
Mendengar ucapan Ayunda membuat Guna benar-benar kesal bosan? bagaimana mungkin ia bosan dengan wanita yang selalu ia khawatirkan selama ini. Apa tidak cukup perhatian yang ia berikan? Guna tidak habis pikir dengan apa yang saat ini dipikirkan istrinya. Ia marah karena tidak suka Ayunda berada didekat laki-laki lain terlebih lagi laki-laki itu menunjukkan ketertarikannya kepada istrinya didepan dirinya.
"Ayo kita makan!" ucap Guna dingin membuat Ayunda menelan ludahnya dan menganggukkan kepalanya lalu mengikuti Guna melangkahkan kakinya keluar dari kamar ini.
Meskipun Ayunda sangat takut dengan tatapan dingin dan sikap Guna yang terlihat sangat marah tapi setidaknya suaminya itu masih mau mengajaknya makan malam bersama. Guna memegang tangan Ayunda namun memilih untuk tidak berbicara sepanjang jalan menuju ke ruang makan.
Mereka masuk kedalam ruang makan. Makanan telah terhidang dan beberapa orang dari keluarga ini, telah duduk termasuk seorang wanita cantik yang belum pernah Ayunda temui dan juga sosok Kalandra yang ternyata ikut makan malam disini ini membuat Ayunda merasa sikap Guna semakin dingin saat ini. Meja makan panjang ini terbuat dari kayu yang sepertinya akan tahan sampai puluhan tahun. Rumah ini bergaya klasik termasuk perabotannya juga. Rumah keluarga Elin yang selalu diceritakan kepada Ayunda, Rumah yang selalu Elin rindukan karena menyimpan kenangan orang tuanya.
Guna dan Ayunda duduk dihadapan Kalandra, Arjun dan juga Gia. Oma Mawar duduk di paling ujung yang merupakan kursi kepala keluarga karena saat ini Harun dan istrinya sedang berada diluar kota mengurusi pabrik mereka yang lainnya.
"Kalandra memang selalu makan malam di sini Kak jika dia berada didesa kita" jelas Arjun agar tidak terjadi perperang dimeja makan ini membuat Kalandra tersenyum. "Gia, itu istrinya Kak Guna!" ucap Arjun memperkenalkan Ayunda kepada Adik bungsunya Anggia.
Gia tersenyum melihat Ayunda yang ternyata sangat cantik dibandingkan yang terlihat di foto "Hai Mbak salam kenal, aku Gia" ucap Gia ramah membuat Ayunda tersenyum.
"Salam kenal Gia" ucap Ayunda.
"Ayo kita makan dan cicipi masakan orang kota yang cantik ini!" ejek Oma Mawar.
Guna yang ingin mengambil nasi membuat Ayunda segera mengambil alih piring Guna dan mengambilkan nasi dan sup untuk Guna. Oma Mawar mengamati pergerakan Ayunda yang ternyata begitu cekatan melayani suaminya.
"Ini enak, siapa yang masak?" tanya Gia sengaja bertanya karena ia ingin memuji masakan Ayunda. Gia tahu jika Omanya yang menyebalkan ini pasti telah membuat Ayunda kesusahan.
"Ini pasti Mbak Ayu" ucap Arjun tersenyum dan mengangkat jempolnya. "Hmmm Ghavin mana?" tanya Arjun.
"Sama Oma" ucap Ayunda, ia selalu memantau keberadaan putranya tang saat ini sedang berada di kamar sang Oma bersama pengasuhnya.
"Kenapa? kamu melarang saya bermain bersama putra kamu?" tanya Oma Mawar sinis.
Ayunda segera menggelengkan kepalanya "Nggak Oma" ucap Ayunda.
Kalandra menatap Guna dengan kesal "Ternyata percuma kamu menikah sama dia Ayu, jika dia hanya diam tanpa membela kamu!" ucap Kalandra membuat Guna geram. Ia meletakkan sendok dan garpu yang ada ditangannya dengan kesal.
"Kenapa kamu harus marah mendengar ucapan saya? apa yang saya katakan itu benar" ucap Kalandra membuat Arjun mengangkat kedua alisnya dan menghela napasnya.
"Kenapa dia harus berada dirumah ini dan makan malam dirumah keluargaku?" tanya Guna dingin membut Gia menelan ludahnya karena kemarahan Guna.
