
Raka memikirkan ucapan Adik tirinya. Ia menghela napasnya saat ingat bagaimana Maminya mengusirnya dulu ketika ia ingin bertemu Maminya saat itu. Membuat Raka merasa kecewa dan membenci wanita yang telah melahirkannya itu. Radina adik bungsunya saat itu masih didalam kandungan Mamanya. Radina adalah satu-satunya adik tiri perempuannya yang wajah cantiknya sangat mirip dengan Maminya.
Raka memang pernah mencari tahu sosok Radina. Radina adalah putri manja yang suka sekali berbelanja walau begitu Radina sangat cerdas hingga berhasil melompati beberapa kelas saat ia bersekolah. SMP hanya dilalui Radina dua tahun, begitu pun saat SMA. Di umur enam belas tahun Radina telah berkuliah di Universitas. Radina dan Adam masih berkuliah karena sampai saat ini Adam belum menyelesikan kuliah S2nya karena Akmal memintanya kembali membantunya di perusahaan keluarga mereka yang hampir bangkrut. Sebenarnya Raka menyayangi semua adik tirinya namun jika mengingat masalalu Raka kembali emosi karena rasa benci yang mendalam terhadap orang tua mereka baik itu Ayah tirinya dan juga Maminya.
Radina memang tidak di undang di pesta pernikahan Alfa tapi temannya Alana merupakan anak temannya Mamanya Alfa dan Radina meminta temannya untuk mengajaknya datang ke pesta pernikahan Alfa dan Karina. Radina pernah datang ke kantor Raka, tapi ia langsung diusir resepsionis karena mengaku adiknya Raka. Semua orang di hotel tahu jika Raka tidak memiliki adik, karena Farhan Candrama hanya memiliki dua orang anak laki-laki.
"Kak Raka ini Radina adik Kakak juga. Hmmm...Radina tahu mungkin Kakak nggak suka Radina dan Kakak-kakanya Radina tapi, Radina bingung kemana lagi Radina harus mengadu" ucap Radina sendu. Air matanya menetes dan itu membuat hati Raka tersentuh.
Raka menarik tangan Radina agar sedikit menjauh dari Gemal dan Guna yang saat ini berada didekatnya. "Kenapa kamu menemui saya?" tanya Raka dingin. Sebenarnya ia tidak ingin lagi mengetahui tentang kabar keluarga tirinya ini. Raka telah memberikan sejumlah uang kepada Adam untuk membantu Adam membayar hutang keluarganya. Tapi Raka masih enggan untuk menyelamatkan perusahan keluarga tirinya itu.
"Mama minta Radina untuk menikahi teman kuliah Radina Kak, Keluarganya orang kaya dan bisa membantu investasi diperusahaan Papi tapi, Radina nggak mau Kak" ucap Radina.
"Tapi itu urusan kamu dan bukan urusan saya!" ucap Raka dingin.
"Radina tahu Kakak membenci Radina tapi Kakak tahu siapa Mami kita, dia hanya suka uang dan memang selama ini Radina salah kak terlalu boros dengan uang tapi Radina menyesal kak!" ucap Radina.
"Pergilah, saya tidak mau ikut campur urusan keluarga kalian!" ucap Raka.
"Kak, Radina baru tujuh belas tahun" isak Radina membuat Raka meminta temannya Radina untuk segera membasa Radina pergi.
Raka mengehela napasnya mengingat pertemuan ia dan Radina tadi. Raka menatap keramaian pesta ini dengan gusar, karena jelas-jelas ia merasa kasihan pada sosok Radina. Raka menatap Adinda yang sedang duduk dimeja keluarga yang saat ini sedang memakan makanan dengan lahap. Ia melangkahkan kakinya mendekati Adinda. Raka duduk disamping Adinda "Siapa cewek tadi?" tanya Adinda. "Pacar baru?" tanya Adinda sinis.
"Menurut kamu?" tanya Raka.
"Hmmm... Nggak tahu deh, hari ini Dinda mau jadi orang yang sabar dulu menghadapi tingkah Om yang aneh!" ucap Adinda.
"Aneh? bukannya kamu yang selalu aneh?" ucap Raka membuat para sepupu mereka menahan tawanya melihat pasangan yang segera menikah ini.
"Udah ya Om hari ini kita jadi pasangan yang kalem aja dulu ya!" ucap Adinda.
"Mana bisa kalian itu kalem!" ucap Ayunda.
Raka memilih diam membuat Adinda dan Ayunda sedikit aneh dengan Raka. "Kanda buka dong mulutnya!" ucap Adinda membuat mereka semua tertawa namun Raka yang biasanya kesal hanya diam dan membuka mulutnya menuruti permintaan Adinda. Adinda memasukan sesendok makanannya yang ia suapkan kepada Raka.
"Nggak ada" ucap Raka.
Adinda menyipitkan matanya dan menatap Raka dengan kesal "Om itu nggak boleh main rahasiaan sama Dinda, Om!" ucap Adinda.
Raka memilih diam, sebenarnya hati kecilnya ingin sekali membantu Radina namun ia masih ragu. "Besok temanin saya kesuatu tempat!" ucap Raka.
"Oke bosku" ucap Adinda tersenyum.
Adinda bisa menduga sepertinya ada yang sedang dipikirkan Raka saat ini dan pikiran Raka berkaitan dengan kedatangan adiknya Raka. "Om mau ngajakin Dinda kencan?" bisik Adinda.
"Iya" ucap Raka singkat padat dan jelas.
"Om mau melamar Dinda?" tanya Adinda mengerjapkan kedua matanya.
"Jangan gr kamu!" bisik Raka membuat Adinda menyebikkan bibirnya.
Suara merdu terdengar membuat pandangan Adinda tertuju pada sosok Alfa yang sedang bernyanyi bersama Karina. "Ya ampun romantis banget, Om kalau kita nikah nanti jangan lupa nyanyiin lagu buat Dinda ya Om!" pinta Adinda.
"Nggak usah norak kamu Dinda!" ucap Adinda.
"Ini namanya bukan norak Om tapi romantis!" ucap Adinda.
"Saya nggak suka romantisan Dinda!" ucap Raka.
"Dinda suka diromantisin!" ucap Dinda kesal.
Kayaknya mana bisa kita nggak berdebat, Om Raka nggak mau ngalah sama gue.
"Ribut aja terus sampai pestanya kelar" ejek Ayunda membuat semuanya tertawa.
tbc...