CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Farhan Candrama


Hari ini Ayunda mulai bekerja seperti biasa. saat ini berada didalam mobil bersama Guna. tadinya ia menolak pergi bersama Guna tapi Guna memaksanya karena ia tidak ingin Ayunda pergi ke kantor dengan menggunakan taksi.


"Mas, ingat ya Mas nggak boleh dekat apalagi perhatian sama Vivian!" ucap Ayunda.


"Iya" ucap Guna.


Mereka sampai di lobi kantor, Ayunda turun bersama Guna dari mobil. beberapa orang menatap keduanya dengan tatapan terkejut. keduanya melangkahkan kakinya bersama masuk kedalam lobi. "Mas Ayu naik lift buat karyawan aja!" ucap Ayunda.


"Kenapa?" tanya Guna.


"Nggak enak sama yang lain!" jelas Ayunda.


Ting lift terbuka dan Ayunda masuk kedalam lift membuat Guna ikut masuk kedalam lift. Semua karyawan menatap Guna dengan tatapan terkejut dan mereka semua tersenyum canggung saat Guna menatap mereka. Ayunda terekejut melihat Guna yang saat ini memegang tangannya. Pintu lift terbuka membuat karyawan lainnya berpamitan dengan Guna dan segera keluar dari lift. Ayunda ingin melangkahkan kakinya keluar dari lift namun Guna menarik tangannya.


"Mas... " ucap Ayunda.


Guna terkekeh dan melepaskan tangan Ayunda, hingga Ayunda segera keluar dari lift dan melangkahkan kakinya dengan cepat. Ayunda menuju kubikelnya dan menghembuskan napasnya saat melihat teman-teman satu devisinya sedang menatapnya. Ratih bahkan hanya meliriknya sekilas dan kemudian segera melanjutkan pekerjaannya.


Tiba-tiba sosok Vivian muncuk dihadapan Ayunda. "Dasar wanita murahan!" teriak Vivian membuat Ayunda terkejut.


Ayunda berdiri dan plak... Vivian menampar pipi Ayunda membuat semua teman-teman satu Divis Ayunda terkejut. Ayunda menahan tangisnya dan ia menghembuskan napas kasarnya. "Apa maksud kamu mengatakan saya wanita murahan?" tanya Ayunda menatap Vivian dengan tatapan penuh amarah.


"Kau merebut tunanganku!" teriak Vivian dan ia mencoba kembali menampar Ayunda namun sebuah tangan tiba-tiba menarik tangan Vivian.


"Ibu Vivian saya rasa ini semua bisa dibicarakan dengan baik!" ucap Melan.


Ratih memegang lengan Ayunda agar memundurkan langkahnya. "Gara-gara kau aku kehilangan Kak Guna".


"Kak Guna menikahi kamu adalah pilihan yang bodoh dia akan kehilangan semuanya!" ucap Vivian.


"Aku tidak peduli dengan kamu yang akan membujuk Kakek dan mempeengaruhi kakek. Aku dan Mas Guna akan selalu bersama. seharusnya kau sadar aku adalah istrinya dan kau bukan siapa-siapa!" ucap Ayunda.


"Jadi... ini istri yang dibanggakan Guna?" ucap Candrama menatap cucu menatunya iru dengan tatapan tidak suka.


"Selama ini Vivian tidak pernah diperlakukan seperti ini Kek!" ucap Vivian.


Ayunda menunudukkan kepalanya dan bingung harus melakukan apa. yang ia hadapi saat ini adalah Candrama kakek mertuanya dan ia lebih memilih untuk diam tanpa harus membela diri.


"Tenang cu, Kakek tidak akan membuatmu bersedih!" ucapnya membuat Ayunda menahan air matanya.


"Bagi saya hanya Vivian satu-satunya yang berhak mendampingi Guna!" ucap Candrama. "Kamu jangan berhak menjadu nyonya Candrma Ayunda, Guna akan menuruti saya untuk meninggalkan kamu dan dia harus walaupun dengan memaksanya!" ucap Farhan Candrama.


Ayunda mengangkat wajahnya "Kenapa Kakek tidak bisa menerimaku? apa salahku hingga Kakek memperlakukanku begini!" ucap Ayunda malu karena Farhan Candrma mengatakan rasa tidak sukanya didepan teman-teman satu devisinya.


"Salah kau karena kau menghancurkan rencanaku! lagi-lagi Elin membuatku malu dengan menjadikanmu menantu. dia sengaja ingin membuatku kalah dan menghacurkan segala yang aku inginkan. merenggut putra kesayaangku dan sekarang sama seperti kau, kau merayu Guna pewarisku!" ucap Candrama.


"Kek, Vian nggak mau dia berada dikantor kita lagi Kek!" ucap Vivian membuat Ayunda menatap Farhan Candrama dengan tatapan nanar.


"Seperti yang kau dengar Vivian tidak ingin melihatmu!" ucap Farhan Candrama sinis.


tbc...