CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Topeng tenang Guna


Guna menghapus air mata istrinya dengan jemarinya, Ia menyesal karena rasa cemburunya membuat sikapnya menjadi sangat keterlaluan hingga membuat istrinya hampir saja pergi meninggalkannya. Selama ini ia berhasil menyembunyikan rasa cemburunya kepada setiap laki-laki yang terlihat mencoba mendekati istrinya. Salah satunya adiknya sendiri Gemal, Gemal pernah mengatakan jika ia tertarik dengan Ayunda hingga membuat Guna kesal dan menginginkan Gemal untuk melanjutkan studynya atau berkerja di Rumah Sakit yang berada diluar negeri tanpa harus kembali ke Indonesia. Guna bisa tenang saya Gemal memilih untuk menikahi Vivian.


Kecemburuannya mungkin sudah pada level tidak tertolong. Apalagi jika ada laki-laki yang pernah dekat dengan istrinya di kantor pasti akan segera ia mutasikan. Ada rasa kurang percaya diri dari Guna saat melihat Ayunda yang terlihat mudah bergaul dan memiliki banyak fans dikantornya. Guna selalu menunjukkan raut wajah nyamanya selama ini dan menyembunyikan kecemburuaanya dengan sangat rapi. Hanya Raka dan Gemal yang tahu betapa ia sangat cemburu hingga membuatnya malu mengakuinya kepada Ayunda karena takut Ayunda kesal dengan sikapnya.


"Mas, Ayu kan cintanya sama Mas Guna? kenapa Mas mesti takut Ayu bakalan selingkuh sama laki-laki lain. Ayu kan udah bucin parah sama Mas Guna!" ucap Ayunda.


"Mas nggak suka kamu tertawa sama laki-laki lain soalnya... " Guna memegang tengkuknya dan menatap istrinya itu dengan tatapan malu.


"Soalnya apa Mas?" tanya Ayunda.


"Kamu cantik sekali Yu kalau tertawa, Mas ngerasa kamu itu hanya milik Mas. Kamu jangan takut ya Yu sama tingkah Mas. Mas udah konsultasi sama pskiater dan sikap Mas masih batas wajar Yu" ucap Guna membuat Ayunda membuka mulutnya karena tidak menyangka suaminya memiliki sikap seperti ini.


"Kok gitu Mas? harusnya Mas nggak perlu ke pskiater!" ucap Ayunda.


"Perlu Yu, Mas punya kecendrungan dan bisa saja sifat overproktetif yang Mas miliki menekan kamu hingga membuat kamu terluka seperti tadi!" ucap Guna "Tadi Mas hampir kelepasan dan ingin memarahi kamu!" ucap Guna. Guna memang tidak akan memukul Ayunda namun kata-kata kasar dari bibirnya karena emosi, bisa saja akan membuat istrinya bersedih dan berujung pada penyesalan.


Ayunda tidak tahu jika Guna pernah memukul salah satu karyawannya karena berani menatap Ayunda dengan tatapan penuh minat saat Ayunda masih bekerja dikantor bersamanya. Masalah itu pun membuat Gemal dan Adit merasa Guna berlebihan. Ayunda mungkin juga akan sangat marah jika mengetahui Guna meminta orang membuntutinya ke club waktu itu hingga ia yang tadinya tidak ingin datang ke club menemui teman-temannya memilih datang agar bisa menjaga wanita yang disebut-sebut maminya itu sebagai menantu. Kejadian di club saat mereka bertemu disana bukan suatu kebetulan karena Guna tahu keberadaan Ayunda disana dan ia berhasil mempercepat pernikahaan dengan cara yang tidak terduga. Bagas awalnya tidak menyetujui keinginan istrinya untuk menikahkan Guna dan Ayunda. Tapi karena melihat putrinya yang berani menciun Guna membuat Bagas dengan berat hati segera menikahkan mereka.


Guna berusaha untuk tidak menunjukkan tingkahnya yang berlebihan didepan Ayunda seperti saat Ayunda hampir diculik. Keluarganya bahkan tidak tahu jika Guna hampir saja melakukan perang bisnis dengan Brian bahkan mengancam Brian akan melakukan hal yang sama dengan mengurung Radina saat itu, jika Raka tidak menghalangi niatnya.


