
Ayunda saat ini kembali pulang ke rumah orang tuanya karena beberapa hari lagi akan diadakan resepsi pernikahan Kakak sulungnya. Sebenarnya ia dan Guna telah bersepakat untuk tinggal menetap dirumah ini alih-alih membeli rumah yang baru. Guna juga sudah berencana merenovasi rumah ini agar terlihat lebih besar dan mewah. Sedangkan Gemal dan istrinya adik Guna yang akan tinggal bersama orang tua mereka.
Ayunda tertawa mengingat kejadian pagi tadi yang menghebokan seisi rumah karena rencana Raka yang ingin pernikahannya bersama Adinda dipercepat. Ayunda akhir-akhir ini merasakan perutnya sering keram, ia mencari keberadaan suaminya yang sejak tadi sepertinya sedang berbincang dengan para pria dikeluarganya.
Adinda yang baru saja kembali mengantar Raka ke depan terkejut melihat wajah pucat Ayunda yang sedang berjalan keluar dari kamarnya. "Mbak kok pucat banget?" tanya Adinda.
"Lagi nggak enak badan Din, perut Mbak keram" jelas Ayunda.
"Mbak duduk disini ya, Vian..." ucap Adinda membuat Vivian yang berada dikamar Adinda segera keluar.
"Kenapa Din?" tanya Vivian. Vivian terkejut melihat wajah Ayunda yang terlihat pucat. "Ya ampun Mbak" ucap Vivian segera mengambil tisu dan segelas air lalu memberikannya kepada Ayunda. Vivian menghapus keringat didahi Ayunda dengan tisu ditangannya.
"Dinda panggil Mas Guna ya!" lirih Ayunda.
"Iya Mbak" ucap Adinda ikut panik. Adinda melangkahkan kakinya dengan cepat mencari keberadaan Guna. Ia menuju taman tapi Kakak iparnya itu, tidak terlihat disana bersama para keluarganya yang lain.
"Bi Na, lihat Kak Guna?" tanya Adinda kepada salah seorang sanak saudaranya
"Tadi disamping Din lagi teleponan" ucap Bi Na.
Adinda mempercepat langkahnya dan segera mendekati Guna. "Kak, cepatan lihat Mbak Ayu!" ucap Adinda panik.
"Kenapa?" tanya Guna segera mematikan ponselnya sambil melangkahkan kakinya menuju lantai dua.
"Mbak Ayu kesakitan dan wajahnya pucat banget Kak!" ucap Adinda membuat Guna sangat khawatir.
Guna mempercepat langkahnya dan ia melihat Ayunda yang meringis kesakitan. "Mas sakit banget...hiks...hiks..." tangis Ayunda pecah saat melihat suaminya saat ini menatapnya dengan tatapan khawatir.
"Dinda bantuin Mas ambil kunci mobil Mas di dalam kamar!" pinta Guna.
"Iya Kak" ucap Adinda.
"Vian, bawakan beberapa baju Ayunda!" pinta Guna.
"Iya Kak" ucap Vivian mempercepat langkahnya.
Guna menggendong Ayunda "Kita ke rumah sakit ya!" ucap Guna.
"Hiks...hiks... iya Mas, Ayu takut dia kenapa-napa!" lirih Ayunda.
"Ayunda kesakitan Kak, saya mau membawanya ke rumah sakit!" jelas Alfa.
"Biar kakak yang bawa mobilnya!" ucap Alfa dan ia mengajak istrinya agar mengikuti mereka ke rumah sakit.
Adinda dan Vivian menyerahkan kunci mobil dan sebuat tas yang berisi pakaian Ayunda kepada Alfa. Guna masuk kedalam mobil bersama Ayunda. Ia mengelus rambut Ayunda dengan lembut dan mencoba menenangkan Ayunda yang saat ini terlihat sangat kesakitan. "Mas sakit sekali" lirih Ayunda
Alfa segera menghidupkan mesin mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. "Bang kita ke Rumah sakit Alexsansander saja!" ucap Karina.
"Iya" ucap Alfa.
Berapa menit kemudian mereka sampai di Rumah sakit Alexsander. Karina ternyata telah menghubungi sahabatnya Serena yang saat ini sedang dinas malam di Rumah sakit Alexsander. Guna segera membuka pintu mobil dan membaringkan Ayunda ke atas ranjang pasien.
"Mas ikut!" pinta Ayunda memegang lengan Guna karena ia takut Guna meninggalkannya.
"Iya" ucap Guna mengikuti suster dan ia juga mendorong ranjang Ayunda masuk kedalam UGD.
"Maaf Pak, sebaiknya Bapak tunggu diluar!" ucap suster.
"Sus biarkan suami saya ikut masuk!" pinta Ayunda.
"Maaf Bu, untuk sementaran ini suami Ibu harus menuggu diluar!" ucap Suster membuat Ayunda meneteskan air matanya.
Guna mendekati Ayunda dan mencium dahi Ayunda dengan lembut. "Mas nggak akan kemana-mana, kamu tenang ya!" ucap Guna.
Ayunda menganggukkan kepalanya dengan air mata yang menetes. "Percaya sama Mas kalau semuanya akan baik-baik saja!" ucap Guna tersenyum, ia menyembunyikan raut wajah kekhawatirannya agar Ayunda sedikit tenang. Ayunda menganggukkan kepalanya dan Guna segera keluar dari UGD.
Guna keluar dan duduk disamping Alfa sambil mengacak rambutnya. Alfa bisa melihat bagaimana khawatirnya Guna pada Ayunda. "Tenanglah Kakak yakin Ayu tidak akan apa-apa, yang saat ini bisa kita lakukan hanya berdoa semoga keduanya baik-baik saja!" ucap Alfa.
Saat ini Adinda, Ratna, Bagas dan Raka melangkahkan kakinya mendekati Guna dan Alfa. Ratna terlihat menangis karena mengkhawatirkan Ayunda. Guna mendekati ibu mertuanya dan memeluk ibu mertuanya dengan erat, ia mencoba menangkan ibu mertuanya itu sementara sebenarnya hatinya pun saat ini terasa sangat khawatir memikirkan istrinya yang masih berada didalam UGD.
tbc...
Makasi ya votenya 😍😍😍😍
aku lanjut lagi nih... tunggu ya lagi kubaca ulang dulu lanjutannya... terimakasih banyak.