CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Pertandingan


Saat ini mereka semua sudah bersiap di tengah lapangan. Raka terlihat sangat serius dengan pertandingan ini, begitu juga dengan Brian. Sedangkan Gemal, Guna, Akmal dan Adam akan berusaha memenangkan pertandingan ini karena mereka memiliki kepentingan masing-masing. Akmal memerlukan sejumlah modal untuk memulai bisnisnya dan Adam diancam oleh Brian jika menolak membantunya memenangkan pertandingan, Adam dilarang untuk bertemu Radina dan Maminya.


"Semangat Ayah, Omku tersayang cintaku!" teriak Adinda membuat senyum Raka mengembang.


"Papa... semangat!" teriak Ayunda membuat Guna melambaikan matanya dan Guna mengedipkan matanya kepada Ayunda membuat Ayunda tertawa. Ayunda menuliskan tanda love di udara dan kemudian meniupnya kearah Guna. Guna mengambilnya dan meletakan didadanya.


"Kok Mbak Ayu dan Kak Guna jadi lebay gini?" ucap Adinda sinis.


"Hahaha efek semalam Mbak ajakin Mas Guna nonton drama Korea terus film India hahaha..."


"Radina..." teriak Brian memanggil Radina membuat Radina melipat kedua tangannya dan menatap Brian dengan sinis membuat Guna, Gemal dan Raka tertawa.


"Hahaha... "


"Diam!" kesal Brian. "Kau dukun beranak jangan tertawa, kau hanya seujung kukuku kekayaanmu tidak membuatku takjub," kesal Brian.


"Gem, rusak reputasi kamu. Dokter kayak kamu di bilang dukun beranak kalau mafia macam dia dibilang apa?" ucap Guna sinis membuat Gemal terkekeh.


"Hehehe...mafia apaan bisanya nyingung dan bacotnya gede," ejek Gemal membuat Brian menatap mereka dengan sinis.


Sebenarnya Brian iri dengan kekompakan para Candrama karena ia tidak memiliki saudara yang bisa ia ajak bercanda ataupun menjadi sandaran baginya. Ia terus mencari cara untuk membuat Gemal, Raka dan Guna kesal padanya agar ketiganya memperhatikannya. Bagi Brian bersahabat dengan mereka adalah hal yang menyenangkan. Hidup Brian terlalu sepi dan selama ini apa yang ia inginkan selalu ia dapatkan kecuali keluarga yang berada disisinya.


"Sudah jangan bertengkar ayo kita langsung saja memulai pertandingan!" ucap Kalandra.


Mereka semua sekarang mulai mempersiapkan diri. "Nggak pemanasan dulu?" goda Gemal.


"Nggak!" teriak Raka dan Brian membuat Gemal dan Guna terkekeh.


Raka dan Brian berada ditengah lapangan dan keduanya bersiap untuk melompat lalu menepis bola. Tatapan keduanya menajam seolah mengukur kekuatan masing-masing. Sorak-sorak pendukung Tim Raka membuat Brian kesal dan ia menghela napasnya. Apalagi sang istri memilih duduk santai sambil memakan sanck yang ada ditangannya.


"Ayah semangat!" teriak Feli membuat Raka tersenyum senang. Istri dan anaknya adalah semangat baginya. Ia harus berusaha untuk menang.


Postur tubuh Raka dan Brian sama-sama tinggi membuat keduanya terlihat seimbang. "Siap-siap....satu...dua...tiga... " ucap Kalandra melempar bola ke atas membuat Raka dan Brian sama-sama melompat. Raka berhasil menepis bola dan Guna menangkapnya. Teriakan Adinda dan Ayunda membuat suasana menjadi hebo.


Guna melemparkan bola kepada Gemal dan Gemal dengan lancar mendribel bola lalu menggiringnya kedepan menuju ring basket lawan. "Atur posisi!" ucap Gemal membuat Guna dan Raka mengangkat tangannya dan bersiap jika Gemal melemparkan bola itu kepada mereka. Namun tanpa mereka duga, Gemal tidak melemparkan bolanya kepada Raka ataupun Guna tapi ia shooting bola langsung ke arah ring basket. Bola meluncur dan cepat dan bugh...bola masuk kekeranjang hinggga tim Raka mendapatkan angka tiga poin saat ini.


"Hore..." terjak Ayunda dan Adinda. Raka, Gemal dan Guna high five sambil tersenyum penuh kemenangan.


