CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Bertiga dengannya


Ayunda kesal keinginannya untuk jalan berdua mencari kedodong tidak bisa ia lakukan, karena sosok pengganggu bernama Adinda mengeekori ia dan suaminya sejak tadi. Setelah makan malam bersama, Adinda telah menunggu mereka tepat didepan mobil hingga dengan terpaksa Ayunda membiarkan Adinda ikut.


"Kamu Dek nggak bisa lihat Mbak senang dikit," kesal Ayunda. Saat ini mereka sedang berada didalam mobil.


"Dinda bosen Mbak lagian Dinda tahu kok dimana orang jual kedondong," ucap Ayunda.


"Emang dimana?" tanya Adinda.


"Didekat kampus Dinda. Beli sama Abang jualan rujak Mbak, sekalian Dinda minta ditraktir makan rujak dan makan pempek ya!" ucap Adinda


"Pantesan kamu mau ikut," kesal Ayunda


"Dinda kan suka yang gratis, sekarang Dinda pengangguran Mbak hehehe..." kekeh Adinda.


"Awas ya Din nggak ada kedondongnya!" ancam Ayunda.


"Ada Mbak tenang aja, Di Universitas Alexsander ya Kak didekat sana tempatnya!" jelas Adinda.


"Oke," ucap Guna. Ia mengendarai mobilnya dengan santai dan Ayunda menatap suaminya itu dengan tatapan kagum. suaminya ini sangat tampan dan ia sungguh beruntung menjadi Nyonya Gunadarma.


"Mas," panggil Ayunda.


"Ya," ucap Guna melirik istrinya sekilas dan kemudian kembali fokus mengendarai mobilnya.


"Mas Guna kalau dilihat makin lama makin ganteng, Ayu takut mas," ucap Ayunda membuat Adinda membuka mulutnya sok dengan sikap manja Mbaknya kepada Guna.


"Takut kenapa?" tanya Guna.


"Takut Mas direbut cewek lain kayak di film di Tv itu lo Mas. laki-laki kaya dan tampan pasti diincar pelakor," ucap Ayunda.


"Mas kan cintanya hanya sama kamu," ucap Guna membuat Adinda terbatuk.


"Uhuk... uhuk...".


"Kenapa Din?" tanya Ayunda.


"Keselek buah kedondong," kesal Adinda.


"Kok bisa memang kedondongnya udah dapat?" ucap Ayunda membuat Guna menyunggingkan senyumannya.


"Manja sama Pak suami kan ibadah weekkk..." cibir Ayunda.


"Jangan didepan Dinda bisa nggak sih Mbak mesranya? buat Dinda jadi iri aja," kesal Adinda.


"Makanya nikah kayak Mbak, kan enak ada yang nemenin bobok, ada yang nemenin jalan, bisa manja-manjaan!" ucap Ayunda membuat Guna tersenyum mendengar ucapan istrinya.


"Jadi ceritanya balas dendam nih sama Dinda?" kesal Adinda. Dulu ia sering mengejek Ayunda karena tidak memiliki pacar seperti dirinya.


"Mbak kan nggak niat ngejekin kamu, siapa coba yang maksa ikut kita pergi beli kedondong?" tanya Ayunda.


"Iya... iya... " kesal Adinda.


"Makanya jadi adik itu jangan durhaka, nggak mau cerita sama Mbak masalah kamu. Pakek rahasia-rahasiaan segala," kesal Ayunda.


"Nggak rahasia mbak, ini mau cerita," ucap Adinda.


"Din, rujaknya didekat mana?" tanya Guna.


"Itu Kak," ucap Adinda menujuk deretan gerobak yang tidak jauh dari Universitasnya. "Ini tempat ngemil Dinda kalau pulang dari kampus," jelas Adinda.


Guna menghentikan mobilnya dan ia kemudian membuka pintu untuk istrinya. sedangkan Adinda telah turun dan memesan rujak dan kedondong. Guna memegang tangan Ayunda dan mengajak Ayunda mendekati Adinda.


"Mbak, Mas. Dinda beli pempek dulu ya disana!" ucap Adinda.


"Iya sana nggak pakek lama!" ucap Ayunda.


Adinda melangkahkan kakinya mendekati gerobak pempek langgananya. Ia terkejut melihat seorang laki-laki yang ia kenal sedang makan di pecel lele yang berada disamping pempek yang mau ia beli. "Pak..." panggil Adinda saat mata tajam itu menatap Adinda dengan tajam. Candra adalah dosen S2nya dan Adinda kesal dengan Dosennya ini karena senyumnya sangat mahal. ia selalu menujukkam senyunnya, namun Dosennya ini mengabaikannya dan hanya mengangkatkan kedua alisnya.


"Iya," ucapnya.


Astaga orang pinter mah gitu... sombong banget... tumben jawab ya...


Adinda memesan makanan yang ingin ia beli. Ia penasaran karena sepertinya dosen gantengnya ini baru saja pulang dari kampus, karena penampilannya masih dengan kemeja dan celana dasar yang sering ia pakai. Guna dan Ayunda mendekati Adinda sambil membawa kantung kresek yang berisi rujak dan kedondong yang mereka beli.


Guna menatap seorang laki-laki yang ia kenal. ia kemudian melangkahkan kakinya mendekati laki-laki itu dan berdiri dihadapan laki-laki itu. "Apa kabar Om?" ucap Guna.