CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Rayuan Adinda


Ternyata keinginan Raka berendam bersama Adinda benar-benar dilakukannya. Setelah mandi dikolam renang mereka berdua pindah kekamar dan benar-benar menikmati mandi kolam yang berada didalam kamar. Air panas didalam kolam ini makin panas akibat aksi seorang Raka yang membuat Adinda benar-benar kelelahan. Sekarang Adinda baru mengerti jika seorang laki-laki pendiam itu, adalah laki-laki yang benar-benar misterius seperti Raka.


Adinda saat ini memperhatikan Raka yang sedang sibuk dengan laptopnya sedangkan Adinda terbaring di ranjang akibat kelelahan. Setelah menyelesaikan keinginan suaminya itu, Adinda memilih untuk membaringkan tubuhnya diranjang sambil menoton darma kesukaannya di ponsel dan sesekali melirik Raka yang saat ini hanya memakai celana training panjang tanpa baju dan sibui dengan pekerjaannya.


Suka banget pamerin dada bidang, cowok sama aja kali ya. Kak Alfa itu kalau dirumah males banget pakai baju atasan. Nih tingkahnya mirip banget sama Kak Raka.


"Kak malam ini nggak ada acara gitu?" tanya Adinda.


"Nggak ada" ucap Raka "Kamu nggak capek?" tanya Raka tanpa melihat kearah Adinda yang saat ini menggulingkan tubunya kekanan dan kekiri.


"Nggak... eh... capek dong" ucap Adinda saat melihat Raka menatap kearahnya. "Kak bosan, maunya makan es krim gitu dimana kek" ucap Adinda.


"Kamu bukan Felisa Dinda, makan es krim kayak anak kecil" ucap Raka.


"Memang anak kecil aja apa boleh makan es krim, Orang dewasa juga. Apalagi yang manis bisa merubah hati yang sedih sedikit membaik. Asal Kakak tahu ya Es krim itu juga pereda nyeri dari rasa patah hati" ucap Adinda.


"Kamu nggak lagi patah hati dan juga sedih Dinda. Bukannya tadi kita baru saja bersenang-senang?" ucap Raka membuat Adinda memutar bola matanya.


Raka mengatakan hal itu dengan eskperesi datar dan santai, Suaminya ini terlihat cuek dan dingin. Tapi Adinda sangat yakin jika saat ini jika ia menggoda Raka, pasti Raka tidak akan sanggup untuk tidak menghiraukannya. Adinda mendekati Raka dan duduk dipangkuan Raka membuat Raka yang sibuk dengan filenya segera meletekan penanya dan menutup latopnya. Ia kemudian menatap Adinda yang saat ini berupaya menggodanya dengan menunjuk-nujuk dadanya dengan jari telunjuknya.


"Kak Dinda memang capek tapi Dinda mau jalan sama Kakak. Masa kita bulan madunya hanya dikamar" ucap Adinda mencoba merayu suami dinginnya yang sialnya sangat tampan.


"Setahu saya bulan madu itu lebih efektif kalau berada dikamar berjam-jam!" ucap Raka membuat Adinda memukul dada Raka dengan pelan.


"Bulan madu itu bukan hanya dikamar. Ini pikirannya kearah yang itu terus, maksud Dinda kita jalan-jalan gitu Kak menikamati malam romantis!" ucap Adinda.


"Saya lebih suka menikmati kamu dari pada malam!" ucap Raka membuat Adinda menghela napasnya.


Raka tersenyum melihat kekesalan Adinda padanya. Ia membalik tubuh Adinda agar duduk dipangkuanya menghadapnya. "Mau kemana?" tanya Raka.


"Mau gandengan tangan sambil jalan gitu!" ucap Adinda.


"Kayak gini!" ucap Raka menunjukan ponselnya status Ayunda yang saat bergandengan tangan dipinggir pantai bersama suaminya.


"Kak Guna itu romantisnya pakek banget, nggak diajar dan dia punya inisiatif sendiri!" ucap Adinda membuar Raka mencium pipi Adinda.


"Jadi kamu maunya apa?" tanya Raka mengelus pipi Adinda dengan lembut.


"Besok aja deh jalannya ya Kak, Dinda mau dipeluk kayak gini aja!" ucap Adinda memeluk Raka dan leletakan kepalanya didada Raka.


"Ka...".


"Ya...".


