
Dinda menelan ludahnya saat tatapan Raka menjadi dingin. Ia menyenggol lengan Raka dan kemudian tersenyum saat kedua mata mereka bertemu. "Ingat ya Om, senyum!" bisik Adinda.
"Perkenalkan ini Om Raka, tunangan gue!" ucap Adinda membuat Hana membuka mulutnya karena terkejut.
"Tunangan lo bukannya Rifki?" tanya Hana membuat Adinda menatap Hana dengan tajam.
Awas lo ya Han, **** dipelihara.
"Sory gue lupa cerita sama kalian kalau gue udah putus sama Rifki dan rencana pernikahan kita dibatalkan" jelas Adinda.
"Lo sih Din nggak mau curhat ke kita!" kesal Siska.
"Bukannya nggak mau tapi mulut kalian mana bisa jaga rahasia. Gue nggak mau nyebar keburukan mantan tunangan gue dan lagian kita putus udah lama kok" ucap Adinda.
Raka merasakan sesuatu bergejolak didadanya saat bibir mungil itu mengatakan tentang Rifki. Ia mungkin hanyalah laki-laki baru yang muncul di kehidupan Adinda, tapi ia yakin jika ia adalah laki-laki yang terbaik untuk Dinda dan bukan Rifki.
Hana menyenggol lengan Adinda. "Gila ganteng banget Din, gue kira dia Kak Alfa, kalau Kak Alfa seganteng gini gue juga mau Din dan nggak bakalan nolak!" ucap Hana.
"Tapi Kakak gue yang nggak bakal mau sama lo Hana. Dia udah punta istri" ucap Adinda
"Dinda...kita itu temanan apa nggak sih? lo nggak ngundang-ngundang nikahan kakak lo" kesal Siska membuat Rio tersenyum sedangkan Raka sejak tadi hanya menatap mereka bergantian dengan dahi yang berkerut.
"Acaranya hanya kecil-kecilan dan dihadiri keluarga kita aja" jelas Adinda.
"Kalau kalian menikah awas ya nggak ngundang kita!" ancam Hana.
"Oke bro-broku hehehe, Omku sayang ayo kenalin teman-teman Dinda jangan diam aja!" pinta Dinda
Raka mengulurkan tangannya "Raka" ucap Raka.
"Hana Mas" ucap Hana tersenyum manis membuat Adinda menatap Hana dengan sinis.
"Siska" ucap Siska tesenyum ramah sambil menjabat tangan Raka.
"Raka" ucap Raka tanpa eskpresi.
"Raka" ucap Raka.
Hana tersenyum melihat Raka dan Adinda keduanya terlihat sangat cocok dan serasi. Raka juga terlihat dewasa dan ia bingung kenapa Adinda memanggil tunangannya Om.
"Din, kok manggil tuangan sendri Om Din, harusnya Kakak, Abang atau Mas gitu Din!" ucap Hana.
"Nanti deh kalau udah sah!" ucap Adinda membuat mereka semua tersenyum.
Bunyi operator bioskop yang menginformasikan jika film akan segera dimulai membuat mereka semua segera masuk kedalam teater. Adinda memegang lengan Raka agar semua cewek-cewek yang sejak tadi kagum dengan ketampanan Raka tahu jika Raka sudah punya gandengan.
*Kalian harus tahu jika si Om ini sudah punya gandengan jadi harap mata kalian dikondisikan!.
batin Adinda*
Adinda menahan tawanya karena menyadari tingkah lakunya saat ini mungkin terlihat sangat menyebalkan bagi Raka. Tapi melihat kesabaran Raka terhadapanya membuat Adinda yakin jika Raka adalah suami yang cocok untuknya walau kehidupan rumah tangganya kelak pasti akan selalu ramai karena percecokkan keduanya.
Ribut bukan berarti tidak cocok. Apalagi saat ini Raka sedang berada disampingnya dan menonton dengan serius apalagi tangan Raka sejak tadi memegang tangannya membuat Hana tang duduk disamping Adinda tersenyum melihat Adinda dan Raka.
Film yang mereka tonton adalah film action dan Raka sebenarnya menyukai segala jenis film namun action memang lebih ia suka. Sedangkan Adinda apapun film yang ada dibioskop ia suka. Oleh karena itu bioskop seperti rumah kedua baginya. Terkadang Mama dan Papanya sangat sering memarahi Dinda yang selalu pergi ke bioskop setelah pulang kuliah atau kerja.
"Om suka filmnya?" bisik Adinda.
"Suka" ucap Raka.
"Jadi Om janganbosen ya kalau Dinda ngajakin nonton kayak gini!" ucap Adinda.
Raka menolehkan kepalanya menatap Adinda dalam kegelapan. "Apapun yang kamu lakukan asal itu tidak berbahaya, tidak melanggar norma agama dan selama itu bersama kamu saya nggak akan bosan!" ucap Raka membuat Adinda tersenyum senang dan memeluk lengan Raka sambil menyadarkan kepalanya dilengan Raka.
Ya ampun sweet banget deh patung es satu ini....
tbc...