
Alfa telah mengatur rencana agar mereka bersiap dengan segala kemungkinan yang ada. Brian terkenal dengan ketelitiannya dan juga kecerdasanya. Diumur yang masih muda Brian telah menjadi pewaris keluargannya. Saat perusahan keluraganya berada ditangan Brian, semua perusahaan itu menjadi lebih maju dan berkembang. Apalagi Brian juga memiliki banyak pengawal atau bodyguard yang selalu menemaninya kemanapun dia pergi. pengawalan para bodyguard memang menjadi kebiasaan seorang Brian karena sejak kecil Brian harus menghadapi sang Paman yang menginginkannya mati karena perebutan harta warisan keluarga mereka yang jatuh ke tangan Brian.
"Brian orang yang berbahaya dan juga tangguh, kita harus membagi Tim menjadi
dua. Sebenarnya kita bisa saja melaporkan Brian dengan kasus penculikan, namun Brian memiliki banyak ide hingga dia pasti akan berusaha untuk lari dari jeratan hukum dan akhirnya akan membahayakan Adinda jika kita terallu lama mengumpulkan bukti. Solusinya kita ikuti apa keinginan Brian dengan menukar Radina dengan Adinda" ucap Alfa karena sebenarnya masalah ini adalah masalah keluarga. "Saya akan meminta bantuan sahabat saya untuk mengawasi proses pertukaran ini!" jelas Alfa.
Raka mengambil ponselnya dan segera menghubungi Brian. Membuat mereka semua melihat kearah Raka. "Halo" suara dingin itu kembali terdengar.
"Dimana istri saya Brian, biarkan saya bicara dengan dia!" ucap Raka.
"Istri anda baik-baik saja Raka dan anda hanya perlu mengembalikan Radina kepada saya!" ucap Brian.
"Hari ini saya akan mengantarkan Radina pulang ke Rumahmu!" jelas Raka.
"Hahaha...bagaimana rasanya kehilangan seorang istri?" ejek Brian terdengar sangat menyebalkan bagi Raka.
"Jika kau berani ayo kita bertanding satu lawan satu" tantang Raka.
"Untuk apa melawanmu dengan otot Raka, karena kau sudah kalah denganku. Kau tidak bisa menjaga orang yang paling penting bagimu" ucap Brian.
"Bukanya kita sama, kau juga tidak bisa menjaga istrimu hingga dia memilih pergi darimu! jadi jangan sombong dan angkuh padaku Brian" kesal Raka.
"Sepertinya istrimu cukup cantik untuk menjadi penghuni rumahku Raka. Apa kau ingin membiarkan istrimu terkurung dirumahku selama-lamanya?" ucap Brian sengaja ingin membuat Raka marah.
"Kalau begitu bagaimana setelah istrimu melahirkan anakmu saya akan membawa istri dan anakmu pergi jauh darimu dan selamaya kau tidak akan bertemu dengan mereka!" ucap Raka membuat Alfa memegang lengan Raka karena takut Raka terpancing emosinya dengan ucapan Brian.
"Jangan macam-macam Raka, kau ingin aku menghukum istrimu dengan hukuman yang tidak bisa kau bayangkan!" ucap Brian dingin.
"Jika kau tidak ingin itu terjadi mari kita selesaikan masalah ini sekarang juga!" ucap Raka.
"Baiklah aku tunggu kedatanganmu menjemput istrimu dan kau harus mengembalikan istriku Raka. Sepertinya tantangamu untuk berkelahi denganku cukup menarik, Aku tunggu kedatanganmu Raka. Aku tahu kau tidak akan datang sendirian dan aku mempersilahkan kau datang membawa para bodyguardmu! waktumu hanya dua jam dimulai dari sekarang!" ucap Brian sengaja ingin mempermainkan Raka.
Raka yang sangat marah memukul meja hingga meja kaca yang ada dihadapanya itu pecah, membuat Radina menteskan air matanya karena ketakutan melihat kemarahan Raka. Raka tak sanggup memarahai Radina dengan kata-kata kasarnya. Ia hanya bisa melampiaskan kemarahannya pada benda-benda yang ada didekatnya.
"Om Raka... " panggil Guna meminta Raka untuk bersabar. Raka memejamkan matanya dan menghembuskan napasnya agar emosinya mereda.
