
Tepat pukul delapan pesta dimulai, tamu undangan mulai berdatangan. Raka menggandeng lengan Adinda dan mengajak Adinda duduk bersama keluarga yang lain. Elin dan Aditya menyambut kedatangan para tamu undangan. Ayunda sejak tadi berada bersama Guna dan menemani Guna menyapa rekan bisnis keluarga mereka.
Semua tamu menatap kearah Brian yang datang bersama Radina, Lastri dan Adam. Sedangkan Akmal telah datang sejak tadi dan saat ini sedang berbincang dengan Farhan dan Gemal. Siapa yang tidak mengenal Brian, apalagi mereka yang berkecimpung didunia bisnis. Brian bukan hanya seorang pembisnis biasa tapi ia lebih terlihat seperti mafia karena memiliki banyak bodyguard hebat disampingnya.
"Mas tumben Brian nggak bawa bodyguard masuk kesini?" bisik Ayunda.
"Mau dihajar Om Raka dia bawa bodyguard masuk? ini acara keluarga dan untung saja dia hanya membawa Adil dan perawat nenek Lastri" ucap Guna.
"Radina sebentar lagi kayaknya bakalan melahirkan ya Mas, Kalau nanti anak Radina cewek pasti cantik banget ya Mas. Papa dan Mamanya aja cantik dan ganteng gitu" ucap Ayunda.
"Jangan coba-coba menjodohkan anaknya Brian sama Ghavin kalau anak nanti perempuan!" ucap Guna bisa menebak isi pikiran istrinya yang drama queen.
"Loh kenapa? kan kita kerabat jauh Mas sama Radina. Kalau Ghavin udah gede dan nikah sama anak mereka sah-sah aja Mas" ucap Ayunda.
"Brian itu menyebalkan dia itu pernah menculik kamu dan membuat kamu sakit karena memikirkan Adinda. Mau besanan sama orang gila? Mas nggak mau" ucap Guna sinis. Brian selalu menjadi saingan Guna dan mendapatkan gelar pengusaha muda yang paling sukses tahun kemarin dan juga tahun ini.
Brian mendekati Guna dan Ayunda. Sedangkan Adinda segera mendekati ibu mertuanya itu bersama Raka dan mengajak Lasrtri duduk ditempat khusus keluarga. Brian menarik tangan Radina agar mengikutinya mendekati Guna dan Ayunda. Brian menyunggingkan senyumannya saat melihat raut wajah kesal Gunadarma.
"Hai Pak Guna, apa kabar?" ucap Brian mengulurkan tangannya membuat Guna menyambut uluran tangan Brian.
"Baik" ucap Guna singkat.
Ayunda segera memeluk Radina dan tersenyum melihat Radinda yang tubuhnya semakin berisi tidak seperti kemarin terlihat kurus. "Wah Rumah kediaman Candrma sangat besar tapi tetap saja kalah dengan keunikan kastil milikku" ucap Brian seperti biasa menyombongkan dirinya dan bagi Guna itu sangat menyebalkan.
"Berapa banyak maid yang kalian miliki disini?" tanya Brian.
"Brian" tegur Radinda agar suaminya tidak membuat suasana menjadi panas akibat ucapan Brian yang sengaja ingin membiat lawan bicaranya itu kesal.
"Jangan membuat masalah!" ucap Radinda dan disetujui Adil yang berada disamping Radina.
"Kamu pikir saya ini biang masalah?" tanya Brian membuat mereka semua menganggukkan kepalanya termasuk Guna dan Ayunda membuat Brian terlihat kesal.
"Tuan sebaiknya jangan memancing keributan. Tidak enak dengan Tuan Farhan Candrama dan juga Tuan Raka Candrama" ucap Adil yang biasanya bisa menangkan hati Brian.
"Siapa juga yang ingin membuat masalah" ucap Brian.
Adinda mendekati mereka semua "Brian, Radinda dan Adil ayo duduk disana saja!" ajak Adinda mengedipkan matanya menatap Ayunda dan Guna karena ia tahu pasti sikap Brian yang menyebalkan membuat Guna kesal.
"Ya udah ayo, saya juga mau mencicipi makanan disini dan membandingkannya dengan restauran milik saya!" ucap Brian membuat Guna ingin sekali memukul wajah sombong Brian.
"Makanan Restauranmu pasti lebih enak, ayo kesana!" ucap Adinda.
"Hahaha kau memang benar-benar sahabatku Adinda. Kau tahu mana yang berkualitas dan hebat!" ucap Brian tersenyum membuat Ayunda dan Guna menahan tawanya.
Pantas saja Brian memperlakukan Adinda dengan baik bak sahabat karib ternyata Brian sebenarnya haus akan pujian kepada orang-orang yang ia anggap saingannya. "Adinda kapan kau datang mengunjungi hotel milikku, hotel miliku manajemennya lebih baik dari pada hotel milik suamimu!" ucap Brian.
"Wah... nanti aku ajak suamiku kesana agar banyak belajar darimu biar kecipratan sukses dan bertambah kaya raya!" ucap Adinda membuat Radina tersenyum karena Adinda ternyata tahu kelewmahan suaminya yang haus akan pujian orang yang ia anggap saingannya.
Raka menggandeng tangan Radinda dan mengajaknya duduk disebelah Mami mereka. Raka juga meminta Radina mencium tangan Oma Mawar dan Papinya Farhan Candrama. Suasana sangat meriah karena Farhan meminta beberapa penyanyi terkenal untuk menghibur mereka.
Saat ini mereka semua telah duduk bersama, Elin meniup lilin kue ulang tahun tujuh tingkat yang besar. Tatapan mata Mawar menatap Lastri dengan tajam membuat suasana terlihat mencekam namun Lastri menunjukkan senyum ramahnya membuat Mawar mengerutkan dahinya penasaran dengan perubahan sikap Lastri.