
"Masa si Vi? Emang Dinda anak kecil apa pakek ngompol segala," ucap Dinda namun ia merasakan tubuh bagian bawahnya basah.
"Om Raka," teriak Ayunda membuat Raka segera mendekati mereka.
"Ada apa?" tanya Raka.
"Bawa Adinda ke rumah sakit!" ucap Ayunda.
Wajah Adinda memucat karena ia panik membuat Radina mencoba menenangkan Adinda. "Mbak, tenang ya jangan panik!" ucap Radina. Ia pernah mengalami persalinan beberapa bulan yang lalu saat melahirkan putrinya.
"Aduh, kok sakitnya baru kerasa sekarang biasanya kan ada tanda-tadanya," ucap Adinda.
Raka melihat daster Adinda basah membuatnya segera menggendong Adinda "Gem, ke rumah sakit Gem!" teriak Raka.
Gemal segera menutup ponselnya yang sedang ia mainkan dan ia melihat Raka menuju teras sambil menggendong Adinda. Gemal berdiri dan segera mempercepat langkahnya mendekati Raka. Ia membuka pintu mobilnya dan meminta Raka untuk segera masuk kedalam mobil bersama Adinda.
Ratna dan Elin terkejut melihat Adinda yang sedang digendong Raka ia mengikuti mereka dari belakang "Mama ikut!" teriak Ratna dan ia segera naik ke dalam mobil. Ratna duduk tepat disamping Gemal yang saat ini telah duduk dikemudi.
Gemal menurunkan kaca mobilnya "Nanti kalian menyusul saja!" ucap Gemal membuat Guna dan Bagas menganggukkan kepalanya. Vivian segera masuk kedalam mobilnya diikuti Radina dan mengikuti mereka dari belakang. Sedangkan Ayunda dan Elin menyiapkan barang-barang yang akan dibawa ke rumah sakit.
Raka berada disamping Adinda dan ia melihat istrinya itu mencoba untuk tenang dan berusha untuk tidak menunjukkan kepanikannya "Kak posisikan tubuh Adinda agar terbaring dengan nyaman. Kakinya Din dibuka aja dan tubuh kamu bersandar didadak Om Raka!" pinta Gemal.
"Malu Gem nanti aja pas di rumah sakit!" ucap Adinda.
"Kamu ini dek malu sama siapa? sama suami kamu? Mama? apa Gemal?" kesal Ratna. Gemal yang sedang mengemudi terkekeh mendengar ucapan Ratna.
"Hehehe... Nggak usah malu, sudah biasa bagi gue Din melihat begituan," ucap Gemal membuat wajah Adinda memerah karena malu.
"Kak nggak ada dokter lain apa? yang cewek gitu!" kesal Adinda dan ia merasakan perutnya terasa sangat sakit. "Aduh, kok jadi sakit gini," lirih Adinda.
"Kamu tenang sayang," ucap Raka lembut.
"Saya ini salah satu dokter terbaik Dinda," ucap Gemal kesal.
"Aduh... Kak..." ringis Adinda yang mulai merasakan sakit yang sangat luar biasa.
"Gem cepat sedikit!" pinta Raka.
"Ayu sayang tenang ya nak, sebentar lagi kita sampai nak!" ucap Ratna.
"Mama maafin Dinda ya Ma kalau Dinda selalu membuat Mama kesal..." lirih Adinda.
"Dinda minta maaf Mama!" ucap Adinda lagi karena ia baru merasakan betapa sakit rasanya saat melahirkan. Mamanya pasti berjuang seperti dirinya saat melahirkannya dan kedua saudaranya.
"Mama maafin kamu nak," ucap Ratna agar Adinda sedikit tenang.
"huhuhu sakit banget," ucap Adinda mengelus perutnya.
"Ngebuatnya enakkan Din?" goda Gemal.
"Gemal," teriak Adinda.
"Nanti aja teriaknyanya!" ucap Gemal dan saat ini mereka masuk kedalam halaman rumah sakit.
Raka menyikap daster yang dipakai Adinda dan ia melihat kepala bayi telah terlihat. "Gem cepatan anakku udah mau keluar ini!" ucap Raka panik.
Gemal segera menghentikan mobilnya dan ia turun dari mobil. Ia meminta pertugas rumah sakit agar segera membawa Adinda keruang bersalin. Adinda saat ini didorong dan dibawa masuk ke ruang bersalin bersama Gemal.
"Kak Raka mana? Dinda mau ditemanin Kak Raka, Gem!" pinta Adinda.
"Sus minta suami pasien ini masuk!" ucap Gemal.
"Iya Dok," ucapnya segera keluar memanggil Raka.
Raka memakai pakaian khusus dan ia melangkahkan kakinya masuk kedalam ruangan bersalin. "Gem, suamiku mana?" lirih Adinda.
"Itu!" ucap Gemal.
Raka mendekati Adinda dan menggenggam tangan Adinda dengan erat. "Om kasih semangat sama Dinda!" ucap Gemal.
"Semangat sayang," ucap Raka dengan muka datarnya membuat Gemal terkekeh.
"Hehehe... mukanya nggak usah lempeng gitu!" ejek Gemal. "Ayo Din tarik nafas dan hembuskan perlahan!" pinta Gemal dan ia meminta Adinda melakukan hal yang sama. berulang-ulang.
"Sakit... " ucap Adinda.
Raka mencium dahi Adinda dengan lembut "Ayo sayang!" ucap Raka.
Adinda menarik napas panjang dan ia menghembuskan napasnya. Tiba-tiba terdengar suara tangis bayi yang saat ini telah berada ditangan Gemal. Raka menatap takjub bayi yang berlumuran darah yang saat ini menangis kencang. Raka kembali mencium dahi Adinda.
"Terimakasih sayang," bisik Raka.