"Dinda baru tahu lo kalau Mbak Karina pernah keguguran, Mama dan Kak Alfa nggak kasih tahu Dinda dan Mbak Ayu" ucap Adinda. "Kok ada ya orang sejahat itu, Kak?" ucap Adinda.


"Pasti ada Dinda jadi kamu harus hati-hati dalam memilih teman Dinda!" ucap Raka.


"Teman Kakak pernah ada yang jahat sama Kakak?" tanya Adinda.


"Alhamdulilah enggak, saya bukan seperti kamu yang muda ditipu," ucap Raka membuat Adinda kesal.


"Bukan kamu itu terlalu baik makanya sering kena tipu. Seminggu yang lalu kamu kena tipu sama teman kuliah kamu yang dulu. Dia minjam uang sama kamu tiga juta untuk deposit perawatan Ayahnya padah hal teman kamu itu pinjam uang untuk beli tas," ucap Raka.


"Loh kok kakak tahu masalah Dinda?" tanya Adinda.


"Apa yang tidak saya ketahui tentang kamu Dinda," ucap Raka mencium dahi Adinda dengan lembut.


"Jadi Kakak juga tahu jika saat ini Radina diculik?" tanya Adinda. Tadi siang Akmal menghubunginya dan mengatakan jika Radina diculik Brian.


"Jangan ikut campur masalah Radina karena Brian bukan orang yang bisa dihadapi dengan mudah!" ucap Raka memperingatkan Adinda. Raka sangat mengenal Adinda, apalagi Akmal telah memneritahukan permasalahan ini kepada Adinda karena Raka memilih untuk tidak ikur campur secara terang-terangan.


Raka menyewa beberapa orang untuk mengawasi dan menjaga Adinda dari jauh karena ia tahu permasalahan adik tirinya saat ini sangat sulit itu ia hadapi dan bisa membayakan keluargannya yang lain. Brian sosok yang tidak mudah dihadapi dan memikiki kecendrungan psikopat yang akan melakukan apa saja demi mendapatkan keinginannya termasuk cinta adiknya Radina. Saat ini Ia dan dua orang saudari laki-lakinya sedang mencari keberadaan adik bungsu mereka. Raka telah diperingatkan Papinya agar tidak ikut campur urusan mereka. Tapi tetap saja Radina adalah adiknya, Raka akgirbya hanya bisa memberikan bantuan secara diam-diam untuk kedua adik laki-lakinya agar segera menemukan adik bungsu mereka.


"Kakak nggak khawatir sama Radina?" tanya Adinda.


"Sebagai Kakak saya khawatir Dinda tapi Brian mencintai Radina dan dia tidak akan melukai Radina atau bahkan membunuh Radina" ucap Raka.


Ponsel Raka berbunyi dan Adinda segera mengangkatnya. "Halo Assalamualiku, kenapa Gem?" tanya Adinda.


"Ternyata Tante yang angkat ponselnya Om, lagi ngapain Tan?" tanya Gemal.


"Mau tahu aja kita lagi ngapain! lo kenapa telepon kita?" tanya Adinda.


"Kita kumpul di kolam renang utama yang berada dibelakang hotel sekarang juga!" ucap Gemal.


"Mau ngapain Gem?" tanya Adinda penasaran.


"Acara bakar-bakar dan ada band tahu disini!" ucap Gemal.


"Loh ada acara ya? mau banget Gem" ucap Adinda.


"Siapa penyanyinya? ada artisnya Gema?" tanya Adinda.


"Ada super junior" ucap Gemal.


"Wah asyik dong Gem, pengen peluk Kyuhyun oppa!" ucap Adinda membuat Raka terbatuk-batuk.


"Nah lo marahkam suami lo! buruan kesini!" teriak Gemal membuat Adinda segera turun dari pangkuan Raka dan segera mengganti pakaiannya dengan cepat. Adinda tidak tahu jika saat ini Ayunda dan Gemal sedang tertawa terbahak-bahak karena berhasil membuat Adinda keluar dari kamar bersama Raka.


"Mau kemana?" tanya Raka. Adinda menhambil kaos milik Raka dan segera memakaikan kaos itu kepada Raka.


"Ada Oppa Kyuhyun dibawah!" ucap Adinda menarik tangan Raka agar mengikuti langkahnya keluar dari kamar.


"Siapa itu?" tanya Raka penasaran.


"Itu semacam Varrel Bramasta tapi dia penyanyi. Semacam Afgan lah Kak... suaranya bagus" ucap Adinda membuat Raka bingung.


tbc...


jempol, komentarnya dan vote ya!