CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Kumpul keluarga


Ayunda, Guna, Oma Mawar, Elin, Ratna, Bagas, Ghavin, Gayatri dan Gia sampai di Hotel Sakura. Raka dan Adinda kemungkinan akan menyusul sore hari bersama Farhan, sedangkan Gemal saat ini sedang pergi ke Singapura.


Sesuai dengan namanya, hotel ini terdapat pohon sakura namun pohonnya memang tidak asli dan hanya sebagai hiasan agar suasana terlihat seperti di Jepang. Saat mereka masuk kedalam hotel, mereka akan disambut dengan karyawan hotel yang memakai pakaian tradisional Jepang. Karyawan perempuan memakai Yukata dan karyawan laki-laki memakai Haori.


"Selamat datang Nyonya dan Tuan!" ucap mereka tersenyum penuh hormat membuat Guna dan Ayunda tersenyum. Walaupun hotel ini bergaya jepang, tapi protokol penyambutan tamu harus menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan peraturan pihak manajemen hotel.


"Terimakasih," ucap Guna.


Gia, Elin, Ratna dan Oma Mawar juga takjub melihat kemewahan hotel ini. Mereka tidak menyangka jika Raka bisa membangun hotel ini dengan cepat tanpa mereka ketahui. Raka memang sosok pembisnis yang hebat. "Guna kamu yang mengelolah hotel ini?" tanya Oma Mawar penasaran.


"Kalau CEO utama perhotelan tetap Om Raka tapi direktur utama hotel ini Kalandra Oma," jelas Guna.


Sebenarnya Kalandra tidak mau menjadi direktur utama hotel Sakura, karena hotel ini sebentar lagi akan membuka cabang dibeberapa daerah dan Kalandra yang juga sibuk, pasti akan susah mengatur jadwalnya. Kalandra kalah saat mereka bermain game membuatnya harus relah menjadi direktur utama hotel ini.


"Wah hebat dia, hotel ini kayak beneran di Jepang. Oma kan belum pernah ke Jepang Guna dan tinggal dihotel ini Oma merasa benar-benar bukan di Indonesia," ucap Oma Mawar menatap dekorasi dan pemandangan disekelilingnya.


"Tuan, hmmm... maksud saya Pak Guna, kita akan menuju ruang pemilihan baju yang berada disana!" ucap manajer hotel ini. Manajer ini terkejut saat melihat kedatangan Guna berasama keluarga besarnya dan ia segera mendekati Guna, lalu melayani Guna secara langsung.


"Ayo kita ganti baju!" ajak Guna.


Mereka diantar menuju salah satu kamar bergaya jepang klasik dan saat pintu dibuka, terdapat beberapa karyawan lainnya yang siap melayani mereka secara terpisah. Laki-laki berada diruang sebelah kiri dan perempuan berada diruang sebelah kanan. Mereka mengganti pakaiannya dengan pakaian tradisional Jepang. Di hari pertama datang ke hotel ini, setiap tamu memang dimanjakan bak seorang tamu istimewa dan tamu hotel memang akan dilayani seperti itu. Tapi jika nanti mereka tidak mau memakai pakaian tradisional Jepang, mereka dipersilahkan untuk menggantinya nanti setelah acara minum teh.


Gia memilih memakai Yukata bewarna merah jambu bermotif bunga sedangkan Ayunda, Elin dan Ratna memakai kurotimesode pakaian yang diperuntukan untuk wanita yang sudah menikah. Ketiganya sengaja memakai pakaian itu karena direkomendasikan oleh karyawan hotel ini. Sebenarnya pakaian kurotomesode ini diperuntukan untuk acara formal jika di Jepang. Guna memakai hakama dan ia terlihat seperti para samurai membuat Ayunda menatap Guna sambil mengedipkan sebelah matanya seolah menggoda Guna.


"Mas mirip Samurai X Rurouni kensin mantan pacar Ayu di masa lalu," ucap Ayunda saat keduanya telah selesai memakai pakaiannya dan saling memuji penampilan mereka.


"Siapa dia?" tanya Guna sinis membuat Ayunda tersenyum karena suaminya terlihat cemburu.


"Kamu ini bikin Mas kesal aja Yu, Mas nggak suka kamu bicara tentang cowok lain didepan Mas Yu!" ucap Guna.


"Iya Papa sayang," goda Ayuda sambil memeluk lengan Guna dengan erat.


"Udah mesra-mesraannya, ayo kita keluar. Mami mau cicip tehnya!" ucap Elin karena mereka akan duduk disebuah ruangan yang akan menyediakan teh dan kue-kue khas jepang.


Guna mendorong kursi roda Om Mawar sedangkan mereka mengikuti Guna dan Oma mawat dari belakang. Guna memang mengajak kedua pengasuh anaknya, agar ia bisa bersantai bersama istrinya ketika kedua anak mereka telah tidur atau bermain dengan pengasuhnya. Karyawan hotel menggeser pintu dan disana telah hadir Kalandra yang telah memakai pakaian sama seperti Guna. Kalandra tersenyum menyambut kedatangan mereka. Kalandra segera mendekati Oma Mawar dan mengangkat tubuh Oma Mawar agar duduk dikursi empuk yang tadi ia duduki. Mereka semua duduk dilantai yang berlapiskan alas khusus dan Gia menatap Kalandra dengan tatapan berbeda ketika Kalandra terlihat sangat perhatian kepada Omanya.


"Hati-hati Gia, jatuh cinta nanti!" bisik Ayunda membuat wajah Gia memerah karena malu.


"Ih Mbak kenapa sih suka banget godain Gia!" kesal Gia.


"Loh itu mata kamu tidak bisa membohongi Mbak Gia. Matamu berbicara tentang dirinya!" ucap Ayunda menahan tawanya melihat raut wajah kesal Gia.


"Kak Guna, masa Mbak Ayu bilang kalau Kalandra ganteng banget. Jangan-jangan Mbak Ayu suka Kak sama Kalandra," ucap Gia membuat Guna menatap istrinya dengan tatapan menyelidik sedangkan Kalandra menatap kearah Gia dengan mengerutkan dahinya.


"Mas percaya?" tanya Ayunda. Guna menggelengkan kepalanya membuat Ayunda tersenyum manis.


"Nggak percaya, soalnya kamu bilang Mas itu laki-laki tertampan yang kamu kenal!" ucap Guna membuat Gia tersedak teh yang ia minum.


"Uhuk... uhuk... "


"Kenapa Gia?" tanya Elin.


"Keselek biji kendondong Mi," ucap Gia membuat mereka semua tertawa.