Kesabaran Guna hanya topeng selama ini jika menyakut dengan Ayunda. Penampilan seseorang tidak menjamin dengan prilaku orang itu yang sebenarnya. Rasa cemburu yang berlebihan membuat Guna menyadap telepon genggam Ayunda dan juga meminta seseorang yang bekerja di kantor melaporkan apa yang dikerjakan Ayunda selama bekerja di kantornya.


"Maafkan Mas Guna Yu!" ucap Guna membuat Ayunda tersenyum.


"Ayu senang Mas cemburu, Mas berarti benar-benar mencintai Ayu. Senyum tenang itu ternyata penipu!" ucap Ayunda memegang bibir Guna membuat Guna kesal dan menggigit kecil jari istrinya itu.


"Lain kali Mas bilang kalau Mas cemburu, lagian sekarang Ayu kan udah jadi istri Mas Guna. Udah jadi jelek Mas udah punya anak" ucap Ayunda membuat hati Guna yang terbakar api cemburu segera mereda ketika melihat senyuman hangat dari Ayunda.


"Mas harus percaya sama Ayu!" ucap Ayu mengelus kepala Guna membuat Guna tersenyum dan segera mencium bibir istrinya itu dengan lembut.


ketukan pintu membuat keduanya melepaskan bibir keduanya yang saling bertautan. Guna membuka pintu kamarnya dan melihat Gia membawakan nampan yang berisi makanan. "Pasti laper apalagi Mbak Ayu kan sedang menyusui. Maaf ya Mbak, Kak udah ganggu!" ucap Gia melihat bibir Guna dan ia menahan tawanya.


"Bibir Mas Guna nggak bisa bohong, uda belepotan lipstik juga hahaha" tawa Gia membuat wajah Ayunda memerah karena malu. Sedangkan Guna tersenyum mendengar ucapan Gia.


"Mas Guna, jangan terpancing sama temanya Kak Arjun. Si Kalandra itu memang jahil Mas makasnya udah tua masih jomblo!" ucap Gia. "Peracaya aja sama Mbak Ayu, Mbak Ayu udah cinta benget sama Mas Guna. Kalau Gia jadi Mbak Ayu, Gina udah pergi sejak sore tadi karena sikap Oma yang keterlaluan!" ucap Gia.


"Iya Gia, Mbak hanya ingin Oma dan Mami Elin baikan" ucap Ayunda.


"Kalau gitu Mbak harus bisa menghadapi Oma, gampang kok Mbak. Mbak harus sering tersenyum jika Oma mulai menyebalkan. Oma pasti kesal tapi kalau Mbak terlihat sedih, Oma bakalan merasa diatas angin dan sikapnya semakin parah. Mama Gia dulu awal-awal tinggal sama Oma malah nangis terus karena sakit hati dengan ucapan sadis Oma" jelas Gia membuat Ayunda terkejut.


Menantunya aja digituin dulu apalagi aku...


batin Ayunda.


"Tapi setelah melewati tahap uji coba, Oma sekarang sayang banget sama Mama Gia mbak" ucap Gia.


Tahan banting maksudnya? ucapan Oma itu yang bikin hati aku sakit banget ditambah lagi Mas Guna diamin aku. Kalau tadi Mas Guna nggak jelasin, aku beneran pergi sama Ghavin.


"Ya udah Gia permisi ya Mbak, Kak. Selamat menikmati makanannya. Hmmm... Mas Guna uang jajajn Gia jangan lupa!" ucap Gia tersenyum manis membuat Ayunda terkekeh.


Gia segera keluar dari kamar Guna dan Ayunda. Guna mengambil makanan yanh dibawakan Gia, ia menyiuapkan makanan itu kepada Ayunda membuat Ayunda tersenyum senang.


"Besok pagi-pagi sekali siapkan asi buat Ghavin setelah itu kamu ikut Mas keliling kebun sama Gia dan Arjun. Kira harus pergi cepat sebelum Oma meminta kamu melakukan sesuatu!" ucap Guna.


"Iya Mas" ucap Ayunda menganggukkan kepalanya dan kembali memeluk Guna dengan erat.


tbc...


jangan lupa jempol dan vote!