CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Rahasia Guna dan Gemal


"Ayu!" panggil Guna lagi membuat Ayunda menghela napasnya dan segera melangkahkan kakinya mendekati Guna.


Guna tersenyum dan tanpa malu menarik tangan Ayunda, hingga Ayunda berada dipangkuannya. "Kau bisa mencari perempuan lain dan jangan berniat merebut istri kakakmu!" ucap Gunadarma membuat Ayunda membuka mulutnya.


Ayunda berusaha untuk turun dari pangkuan Guna, namun Guna menahan tubuh Ayunda. "Mas jangan gini, malu sama Gemal!" kesal Ayunda.


"Hahaha... kalian nggak usah malu-malu, Hmmm Kak, lo beneran serius dengan pernikahan kalian?" tanya Gemal.


"Kau tahu siapa aku dan aku bukanlah laki-laki yang tidak bertanggung jawab. Tidak ada yang bisa memaksaku termasuk Kakek atau Mami sekalipun!" ucap Guna.


Guna mencium pipi Ayunda, membuat wajah Ayunda memerah karena malu dan Gemal memutar bola matanya melihat kelakuan sang Kakak. "Oke, tapi ingat Kak sekali Kakak nyakiti Ayunda, aku tidak akan membiarkannya!" ucap Gemal.


Ayunda menatap Gemal dengan tatapan terharu. Guna dan Gemal memang sangat berbeda. Gemal masih sering bermain bersamanya dan juga Adinda ketika libur sekolah tidak seperti Guna yang merasa sudah dewasa dan memilih untuk menghabiskan waktunya didalam kamar, larut dengan buku-bukunya dan juga game yang ia mainkan.


"Udah pembahasanya tentang aku mulu. Mas, Ayu laper!" ucap Ayunda.


"Kamu mau makan apa?" tanya Guna lembut membuat Gemal membuka mulutnya dan ia sekarang yakin jika kakak sulungnya itu telah takluk ditangan Ayunda.


Entah apa yang bisa membuat Gundarma bisa jatuh cinta dengan sosok pecicilan seperti Ayunda. Guna terlihat sangat nyaman bersama Ayunda apalagi atapan Guna, sangat berbeda ketika menatap Ayunda.


"Makan mie goreng, ayam bakar sama es kacang merah" ucap Ayunda membuat Gemal terkikik geli.


"Lo kenapa ketawa gitu?" tanya Ayunda.


"Lo mau jadi gentong Yu? makan banyak banget gitu" ungkap Gemal.


"Emang makan segitu bisa buat gue jadi gentong? gue kan laper kalau nggak habis ada Mas Guna yang habisin!" ucap Ayunda.


"Iya dong, emang kenapa?" tanya Ayunda.


"Dia kan nggak suka makan bekas punya orang!" ucap Gemal.


"Makan punya bekas Ayunda nggak masalah bagi Kakak, Gem!" jelas Guna.


Fix si Guna memang cinta buta sama Ayunda. pantesan Mama bilang Ayunda dan Kak Guna itu cocok. Walaupun sebenarnya keduanya memiliki sifat yang bertolak belakang, tapi Kak Guna rela mengalah demi Ayunda.


"Kapan kalian mau kasih gue ponakan?" tanya Gemal.


"Lo pikir buat anak mudah apa? Lo Dokter tapi pertanyaannya gitu" ejek Ayunda.


"Lagi proses dan usaha hampir tiap... " ucap Guna, membuat Ayunda segera menutup mulut Guna dengan telapak tangannya.


Mas Guna kok jadi nggak tahu malu gini sih. apa karena ada Gemal.


"Nggak usah dijelasin kali Kak!" kesal Gemal.


"Biar kamu tahu kalau Ayu milik saya!" ucap Guna tersenyum penuh kemenangan.


Ayunda bisa melihat ada kilat permusuhan diantara mereka berdua. Ayunda tidak tahu apa yang terjadi diantara mereka berdua. apalagi Guna terlihat tidak suka jika Gemal menatapnya. Gemal melipat keduanya tangannya dan berdiri.


"Kakak nggak usah kayak bocah, dulu Gemal memang suka sama Ayu waktu kecil karena Ayu lucu. Tadinya kalau Kakak nggak cinta sama Ayu, Gemal mau gantiin Kakak jadi suami Ayu tapi karena melihat Kakak udah parah kayak gini cintanya. Gemal relakan Kakak jadi suami Ayu!" ucap Gemal memjuat Ayunda menatap Guna dengan dahi yang berkerut karena Guna hutang penjelasan padanya.


tbc...