"Ada waktu dua jam untuk kita bersiap!" jelas Raka karena dia telah berjanji akan menukar Radina dengan Adinda hari ini. "Saya tidak bisa menunggu lebih lama lagi karena ini menyangkut keselamatan istri saya!" ucap Raka. Raka mungkin terlihat kejam karena menukar adik bungsunya dengan istrinya.
"Kakak tenang saja Brian tidak akan menyakiti Mbak Adinda. satu-satunya perempuan yang dia benci adalah Radina jadi Mbak Dinda pasti akan aman" lirih Radina menudukkan kepalanya sambil memainkan jari-jari ditangannya karena ia ketakutan.
"Iya Pi" ucap Radina sendu. Ada kesediahan ketika mereka melihat Radina yang terlihat menderita saat ini. Radina seolah linglung dan sedih karena masalah yang ia hadapi.
"Bukankah kau mencintainya Radina?" tanya Farhan menatap Radina dan menunggu jawaban Radina. Radina menganggukkan kepalanya membuat Raka menghela napasnya.
"Sikapmu ini membuat semua keluarga terlibat Radina. Terlebih lagi Keluarga Kak Raka. Harusnya kau bisa menyelesaikan masalahmu dengan Brian dan tidak perlu lari darinya. Kau memintaku dan Kak Raka untuk menyelamatkanmu. Kau membencinya dan juga mencintainya. Jika kau tidak mencintainya kau pasti telah menggugurkan kandunganmu dan tidak akan menipu kita semua seperti ini!" kesal Adam.
"Sudah tidak usah memarahi Radina lagi, sebaiknya kita mulai bergerak!" ucap Alfa kesal karena perdebatan mereka saat ini hanya membuang waktu. Sebenarya Alfa sangat marah saat ini bukan hanya Raka. Adinda adik bungsunya yang sangat lucu itu telah beberapa hari diculik adik iparnya sendiri.
"Ayo kita pergi sekarang!" ucap Raka. "Kecuali kau Akmal! jaga dia jangan biarkan dikeluar dari sini!" ucap Raka kepada para bodyguardnya.
"Pi, Doakan Raka agar bisa membawa istri Raka pulang dengan selamat!" ucap Raka.
"Tenanglah Raka, Doa Papi selalu menyertaimu nak!" ucap Farhan. Raka mencium punggung tangan Farhan dan kemuidan segera pergi bersama Tim yang telah disiapkan Alfa.
Saat ini mereka masuk kedalam tiga unit mobil. Mobil pertama berisi Raka, Radina, Adam dan Guna. Mobil kedua berisi Gemal, Alfa, Tama dan Riskan sedangkan mobil ketiga berisi para bodyguad Guna yang telah terlatih. Alfa menghubungi Guna untuk menginformasikan rencana mereka.
"Mobil tiga akan mengawasi bagaian belakang rumah ini" ucap Alfa.
"Iya Kak, kami akan masuk ke gerbang utama dan kakak gimana?" tanya Guna.
"Kami akan masuk dengan menyusup Ka dari samping, kalian harus hati-hati!" ucap Alfa.
"Iya Kak" ucap Guna. Raka meminta ponsel Guna membuat Guna segera memberikan ponselnya kepada Raka.
"Al, jangan bertindak sebelum Guna memberikan tanda!" ucap Raka.
"Oke Ka" ucap Alfa.
Rumah yang ada dihadapanya saat ini begitu besar dan megah. Keluarga Brian memang keluarga kaya lama turun menurun dari usaha kakek buyut mereka yang memiliki banyak tanah dan juga beberapa perusahaan. Diantaranya adalah perusahan tekstil dan juga perusahaan tambang terbesar yang terdapat di beberapa wilayah.
"Saya pernah bertemu Brian disalah satu acara penghargaan pengusaha Om dan dia orang yang tidak banyak berbicara. Banyak orang yang segan padanya" ucap Guna.
"Termasuk kau?" tanya Raka membuat Guna menaikan sudut bibirnya.
"Saya bahkan tidak pernah berbicara pada sosok angkuh dan sombong seperti dia" ucap Guna.
"Tapi dia menarik untuk dijadikan teman, jika dia memperlakukan istriku dengan baik" ucap Raka membuat Guna melototkan matanya sedangkan Radina menundukkan kepalanya karena akhirnya ia harus kembali lagi ke rumah ini.