CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Permintaan Ayunda


Saat ini Ayunda menyanyikan sebuah lagu diatas panggung membuat mereka semua tersenyum melihat kebahagiaan sepasang sejoli yang terlihat begitu serasi. Semua karyawan di Kantor takjub dengan kecantikan Ayunda. Guna terseyum melihat penampilan istrinya. Setelah Ayunda selesai menyanyi ia memanggil kedua saudaranya yaitu Alfa dan juga Adinda keduanya tampak serasi jika keduanya bukanlah saudara. Suara Alfa yang begitu merdu membuat para perempuan tak henti menatap kearahnya. Apalagi penampilan Adinda tak kalah memukau dari Ayunda tadi. keduanya menyanyikan lagu A whole New World dan tepuk tangan meriah mengakhiri penampilan mereka.


"Mas, mana perwakilan keluarga Mas Guna? masa kalah sama Kakak dan adik Ayu Mas," goda Ayunda membuat Guna terkekeh.


"Hehehe bilang aja kalau kamu ingin melihat Gemal dan Om Raka bernyanyi," ucap Guna membuat Ayunda tersenyum manja.


"Iya Mas, boleh ya! please minta mereka nyanyi dong Mas!" pinta Ayunda membuat Guna tersenyum dan menyanggupi permintaan suaminya.


"Mas juga boleh tampil?" tanya Guna membuat Ayunda terkejut.


"Emang Mas berani nyanyi di depan?" tanya Ayunda.


Guna membisikkan sesuatu di telinga Ayunda "Kejutan buat kamu tapi ada syaratnya!" pinta Guna.


"Apa?" tanya Ayunda.


"Syaratnya kamu mesti kabulin satu permintaan dari Mas nanti!" jelas Guna.


"Oke Mas, asal jangan minta yang aneh-aneh ya Mas!" ucap Ayunda.


Guna memanggil Gemal dan Raka agar mendekatinya. keduanya mendekati Guna. Guna berbisik ke telinga Raka dan kemudian ketelinga Gemal. Keduanya terkejut mendengar permintaan Guna, namun saat melihat aura dingin Guna mau tak mau Raka dan Gemal akhirnya menyetujui permintaan Guna.


Guna mencium dahi Ayunda membuat beberapa oramg berteriak histeris melihat keromantisan pengantin pria. Guna membuka jasnya dan memberikan jasnya itu kepada Ayunda lalu ia segera turun dari pelaminan dan mengajak Om dan Adiknya itu ikut bersamanya menuju panggung hiburan. Guna duduk di grandpiano sedangakan Gemal duduk di posisi drum. Gemal berteriak memanggil Alfa.


"Fa, batuin kita!" teriak Gemal. Alfa segera berdiri dan menuju panggung hiburan sambil mengacungkan jari jempolnya.


Alfa melihat Raka seperti kebingungan ia tersenyum jahil dan segera mengambil gitar bas. ia mengakat kedua alisnya dan meminta Raka mengambil Gitar dan dengan isyarat matanya meminta Raka menjadi vokalis mereka. Ayunda tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi kekesalan Raka dan Gemal yang saat ini menekuk wajahnya sambil menatap kearah Ayunda. Gemal tahu ini pasti permintaan Ayunda kepada Guna.


"Bisa Ka?" tanya Alfa membuat jiwa tak ingin dari Raka bangkit dan menatap Alfa dengan kesal.


"Tentu saja, apa yang tidak bisa aku lakukan!" ucap Raka sombong membuat Alfa terkekeh.


Seorang Alfa bisa melihat bagaimana sikap seseorang dari gaya bicara dan tingkahnya. Raka adalah sosok yang sangat cerdas dan memiliki keinginan berkompetisi. Dengan mengejek Raka, maka Raka pasti akan sangat kesal dan akan berusaha menujukkan kemampuannya. Saat remaja Raka suka bermusik walau sanga Papi tidak menyetujuinya namun Raka sering kali memainkan alat musik ketika sang Papi bertugas di luar negeri atau luar kota.


"Buktikan kalau kau bisa bermain musik dan bernyanyi lebih baik dariku!" ucap Alfa membuat Gemal tahu jika Alfa mencoba membuat Raka agar tidak membuat mereka semua tahu. Tapi Guna dan Gemal tahu bagaumana kemampuan bermusik Om mereka.


Adinda menatap mereka dengan khawatir membuat Vivian menghembuskan napasnya. "Gue dibesarkan bersama mereka sejak kecil. Om Raka adalah orang yang paling mengagumkan karena sangat cerdas. ketiganya bisa bermain alat musik tapi kalau mendengar Om Raka bernyayi, sepertinya gue belum pernah mendengarnya!" jelas Vivian kepada Ayunda.