
Ayunda benar-benar akan berencana menemui Guna. Apalagi ia telah menghubungi Guna agar mengizinkannya pergi ke Kantor untuk menemani Guna makan siang bersama. Guna mengatakan jika hari ini ia akan makan siang bersama beberapa investor dan juga karyawanya untuk merayakan proses syuting yang telah selesai dua hari yang lalu.
Ayunda telah menyiapkan semua kebutuhannya agar ia tidak bosan dikantor seperti membawa novel kesukaannya dan juga satu buah bantal agar ia bisa beristirahat dengan nyaman di ruangan Guna. Ayunda masuk kedalam ruang bermain Ghavin dan putranya itu segera mendekatinya saat melihat kearahnya. Ayunda duduk dan Ghavin mencium pipi Ayunda.
"Anak Mama udah pintar, Mas Ghavin jangan nakal ya... jangan rewel Mama pergi ke Kantor Papa dulu ya nak!" ucap Ayunda membuat Ghavin kembali mencium pipi Ayunda.
"Mama... itut Ma," ucap Ghavin membuat Ayunda tersenyum.
"Nanti kalau dedek Ghavin udah lahir, Ghavin bisa ikut Mama," ucap Ayunda sambil mengelus kepala Ghavin.
Ayunda menyerahkan Ghavin kepada pengasuhnya dan ia melangkahkan kakinya keluar dari ruang bermain Ghavin dan menuruni tangga menuju lantai dasar. Ayunda melihat Gia yang sedang duduk santai disofa sambil menatap bubur ayam yang berada diatas meja. Gia melihat Ayunda dan ia tersenyum saat Ayunda mendekatinya.
"Mbak mau kemana?" tanya Gia.
"Ke kantor Mas Guna, loh bukanya kamu harusnya ke Kantor?" tanya Ayunda.
Gia yang masih memakai piyamanya dan wajah terlihat pucat membuat Ayunda khawatir. "Gia demam mbak, asam lambung Gia juga naik. Gia udah izin nggak masuk kerja, lagian Mami marah kalau Gia kerja hari ini!" jelas Gia.
"Mbak temanin kamu ke Dokter ya!" ucap Ayunda.
"Mbak lupa punya mertua dokter?" tanya Gia membuat Ayunda menepuk jidatnya lalu terkekeh. Ia hampir lupa jika mertuanya adalah seorang Dokter.
"Hehehe...Mbak hampir lupa Gi. Papi udah periksa kamu?" tanya Ayunda.
"Udah semalam dan Mami juha nemenin Gia tidur," ucap Gia. Biasanya Mami mertuanya berada di Rumah Sakit menjaga Oma Mawar yang saat ini telah sadar dan juga telah menjalani operasi. Kondisi Oma Mawar telah membaik saat ini. Elin segera pulang saat salah satu maid mengatakan jika Gia sedang kurang sehat dan untung saja ada Arjuna yang telah kembali dari Singapura. Arjuna yang semalam menjaga Oma Mawar Di Rumah Sakit menggantikan Elin.
"Nggak usah Mbak, Gia lagi malas makan mual!" ucap Gia.
"Makan Gi biar cepat sembuh! hmmm... Gimana kalau Mbak bawain kamu Oppa Korea buat kamu!" ucap Ayunda tersenyum.
"Mbak boong aja, udah Mbak pergi sana!" usir Gia.
"Mbak serius Oppa Kalandra pasti datang kesini kalau Mbak yang telepon!" ucap Ayunda.
"Ogah... Gia bisa tambah sakit diomelin dia!" ucap Gia.
"Hehehe... Kalandra itu baik loh Gi, dia ngomel kan demi kebaikan kamu!" ucap Ayunda.
"Mbak dia itu udah punya pacar jadj nggak gangguin dia Mbak, Gia nggak mau ngerbut pacar orang!" kesal Gia membuar Ayunda tersenyum.
"Mbak pergi ya Gi, buburnya habisin kalau nggak habis, Mbak aduin sama Mami!" ancam Ayunda.
"Iya Mbak," ucap Gia.
Ayunda tersenyum dan ia segera keluar dari rumah. Ia sudah berpamitan kepada Elin pagi tadi. Elin saat ini telah pergi ke rumah sakit menggantikan Arjun yang akan pergi bekerja. Saat ini Ayunda telah berada didalam mobil yang melaju dengan kecepatan sedang menuju kantor pusat Candrama grup.
Ayunda turun dari mobil sambil membawas tasnya dan juga bantalnya. Beberapa orang yang mengenalnya tersenyum ramah padanya. Satpam juga telah siap memandu Ayunda agar menuju lantai dimana ruangan Guna berada. Ayunda ingat bagaimana duku ia bekerja di tempat ini dan seakan mimpi baginya bisa menduduki posisi sebagai sitri CEOnya sendiri.
Ayunda sampai di depan ruangan Guna dan sekretaris Guna mempersilahkannya untuk masuk. Ia melangkahkan kakinya masuk kedalam ruangan Guna dan ternyata didalam ruangan ini telah ada tiga orang tamu yang sedang berbincang bersama Guna. Guna memanggil Ayunda agar datang mendekatinya dengan lambaian tangannya membuat ketiga orang itu menolehkan kepalanya kearah Ayunda dan menagap Ayunda dengan tatapan penasaran. Ayunda melihat seorang perempuan cantik yang saat ini sedang menatapnya dengan intens. Ayunda menyunggingkan senyumannya karena perempuan ini terlihat tidak suka padanya dan perempuan inilah yang bernama Andrea Queen.