CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
calon suami?


Ayunda dan Guna tersenyum melihat Raka, Adinda, Gemal dan Vivian yang melangkahkan kakinya beriringan. Mereka semua mendekati Guna dan Ayunda.


"Hai mbak enak banget panas-panas gini minum jus dan mesra sama suami, jadi pengen cari suami!" ucap Adinda membuat Ayunda tersenyum.


"Nggak usah jauh-jauh yang berada didekatmu biasanya adalah calon suami yang terbaik untukmu adiku yang bawel!" goda Ayunda sambil mengisyaratkan Raka yang saat ini berdiri disebelahnya.


Adinda menatap Ayunda dengan sinis, ia kesal karena kakak perempuannya ternyata sudah ikut-ikutan Kakek Farhan yang menginginkannya menjadi istri Raka.


"Mereka memang cocok tapi sayang gengsinya gede" ejek Gemal.


"Siapa yang gengsi? gue? nggaklah ngapain gengsi sama Om Raka. Om udah anggap gue itu keponakannya, iya kan Om!" ucap Adinda.


"Tidak, saya tidak merasa mempunyai keponakan bawel kayak kamu!" ucap Raka.


jleb... banget sih gue, bukannya iya in aja ucapan gue kalau dia nganggap gue ini keponakannya.


batin Adinda


Adinda mengalihkan pembicaraan dengan mengamati Jet ski dan juga banana boat yang berada ditengah-tengah laut dengan seorang pemain jet ski yang mengendalikan banana bot itu. ia melihat ada beberapa kertas yang ikut melayang terkena angin laut yang diikat di banana boat itu.


"Wah... kita harus ke banana boat itu naik jet ski ini?" tanya Adinda menatap sepuluh jet ski yang ada dihadapanya. "Kalau yang pergi ambil kertasnya Om Raka aja, nggak apa-apa kan? Biar Dinda dari sini kasih semangat sama Om Raka. kalau perlu Dinda joget-joget sambi berteriak Om Raka semangat... Om Raka semangat" ucap Adinda menggoyangkan pinggulnya ke kiri dan kekanan membuat Ayunda tertawa terbahak-bahak.


"Kalau Om Raka yang pergi naik jet skinya sendiri, kamu nggak dapat hadianya Dinda!" ucap Ayunda.


"Masa gitu sih, Mbak lihat dong kaki Dinda lecet begini!" ucap Adinda menujuk kakinya.


"Kamu yang aneh Dinda, kalau acara yang seperti ini memang harusnya pakek sepatu, kenapa kamu malah pakek sendal jepit? itu tumit kamu dari kemarin memang lecet karena kamu paksa pakai sepatu mbak saat makan malam" ucap Ayunda membuat Adinda melototkan matanya


"Mbak jangan bongkar rahasiaku dong!" kesal Adinda karena sepatu yang ia pakai kemarin adalah sepatu Ayunda.


"Kelihatan kalau nggak punya uang, semua barang yang bagus ternyata punya Ayunda semua" ucap Raka.


"Kalau punya Mbak Ayu kenapa? gue kan adik kandungnya. kalau gue pakek barang-barang punya Om, baru patut dipertanyakan!" kesal Adinda.


"Kalau lo mau pakek punya Om Raka, minta dikawinin dulu gih sama Om Raka!" ucap Gemal.


"Tapi kan kamu memang kucing, kucing garong" ucap Raka.


"Garong hati Om Raka dong!" goda Gemal sambil menepuk-nepuk lengan Raka dengan manja.


"Ya ampun Vian, kenapa laki lo ini sepertinya lekong ckckck... kasihan amat lo ya, Vi" ejek Adinda membuat Vivian hanya menatap Gemal sekilas dan ia segera mengalihkan pandangannya.


"Mas Raka halalin Adinda dong... Adinda janji bakalan jadi istri yang manis Om dan istri yang siap melayani Om tiga kali sehari Om" goda Gemal membuat Ayunda dan Gemal tertawa terbahak-bahak.


"Lo kira adik gue apaan Gem, nasi yang dimakan tiga kali sehari hahahaha" tawa Ayunda pecah.


"Bukan makanan Yu, tapi obat mujarab biar Om kita ini jadi rajin mengeluarkan suara emasnya. Cukup tiga kali sehari pelayanan Adinda membuat Om Raka puas hingga pita suaranya membaik dan mebahana saat mereka bertengkar hahaha" tawa Gemal dan Ayunda diikuti Guna yang tidak bisa menahan tawanya lagi.


Adinda menatap Gemal dan Ayunda dengan kesal namun ia memilih diam karena dia benar-benar malu saat ini. "Sudah ketawanya? kalian nggak capek?" tanya Raka kesal.


"Nggak Om, kalian lucu banget sih. Om lamar aja dia sebelum dilamar orang nanti kalau Om punya istri yang biasa-biasa aja nggak cetar kayak dia, Om bakalan kesepian Om percayalah!" ucap Gemal.


"Vian mulut suami lo ini kayak comberan!" teriak Adinda. "Om ayo kita ambil itu kertasnya biar kelar sudah misi kita dan Dinda bisa bobok cantik di kamar!" ucap Ayunda.


"Nah Om udah diajak bobok tuh!" ucap Gemal.


"Gem otak lo disiram dulu gih pakai air garam biar setanya pada kabur!" ucap Adinda.


"Hahaha jangan ngambek dong Din nanti gue nggak mau ngajakin lo nonton lagi kayak dulu!" ucap Gemal.


"Gue nggak mau ngajakin suami orang nonton sama gue. lebih baik gue nonton sama calon pacar gue!" ucap Adinda.


"Ya udah akhir pekan ini setelah pulang dari Bali lo ajak deh calon pacar lo buat nonton sama kita!" goda Gemal.


"Oke" ucap Adinda.


Rencananya mau tiga part hari ini, jempolnya jangan lupa di klik biar aku update satu part lagi hari ini!