"Guna, kamu harus bisa menerima kehadiran Kalandra disini, Kamu yang harus memperingatkan istrimu agar tidak merayu Kalandra!" ucap Oma Mawar membuat Ayunda segera berdiri dan melanhkahkan kakinya meninggalkan ruang makan ini dengan amarah yang memuncak. Ia merasa terhina dengan ucapan Oma dan juga Guna yang sepertinya tidak mengerti dirinya. Tangis Ayu pecah dan ia mengambil barang-barangnya yang berada didalam lemari lalu memasukannya kedalam koper.
Guna ternyata segera menyusul Ayunda, ia melihat tingkah Ayunda yang terlihat sangat marah saat ini membuatnya mendekati Ayunda dengan perlahan dan memegang bahu Ayunda namun Ayunda segera menepisnya. "Aku akan pergi dari sini bersama Ghavin, kamu tetap disini dan bujuk Oma untuk menemui Mami!" ucap Ayunda mencoba kuat namun tetap saja air matanya menetes. "Aku tidak cukup kuat menerima kemarahanmu dan juga tingkah Oma yang sering menghinaku. Apa aku ini wanita murahan yang suka menggangu laki-laki lain? Apa aku ini tidak ada dihati kamu Mas, sampai kamu tidak percaya padaku jika aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Kalandra?" tanya Ayunda membuat Guna memeluk Ayunda dengan erat.
Guna menghela napasnya ia memejamkan matanya meredakan emosinya karena ia benar-benar sangat cemburu. "Maafkan Mas Ayu, Mas cemburu" ucap Guna membuat tangis Ayunda semakin pecah.
"Saya sangat mencintai kamu Ayu. Dulu saya mengenyahkan segala hal tentang kamu agar saya tidak diracuni Mami dengan semua pujian tentang kamu, bahkan wajah cantikmu itu yang selalu menggangu pikiran dan dunia saya!" ucap Guna.
"Kamu bohong, buktinya hanya Ayu yang tulus mencintai kamu Mas, Ayu sejak dulu telah mengagumi kamu Mas. Jika waktu itu Ayu tidak mabuk dan tidak pulang bersama Mas hingga Papa salah paham pasti Mas akan menolak menikah dengan Ayu meski Mami Elin memohon sekalipun hiks...hiks... " Tangis Ayu pecah kembali mengingat peristiwa itu.
"Tidak sayang kamu dengarin penjelasan Mas, Mas sudah lama memperhatikan kamu. Mas mencintai kamu Ayu, jika waktu itu kamu tidak mabuk dan juga tidak mencium Mas. Kamu tetap akan Mas nikahi! kalau kamu tidak percaya kamu boleh tanya orang tua kamu. Pernikahan kita itu hanya diperpecat waktu itu dan sebenarnya rencana pernikahan kita memang akan segera dilakukan jika kamu telah setuju menikah dengan Mas, Ayu!" jelas Guna.
"Mas bohong hiks...hiks... " tangis Ayunda pecah.
"Mas nggak berbohong sayang, Mas sangat cemburu. Mas tidak suka laki-laki manapun mendekati kamu termasuk sepupu Mas sendiri dan juga adik Mas sendiri. Gemal juga sering Mas peringatkan agar tidak mendekati kamu!" ucap Guna membuat Ayunda terkejut. Gemal adalah adik kandung Guna sendiri dan ia juga tidak mungkin menghianti Guna "Jangan salah paham Ayu, Kamu itu sangat cantik dan Mas takut kehilangan kamu hingga berbuat hal ini dibelakang kamu. Mas pencemburu Ayu, Mas tidak ingin kamu mengetahuinya karena Mas takut kamu marah dan merasa tertekan karena sikap Mas yang egois" jelas Guna.
"Ayu kira Mas sudah tidak memperdulikan Ayu lagi Mas hiks...hiks... kemarahan Mas membuat Ayu takut. Ayu nggak ada hubungan apa-apa sama Kalandra. Dia hanya teman sekolah Ayu Mas" ucap Ayunda.
"Iya Mas percaya sangat, Maafkan Mas ya sayang!" pinta Guna mencium dahi Ayunda dengan lembut membuat Ayunda menganggukan kepalanya. Guna mengangkat tubuh Ayunda dan mengangkunya. Ia menyelipkan helaian rambut yang menggangu diwajah istrinya itu ke belakang telinga.
"Gimana kalau kita pulang saja besok?" tawar Guna.
Ayunda menggelengkan kepalanya "Kalau kita pulang berati kita kalah" ucap Ayunda.
tbc...
Jangan lupa jempol dan votenya ya!
Terimakasih 🙏