CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Kebahagiaan ayunda dan Guna


Setelah selesai sholat, beberapa menit kemudian Guna masuk kedalam kamar mandi dan mengambil hasil alat tes kehamilan istrinya. ia tersenyum senang setelah melihat hasil tes yang menunjukan istrinya saat ini telah berbadan dua. Guna kemudian segera mencari keberadaan Ayunda yang ternyata tertidur disofa, Guna menarik tubuh Ayunda dan memeluk istrinya itu dengan erat.


"Terimakasih Ayu" bisik Guna membuat Ayunda membuka matanya.


"Mas ini masih pagi malu tahu peluk-peluk Ayu kayak gini. kalau ada yang lihat gimana?" tanya Ayunda.


"Nggak apa-apa kan Mas peluk istri Mas sendiri!" ucap Guna.


"Tumben biasanya Mas nggak kayak gini!" ucap Ayunda penasaran dengan sikap Guna yang tiba-tiba memeluknya.


Guna mengelus perut Ayunda dengan lembut "Disini sekarang ada anugerah yang sangat indah yang diberikan Allah untuk kita sayang" jelas Guna lembut membuat Ayunda segera menyingkirkan tangan Guna dan segera duduk.


"Maksud Mas Guna?" tanya Ayunda penasaran dan ia butuh penjelasan. namun ketika mengingat hasil tes kehamilanya yang masih berada dikamar mandi membuat Ayunda tersadar. "Aku hamil Mas?" tanya Ayunda.


"Iya" ucap Guna merentangkan kedua tangannya dan Ayunda segera memeluk Guna dengan erat.


"Hiks... hiks...Ayu senang banget Mas. akhirnya Ayu beneran bakalan jadi istri Mas" ucap Ayunda membuat Guna mengerutkan dahinya.


"Kok gitu? bukanya kamu memang beneran istrinya Mas?" ucap Guna.


"Ayu pikir kalau Ayu hamil Mas bakalan tambah sayang sama Ayunda dan Mas punya alasan nggak akan ninggalin Ayu Mas!" ucap Ayunda sendu membuat Guna menghela napasnya.


"Mulai sekarang kamu harus tahu kalau kamu itu akan selalu menjadi istri Mas Ayu. apa yang harus Mas lakukan agar kamu tahu jika Mas nggak akan meninggalkanmu! apa Mas harus mengatakan Mas mencintaimu tiap hari atau... ". ucapan Guna dipotong Ayunda.


"Maaf Mas akhir-akhir ini Ayu memang jadi cengeng dan nggak suka berpikiran yang nggak-nggak. Ayu takut Vivian merebut Mas dari Ayu" ucap Ayunda membuat Guna memeluknya tanpa mereka sadari Gemal mendengar ucapan Guna dan Ayu tentang Vivian.


Gemal akan memastikan jika Vivian tidak akan mengganggu kehidupan Guna dan Ayunda. Ia segera membalik tubuhnya dan pamit kepada orang tua Ayunda. Gemal masuk kedalam mobilnya dan segera menuju kediaman Candrama. Ia harus menyelesaikan semuanya dan jika Kakeknya menginginkannya mengambil alih perusahaan ia akan mengikuti keinginannya namun dengan sarat ia bisa menyingkirkan Vivian dari kehidupan Guna dan Ayunda.


Gemal masuk kedalam halaman rumah kediaman Candrama yang sangat luas. ia kemudian melihat Kakeknya Farhan Candrama yang sedang tersenyum bersama Vivian diwajah tuanya. Farhan melihat kedatangan Gemal cucu keduanya yang hampir tidak pernah mengunjunginya sejak delapan tahun yang lalu saat Farhan memintanya untuk berkuliah di jurusan ekonomi bisnis.


"Apa kabar Kek?" tanya Gemal membuat Farhan menghembuskan napasnya.


"Kau masih ingat punya kakek Gemal?" tanya Farhan.


"Aku hampir lupa Kek sampai aku ingat bagaimana Kakek lebih suka bersama cucu angkat ini dan membuang semua keluarga Kakek demi ego Kakek. Bagaiman keadaan perusahaan? Gemal mendengar katanya sekarang sedang krisis karena ditinggal Kak Guna," ucap Gemal.


"Apa pedulimu? kau melanggar perintah kakek malah menjadi seorang dokter seperti ayahmu," kesal Farhan mengingat putra sulungnya.


"Aku sedikit peduli sih, aku bisa membantu membujuk Mas Guna kembali bahkan aku bisa membawa anak bungsumu pulang Kek. asalkan dengan syarat yang harus kakek patuhi!" ucap Gema dengan berani dan santai membuat Vivian menatap Gemal dengan sinis.


"Dasar bocah gendeng. kau kira kau bisa memberikan syarat denganku?" kesal Farhan.


"Tentu saja bisa, Apa kakek lupa siapa Gemal hmmm?" ucap Gemal tersenyum sinis membuat Farhan menatap Gemal dengan tajam.


"Apa yang kau inginkan?" tanya Farhan.


"Singkirkan dia dalam hidup Kak Guna dan Ayunda. jangan pernah mengusik kehidupan Kak Guna!" ucap Gemal menatap tajam Vivian.


tbc....