CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
percayakan kepada saya


"Pegang yang kencang kalau kamu nggak mau terjatuh!" ucap Raka.


"Iya Om" ucap Adinda.


"Buka matamu!" ucap Raka membuat Adinda membuka matanya.


Raka mengendarai jet skinya dengan pelan dan ia mendekati Gemal dan Vivian. "Om seperti rencana kita harus sedikit diubah. Om jadi umpan dan nanti aku dan Vian yang akan mengambil kertasnya!" ucap Gemal.


"Oke" ucap Raka.


"Bersiap!" ucap panitia.


Mereka mulai bersiap di star awal dengan beberapa musuh yang juga bersiap mengganggu mereka untuk mendapatkan kertas itu. "Satu... dua... tiga!" teriaknya dan pertandinganpun dimulai.


Raka dan Gemal menjalankan jet skinya dengan kecepatan tinggi membuat Vivian dan Adinda memeluk mereka dengan erat. suara mesin jet ski dan juga ombak membuat Raka harus mengeraskan suaranya. "Jangan takut saya sangat mahir bermain jet ski dari saya remaja!" teriak Raka.


"Tapi Om ngebut banget" teriak Adinda.


"Kita sebagai umpan karena kamu nggak bisa berenang!" ucap Raka.


lemparan air mengenai punggung Adinda. "Au..." ucap Adinda.


Raka dengan cepat menghidari mereka dan mencoba menjadi umpan dengan membuatnya sengaja mendekati para penyerang dan kemudian mengelilingi jet ski dengan kecepatan tinggi. Ternyata musuh telah menebak jika Vivian yang bertugas mengambil kertas karena mereka juga gencar mengejar Gemal dan juga Vivian.


Raka sengaja mendekati Gemal. "Dekatkan jarak dengan banana itu biar aku berenang dari sana!" ucap Vivian.


"Itu terlalu berbahaya!" ucap Gemal.


"Aku pakai pelampung" ucap Vivian.


"Kau yang mengendari jet ski ini biar aku yang ambil kertasnya!" ucap Gemal memperlambat laju jet ski dan dengan cepat ia melompat kedalam laut dan Vivian mengendari jet ski yang dikendarai Gemal tadi. Raka terkena beberapa kali lemparan bola-bola yang berisi air.


Gemal dengan cepat berenang mendekati banana dan memasuki zona aman, para penyerang tidak bisa masuk mengganggunya. Gemal menduduki banana dan mengambil kertas itu. Gemal melambaikan tangannya dan berteriak "Aku mendapatkannya" ucap Gemal.


Raka melajukan jet skinya mendekati Gemal dan diikuti Vivian. Gemal kemudian menaiki Jet ski dan duduk dibelakang Vivian. "Wah seru juga ya Om" teriak Gemal.


"Ya, Lumayanlah untuk liburan dari kepenatan bekerja" jelas Raka.


"Lo kenapa Din, pucat gitu?" tanya Gemal membuat Raka mengalihkan pandangan.


"Pegangan ya, kita kembali ke darat!" ucap Raka. Adinda memeluk Raka dan menyadarkan kepalanya ke punggung tegap Raka.


Nggak enak banget kalau mabok begini, kepala gue pusing.


"Om jangan ngebut lagi ya Om kalau ngajakin Dinda naik apapun!" ucap Dinda.


"Iya" ucap Raka memperlambat laju jet skinya.


Vivian dan Gemal telah sampai di darat dan keduanya segera memberikan kertas mereka kepada panitia. Menyusul Adinda dan Raka yang saat ini berada di tepi. Raka membantu Adinda turun dari jet ski. Alfa mendekati adiknya itu dan segera memapahnya.


"Kamu kenapa dek?" tanya Alfa.


"Mabok Kak" ucap Adinda yang kemudian melangkahkan kakinya menjauh dari mereka dan mengeluarkan isi perutnya.


Ayunda mendekati Adinda dan ia memegang tengkuk Ainda lalu memijitnya. "Mbak sudah menduganya pasti kamu mabuk. lah dari Jakarta pusat ke Bogor aja kamu mabuk berat" ucap Adinda.


"Kan kalau naik motor nggak Kak, ini kak Raka ngebut banget bawa Jet skinya!" ucap Adinda. Adinda pasti mabuk perjalanan jika naik mobil. Setiap keluarga mereka pergi liburan ke Bandung, Adinda selalu duduk di depan bersama Alfa.


"Kamu pulang aja ke Resort, istirahat di kamar!" ucap Adinda.


"Sini Kak Alfa antar!" ucap Alfa.


Adinda menggelangkan kepalanya "Kak, Dinda masih mau nonton perlombaannya!" ucap Adinda.


Raka mendekati mereka "Biar saya yang mengantarnya ke Resort!" ucap Raka.


"Om, Dinda nggak apa-apa!" tolak Dinda.


"Kamu jangan bandel, kamu lagi nggak sehat. Ayo ikut saya!" ucap Raka memegang lengan Adinda.


Alfa memegang tangan Adinda membuat Raka menatap Alfa dengan dingin. "Saya bisa menjaganya. Kamu percayakan adikmu kepada saya!" ucap Raka. ia menghela napasnya lalu menatap Alfa dengan serius membuat Alfa akhirnya melepaskan tangan Adinda dan membiarkan Raka membawa Adinda.


tbc...


tekanan batin cinta 😂😂😂😂😂


kalau kalian mau Karina dan Alfa banyak partnya ayo ramein lapak mereka nanti aku up banyak-banyak 😊😊😊