
Ayunda melangkahkan kakinya masuk ke dalam kantor. beberapa karyawan melihat penampilan Ayunda yang terlihat cantik. Melan menatap Ayunda dengan tatapan kesal apalagi melihat penampilan Ayunda yang terlihat sempurna. Ayunda menghela napasnya karena ia bingung bagaimana bersikap didepan Melan. apalagi Melan sangat membencinya karena kesalahapahaman diantara mereka.
kalau gue negur dia ntar dia nggatain gue yang bisa bikin hati gue sakit.
nggak usah ditegur aja deh kalau gitu.
Ayunda menekan tombol lift khusus petinggi Candrama membuat Melan menarik tangan Ayunda. "Lo nggak sadar juga ya Yu, lo itu ternyata sangat jahat. pelakor yang memanfaatkan tubuh lo hanya karena uang!" ucap Melan.
Ayunda menghela napasnya "Semua apa yang gue lakukan bukan urusan lo!" kesal Ayunda.
Melan menatap Ayunda dengan sinis "Lo teman gue dan kewajiban gue buat lo sadar tapi apa ucapan gue hanya lo anggap angin lalu!" ucap Melan.
"Teman? kalau lo benar-benar teman gue harusnya lo dengar penjelasan gue dulu baru lo bisa maki gue sesuka hati lo. tapi ternyata lo bukan teman gue, lo nggak memberi kesempatan mengatakan apa yang ingin gue sampaikan!" kesal Ayunda.
Ting lift terbuka dan Ayunda segera masuk kedalam lift, namun Melan menarik tas Ayunda membuat Ayunda terjatuh. Beberapa karyawan saling berbisik melihat kejadian itu. Apalagi Ayunda merupakan teman akrab Melan dan keduanya bekerja di satu divisi. Ayunda berdiri dan menatap Melan, dengan kesal. Ia berdiri dan merapikan pakaiannya.
"Lo sebenarnya mau apa Melan, gue salah apa sama lo?" teriak Ayunda mengundang beberapa karyawan mendekati mereka.
"Gue mau lo berhenti jadi simpanan, sebagai teman lo hue malu Yunda!" ucap Melan.
"Gue bukan simpanan, sudah berapa kali gue bilang gue bukan simpanan!" lirih Ayunda.
"Kalau lo bukan simpanan kenapa lo nginap di kamar Pak Guna waktu di Bali. lo juga sengaja mengambil cuti lo buat menjalankan misi menjijikan lo merayu Pak Guna" ucap Melan membuat semua yang mendengarnya membuka mulutnya.
Heri menghembuskan napasnya, ia mendekati Melan dan mencoba menghentikan pertengkaran Melan dan Ayunda. "Apa salah kalau gue nginap dikamar suami gue sendiri hiks... hiks...?" tangis Ayunda pecah. Ia tidak bisa lagi menahan laju air matanya.
Semua yang berada disana saling berbisik, membuat seorang laki-laki tampan lainnya menghela napasnya. "Kenapa lo Yu?" tanya laki-laki itu.
"Gemal" ucap Ayu memeluk Gemal dengan erat.
"Kakak gimana sih istri cantik begini dibully dikantornya ckckc" ucap Gemal kesal dengan Guna yang sepertinya tidak mengetahui jika Ayunda dikira perebut tunangan orang lain.
"Ayunda gue mau memperingatkan lo jika merebut yang bukan milik lo itu tidak akan membuat lo bahagia!" ucap Melan.
"Kamu siapa?" tanya Gemal.
"Lo yang siapa?" teriak Melan membuat Gemal berdecih tidak suka melihat sikap sok bijak dan baik Melan yang tidak tahu apa-apa tentang Ayunda.
"Gue, adik ipar Ayunda. nama gue Gemal Fardan Candrama" ucapnya membuat Melan dan Heri saling berpandangan karena mereka tahu jika keluarga Candrama hanya memiliki dua pewaris yang pertama Gundarma Fernan Candrama dan Gemal Fardan Candrama.
tbc...