CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
pengen foto


ada typo harap maklum...


selamat membaca!!!


Setelah makan siang Guna bergegas mengadakan rapat diruang rapat bersama para manajer. Ayunda merasa tak kuat lagi menahan rasa kantuknya karena ia baru saja minum obat yang diresepkan oleh dokter. Ayunda tidur di sofa dengan lelap. Tiga puluh menit kemudian Gunadarma selesai rapat dan ia segera menuju ruangannya menemui Ayunda.


Guna membuka pintu ruanganya dan tersenyum melihat Ayunda tidur sangat nyenyak. Guna menaikkan kedua kaki Ayunda ke atas sofa dan kemudian menyelimutkan kaki Ayunda dengan jas miliknya. ia kemudian duduk dikursi sambil menyelesaikan beberapa file yang harus ia pelajari. Sesekali Guna akan mengalihkan pandangannya ke arah Ayunda dan memastikan jika Ayunda masih tidur atau sudah terbangun. Guna mendekati Ayunda saat mendengar ringis kesakitan Ayunda.


"Kenapa?" tanya Guna mendekati Ayunda dan mengangkat kepala Ayunda agar tidur dipangkuannya.


"Nyeri hiks...hiks... " jujur Ayunda karena saat tidur tadi ternyata tangannya bergerak hingga merasa sakit.


"Besok kita periksa lagi!" ucap Guna.


"Nggak usah Mas. kata dokter kan nggak lama lagi sembuh. tiga hari lagi baru kesana!" ucap Ayunda.


"Kamu jangan nangis biar Mas nggak kahwatir!" ucap Guna.


"Ayu kan memang cengeng kalau sakit Mas" jujur Ayunda membuat Guna mengacak rambut Ayunda.


"Mau pulang?" tanya Guna.


"Udah selesai kerjaanya? kalau belum Ayu pulang sendirian aja naik taksi!" ucap Ayunda.


"Nggak, kamu pulang sama Mas, Ayu!" Guna tidak suka jika Ayu membantahnya.


"Oke tapi nanti kita mampir beli burger ya Mas!" pinta Ayu mengerjapkan kedua matanya berusaha memohon kepada Guna agar Guna membelikannya Burger.


"Tapi take away!" ucap Guna.


"Oke bosku!" ucap Ayunda mencium pipi Guna membuat Guna terkejut dan kemudian tersenyum.


"Kalau nggak ada orang jangan cium pipi ya Yu!" bisik Guna dan ia mengecup bibir Ayunda dengan cepat membuat jantung Ayunda berdetak dengan kencang.


"Argghhh... Mas... jangan gitu nanti ada yang lihat gimana?" kesal Ayunda.


"Kan nggak ada orang hanya kita berdua disini!" jelas Guna.


"Mas jangan suka ngintipin Ayu ya Mas!" ucap Ayunda. saat ini ia sengaja mengambil foto Guna dan menjadikannya DP jejaring sosialnya.


"Mas, Ayu pengen foto studio sama Mas Guna terus digedei segede layar bioskop" ucap Ayunda membuat Guna mengerutkan dahinya karen permintaan istrinya.


"Nggak usah gede-gede fotonya!" ucap Guna sambil menadatangi berkasnya.


"Jadi Mas mau ya kita foto dialam terbuka juga ajak fotografer gitu kayak artis-artis Mas. jadi kapan Mas kita fotonya?" tanya Ayunda.


"Nanti kalau kamu hamil tujuh bulan" ucap Guna membuat Ayunda menelan ludahnya.


masih lama banget. bulan depan aja belum tentu gue hamil. mungkin bisa tahun depannya lagi. kalau gue nggak hamil-hamil nggak jadi foto studio dan outdoor dong.


"Mas, kalau nunggu hamil masih lama Mas" kesal Ayunda. "Mass... " panggil Ayunda lagi.


"Dibuat cepat Yu!" ucap Guna membuat Ayunda membuka mulutnya.


"Awas lalat masuk kedalam mulut kamu!" goda Guna.


"Males ngomong sama Mas Guna" kesal Ayunda.


sebenarnya Ayunda ingin melakukan sesi foto mesranya bersama Guna dan ia bisa menujukkan fotonya bersama Guna kepada teman sekantornya.


"Saya nggak suka difoto Yu, kalau mau difoto ya tunggu acara tujuh bulanan kamu aja!" ucap Guna lagi.


"Mas pikir hamil itu gampang apa?" tanya Ayu kesal.


"Dibuat gampaalah Yu asal prosesnya lebih sering dan doanya juga sering. insyallah segera dikabulkan oleh Allah. kalau belum kamu harus bersabar minta foto studionya".


"Jadi kapan kita resepsi Mas?" tanya Ayunda lagi.


Guna terseyum senang karena berhasil menggoda istrinya "Tunggu kamu hamil dua bulan" ucap Guna membuat Ayunda berpura-pura sesak napas sangking kesalnya dengan Gundarma Candrama.


tbc....