Saat ini giliran Adam yang mengiring bola dan terlihat jika Adam sangat alih dalam mendribel bola walaupun postur tubuhnya tinggi. Biasanya posisi Adam adalah center namun Brian mengambil posisi itu membuat Adam akhirnya menjadi pengatur serangan.


Adam melempar bola kearah Akmal, Akmal menggiring bola mendekati ring namun Guna menghalangi pergerakan Akmal dengan tubuhnya. Akmal memaksakan diri untuk. menembak hingga akhirnya bola berhasil direbut Guna. Guna segera melemparnya kepada Raka. Raka menggiring bola dengan santai dan ia melakukan gerakan lay up mendekati ring dan akhirnya bola masuk kedalam keranjang.


Raka, Guna dan Gemal terlihat kompak berbeda dengan Brian, Akmal dan Adam. Adam mendekati Brian dan Akmal. "Kalau nggak kompak kita nggak akan menang!" kesal Adam. Bagaimana tidak Brian dan Akmal sama-sama tidak percaya dengan kemampuan rekan satu timnya.


Adam mengambil inisiatif dan melakukan shooting tiga angkat dan masuk membuat posisi saat ini lima dan tiga. Lima posisi Tim Raka dan Tiga posisi Tim Brian. Pertandingan berlangsung sengit, Raka dan Guna ternyata sangat hebat dan Gemal tersenyum karena Raka dan Guna ternyata masih lincah dan hebat bermain bola basket, walau sudah jarang bermain.


Bunyi peluit menandakan pertandingan selesai, dengan skor dua puluh lima dan dua puluh. Kemenangan berada di Tim Raka membuat Adinda dan Ayunda berpelukan. "Satu babak lagi kan?" tanya Brian.


"Udah kita akan kalah kalau nggak kompak!" kesal Adam.


"Dam, makanya kemarin kita latihan dulu!" ucap Brian membuat Adam menghela napasnya. Ia kesal kenapa adik bungsunya mencintai laki-laki menyebalkan seperti Brian.


"Brian, sudah akui saja kita kalah lain kali kita tantang lagi aja mereka!" ucap Akmal berusaha menyudahi permainan ini karena sebenarnya ia memilih kalah dan tidak ingin melawan kakak sulungnya lagi.


"Kalian berdua pasti sengaja mengalah kan? ayo ngaku?" kesal Brian.


"Nggak, kita main sungguhan!" ucap Adam.


"Udah Dam kamu itu belain Raka dan sengaja agar kita kalah!" kesal Brian.


Arjun dan Kalandra tertawa melihat ekspresi kekesalan Brian yang seolah tidak menerima kekalahannya. Raka mendekati Brian, dengan senyum penuh kemenangan. "Saya pegang janji kamu Brian, buat keluarga Hartono mendatangi istri saya dan meminta maaf kepada istri dan anak saya!" ucap Raka.


"Oke apa perlu saya culik siapa nama perempuan itu?" tanya Brian.


"Elysa Hartono," ucap Raka.


"Iya si Neli," ucap Brian.


"Elysa bos," bisik asisten Brian.


"Saya panggil Neli saja," ucap Brian. "Tahu nggak apa artinya?" tanya Brian kepada Raka.


"Nenek lincah..." teriak Adinda membuat Brian tertawa.


"Hahaha.... ternyata kau lebih pintar dari suamimu Dinda," tawa Brian yang lepas membuat mereka semua menghela napasnya.


"Udah...saya capek. Nanti kalau mau minta si Neli diculik dia akan saya culik atau minta dimatiin aja sekalian?" tanya Brian membuat Radina kesal.


"Brian... " teriak Radina membuat Brian terkekeh. "Aduh gini kalau istri terlalu cinta, teriakannya menggetarkan hati!" ucap Brian membuat Gemal dan Guna yang sejak tadi menahan tawanya akhirnya tertawa terbahak-bahak sama halnya dengan Kalandra dan Arjun. Kalandra dan Arjun selama ini hanya mendengar nama besar Brian, ia mengira Brian adalah sosok menyeramkan dan bertubuh besar yang menakutkan. Apalagi sepak terjang didunia bisnis benar-benar mengagumkan. Mereka tidak menyangka jika Brian adalah laki-laki tampan dan sangat menyebalkan.


"Radina ayo pulang, kamu jangan peluk-peluk Kakak-kakak kamu! mereka bau semua bau ketek hanya saya yang harum!" ucap Brian meminta Radina segera mengikutinya dan pulang bersama para bodyguardnya.