
Subuh sekitar pukul setengah lima suara ketukan pintu membuat Adinda membuka matanya, ia melihat Raka masih tertidur sambil memeluknya. Adinda mengambil ponsel Raka di nakas dan melihat jam. Adinda menggoyangkan lengan Raka namun suaminya itu terlihat sangat nyenyak tidurnya. Ia menatap Raka dengan sinis, wajar saja suaminya ini lelah, ia pun tidak ingat jam berapa tadi malam ia terlelap karena lelah.
"Kak bangun!" ucap Adinda membuat Raka membuka matanya dan melihat wajah cantik Adinda.
"Jam berapa?" tanya Raka dengan suara seraknya yang seksi membuat Adinda menepuk jidatnya karena mengagumi ketampanan Raka dipagi hari.
"Jam setengah lima dan ada yang ketuk pintu tuh!" ucap Adinda. Raka segera duduk dan bangun membuat wajah Adinda memerah karena Raka sama sekali tidak malu padanya.
Raka mengambil pakaiannya didalam lemari dan segera memakainya. Ia membuka pintu kamarnya dan melihat sosok Guna dan Alfa yang telah siap untuk sholat subuh berjamaah di mushola hotel. "Kita tunggu dibawah!" ucap Alfa. Ia tersenyum melihat Raka yang masih terlihat mengantuk.
"Kayaknya sampai subuh ya Om?" tanya Guna membuat Raka menatap Guna sinis.
"Kau juga begitu Guna jika tidak, kau tidak akan menitipkan Ghavin kepada Mbak Elin!" ucap Raka.
"Kita tunggu dibawah Om!" ucap Guna tersenyum membuat Raka mengangukan kepalanya.
Raka menutup pintunya dan segera masuk kedalam. Ia melihat Adinda yang masih terbaring diranjang. Raka mendekati Adinda dan mengelus kepala Adinda dengan lembut. "Jangan tidur lagi sudah subuh!" ucap Raka.
"Dinda masih ngantuk!" ucap Dinda.
Raka menggendong Adinda dan membawa Adinda masuk kedalam kamar mandi. Ia membaringkan Adinda kedalam bathup dan menghidupkan air didalam bathup. Adinda memperhatikan pergerakan Raka dengan wajah memerah karena malu.
Raka masuk kedalam ruangan kaca dan mandi dengan pancuran shower. Setelah selesai ia melilitkan handuk dipinggangya dan mendekati Adinda. "Jangan lama mandinya saya pergi sholat subuh dulu!" ucap Raka. Adinda menganggukkan kepalanya dan melihat punggung Raka keluar dari kamar mandi. Ia menghembuskan napas legah saat Raka telah keluar dari kamar mandi.
Gue kok jadi pemalu kayak gini sih...
Beberapa menit kemudian Adinda keluar dari bathup dengan pelan, ia membilas tubuhnya dishower dan kemudian segera memakai handuk ditubuhnya. Adinda keluar dari kamar dan Raka sepertinya telah pergi. Ia menghela napasnya karena kesal pakaiannya tidak ada. Adinda mengambil ponselnya dan menghubungi Ayunda.
"Assalamualikum mbak".
"Waalaikumsalam," ucap Ayunda.
"Mana koper Dinda?" tanya Adinda.
"Yang di Bali waktu Mbak ngambek? kan Dinda tahu kalau Mbak nggak langsung begini kayak Dinda!" ucap Adinda sinis membuat Ayunda kesal.
"Ambil dikamar Mbak kalau nggak koper kamu mbak buang!" kesal Ayunda.
"Nanti biar suami Dinda yang ambilin, dasar Mbak kunti jahat banget sama adik sendiri!" kesal Adinda, ia tidak mungkin keluar dengan handuk seperti ini atau kembali memakai baju Raka yang kebesaran dan dengan berani melewati koridor hotel. Adinda mengambil kaos Raka dan memakainya. ia kemudian mengambil mukena dan segera sholat.
Jam enam kurang Raka kembali dari masjid dan ia melihat Adinda yang saat ini kembali terbaring di ranjang sambil memainkan ponselnya. Adinda menatap Raka dengan wajah malu-malu membuatnya merasa bodoh karena bersikap seperti ini depan Raka.
"Kak, koper Dinda ada di Kamar Mbak Ayu," ucap Adinda.
Tanpa kata Raka segera kembali keluar setelah meletakan kopiah yang ia pakai membuat Adinda tersenyum. Beberapa menit kemudian Raka telah membawa koper milik Adinda masuk kedalam kamar dan segera mendekati Adinda.
"Saya baru tahu kalau kamu suka pakai celana dalam saya!" ucap Raka membuat Adinda melototkan matanya.
"Nggak, siapa juga yang suka pakai punyanya Kakak. Semalam itu keadaan darurat dari pada nggak pakek apa-apa!" kesal Adinda.
"Semalam dipakai hanya sebentar lain kali nggak usah pake apa-apa!" ucap Raka duduk disofa sambil memperhatikan Adinda.
"Wah maunya itu maunya kamu Kak. ini pasti idenya Kakak, iya kan? minta Mbak Ayu nyimpan koper Dinda dikamarnya" ucap Adinda sambil membuka kopernya dan mengambil pakaiannya. Adinda melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.
"Mau mandi lagi?" tanya Raka.
"Nggak mau ganti baju!" ucap Adinda galak membuat Raka menyunggingkan senyumannya.
"Ganti saja disini!" ucap Raka.
"No... enak saja!" kesal Adinda. Ia menutup pintu kamar mandi dengan kasar membuat Raka tersenyum karena istrinya ini sangat menggemaskan.
tbc...
jangan lupa vote dan like ya!