CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Otw kediaman Candrama


Adinda dan Raka akhirnya kembali pulang ke Kediamannnya dan itu membuat Ayunda merasa sepi karena biasanya ia dan Adinda selalu meributkan hal kecil. Ayunda memutuskan untuk mengunjungi rumah mertuanya karena ada Gia dan Vivian disana. Keadaan Oma Mawar masih belum mengalami kemajuan dan Elin setiap hari menunggu Oma Mawar sampai sore hari.


Ayunda melangkahkan kakinya masuk kedalam kediaman Elin dan Bagas sambil membawa rantang berisi makanan untuk Gia. Rumah ini tampak sepi dan Ayunda tersenyum saat beberapa maid menyapanya. Ia melihat Vivian yang sedang duduk didepan Tv sambil memakan cemilan diatas meja.


"Vian, Gia mana?" tanya Ayunda.


"Tadi bilangnya mau ke depan beli es krim," jelas Vivian. "Itu apa Mbak?" tanya Vivian.


"Makanan untuk kalian!" ucap Ayunda dan ia duduk disebelah Vivian.


"Vi, Gia ada curhat gitu nggak tentang Kalandra?" tanya Ayunda.


"Nggak ada Mbak, Gia sekarang lebih suka baca buku ketimbang cerita tentang sesuatu yang pribadi. Dia bilang dia mau tunjukkin kalau dia bukan anak manja dan cengeng. Dia mau mandiri gitu Mbak," jelas Vivian.


"Mami bilang sama Mbak kata Mami sebelum Om Hasan dan Tante Sani meninggal mereka berencana untuk menjodohkan Vivian dengan Kalandra seperti permintaan Oma Mawar," jelas Ayunda.


"Memang Gia setuju?" tanya Vivian.


Ayunda menggelengkan kepalanya "Sebaiknya jangan dipaksa Mbak, lebih baik menikah karena dicintai dari pada mencintai," ucap Vivian membuat Ayunda menatap Vivian dengan tatapan menggoda.


"Cinta itu tidak perlu kata-kata Vian, tapi dengan tindakan," ucap Ayunda membuat Vivian tersenyum.


"Wah... ini nih kebanyakan baca buku bucin," ejek Vivian.


"Hahaha terserah deh Vian mau bucin atau baper, Vian kamu kangen Dinda nggak sih?" tanya Ayunda.


"Dinda baru balik kerumahnya Mbak. Kalau ada Dinda Mbak berantem terus sama Dinda," ucap Vivian yang merasa aneh dengan sifat keduanya.


"Berantem kita itu karena sayang Vian. Dinda kan lucu kalau ngambek makanya kalau dulu Mbak sama Kak Alfa sering juga kerja sama ngerjain Dinda. Tapi Kak Alfa itu penghianat dan plin-plan. Dia juga mau diajak Dinda kerjasama ngerjain Mbak. Katanya biar impas gitu, karena Kak Alfa nggak mau pliih kasih antara Mbak dan Dinda. Nah... Mbak jadi kangen sama Mbak Karina dan Kak Alfa," ucap Ayunda mengingat masa lalu.


"Kita tunggu Gia dulu.. nah itu gia!" ucap Ayunda melihat Gia yang sedang mendekati mereka.


"Wah ada Mbak Ayu," ucap Gia.


"Nggak takut gendut makan es krim melulu?" goda Ayunda.


"Nggak Mbak, lagian Gia nggak mikirin penampilan lagi sekarang!" ucap Gia.


"Nanti kalau Kalandra suka sama cewek lain gimana?" goda Ayunda.


"Bagus kalau gitu," ucap Gia.


Aduh gimana mau nyampein ke Gia tentang keinginan orang tuanya. Ayu nggak tega Mi, Gia nggak suka sama Kalandra dan kata Masa Guna Kalandra sepertinya hanya menganggap Gia adiknya.


"Gi, siap-siap kita mau pergi ke rumah Kakek!" ucap Vivian.


"Kita kenapa nggak ke Rumah Sakit aja Mbak Vian, Mbak Ayu?" tanya Gia membuat Ayunda tersenyum.


"Mami nggak mau kamu sedih dan Mami bilang cukup Mami yang menemani Oma!" jelas Ayunda.


"Keadaan Oma baik-baik saja Kan Mbak?" tanya Gia.


"Alhamdulilah kondisi Oma sudah normal," ucap Ayunda. Karena Elin juga mengatakan padanya jika kondisi Oma Mawar saat ini dalam keadaan normal.


"Kalau gitu Mbak Ayu dan Mbak Vian izin dulu sama suami. Gia nggak mau dengerin salah satu dari mereka ngomel apalagi si Mr. Arogan!" ucap Gia.


"Iya Gia," ucap Ayunda dan diikuti anggukkan kepala Vivian yang menunjukkan senyum hangatnya kepada Gia.