas kesal banget!" ucap Guna.


"Kenapa kesal Mas?" tanya Ayunda menyebikkan bibirnya.


"Mas lebih suka kamu ciun Mas kalau kamu sadar Yu!" ucap Guna membuat Ayunda terkekeh.


"Hehehe...Ayu bersyukur karena mabuk kalah nggak Mas belum tentu mau nikah sama Ayu!" ucap Ayunda.


"Siapa bilang, saat pertama kali kamu cium Mas di Kantor Mas langsung bilang ke Mama minta segera atur waktu biar Mas bisa nikah sama kamu!" ucap Guna membuat Ayunda tersenyum.


"Iya Masku sayang, CEO-ku Suamiku. Aku cinta kamu!" ucap Ayunda dengan suara yang kencang membuat Guna segera membungkam suara Ayunda dengan bibirnya."