
Raka meringis mendengar ucapan Ayunda, Banana menjadi satu hal yang harus ia lindungi dari tubuhnya saat ini karena sosok banana menjadi penting untuk kelangsungan hidupnya. Nasi telah menjadi bubur jika ia mundur dari pertempurannya agar Ayunda bisa membantunya menghubungi Adinda, percuma saja telinganya ia paksa untuk mendengar ocehan Ayunda sejak tadi.
"Om, sebenarnya cinta banget nggak sih sama Dinda? kalau kadarnya sedikit lebih baik nggak usah deh, Om putusin aja pertunangan Om sama Dinda. Dinda itu gampang banget dapat Awowok cakep!" ucap Ayunda. "Gem, buatin susu buat Ayu cepat ya, nggak pakek lama! nanti Ayu pertimbangkan buat telepon Vian!" ucap Ayunda.
"Om aja Yu yang buatin kamu susu, susu buat orang hamil kan yu?" ucap Raka.
"Nggak usah Om, kan Ayu mintanya Gemal!" ucap Ayunda sambil tersenyum menatap Farhan yang saat ini menahan tawanya.
"Kek, yang itu... Kek yang cewek pemain utamanya, dia itu penyanyi solo Kek. Suaranya bagus banget" puji Ayunda sambil menujuk drama korea yang dia tonton.
"Pantes cantik ya Yu, Yu Kakek jadi pengen juga ke Korea" ucap Farhan membuat Raka terkejut melihat tingkah Papinya. Coba saja dulu Vivian tidak bertingkah dingin seperti para lelaki dirumah ini, mungkin suasana rumah ini tidak akan suram.
"Kita pergi berempat kesana nanti kek!" ucap Ayunda.
"Iya Pi, Raka nanti juga temanin Papi ke Korea!" ucap Raka mencoba membujuk Farhan agar mau mendukungnya meminta Ayunda menghubungi Adinda.
"Nggak usah ya Om ikut-ikutan. Kita pergi berempat itu sama si dedek kalau udah lahir nanti, udah bisa jalan sekitar umur dua tahun. ya Kek!" ucap Ayunda.
"Iya makanya Kakek rajin minuman obat dan makan-makanan sehat biar bisa main sama cucu dan cicit kakek ya Yu" ucap Farhan.
"Iya Kek, Kakek harus strong ya Kek!" ucap Ayunda membuat Farhan tersenyum.
"Yu, pinjam ya telepon kamu!" ucap Raka.
"Nggak, batrenya mau habis!" ucap Ayunda.
"Nanti bisa diisi kan Yu!" ucap Raka.
Terdengar langkah kaki seseorang yang ternyata adalah Guna pulang dengan membawa beberapa kantong keresek ditangannya membuat Ayunda mempercepat langkahnya mendekati Guna suaminya. "Mas kok lama?" tanya Ayunda manja. Ia memeluk Guna dengan erat.
"Ada ada rapat mendadak" ucap Guna sambil mencium dahi istrinya itu dengan lembut. "Mas bawa makanan untuk kamu!" ucap Guna. Dua orang maid mengambil barang yang dibawa Guna.
"Tumben Om nonton tv juga sama Kakek?" tanya Guna. Ia kemudian melihat Gemal memberikan segelas susu pada Ayunda.
"Ini mbak" ucap Gemal.
"Makasi adiku sayang" goda Ayunda. Ia segera meminum susu yang diberikan Gemal padanya.
Guna memperhatikan tingkah adiknya dan juga Omnya. Ia merasa ada sesuatu hingga Raka dan Gemal bersikap manis pada istrinya. "Mbak gimana enakkan susunya?" ucap Gema tersenyum manis.
"Lumayanlah tapi harus tetap banyak belajar ya Gem. Kan kamu juga harus bisa buatin Vian susu kalau Vian hamil nanti!" ucap Ayunda.
"Iya Mbak!" ucap Gemal menggaruk kepalanya yang tidak gatal membuat Guna menahan tawanya.
Guna mengajak istrinya itu kembali duduk di sofa bersama Farhan, Raka dan diikuti Gemal yang kembali duduk disamping Raka. Guna memperhatikan tingkah Gemal dan Raka. "Yu..." panggil Raka.
"Apa Om?" tanya Ayunda.
"Om cerita dulu kenapa Adinda bisa marah sama Om?" tanya Ayunda. Raka menghela napasnya ia terlalu gengsi dan malu untuk menceritakan masalahnya kepada keluarganya.
"Mbak tolong kita dong telepon Vian dan Dinda juga!" pinta Gemal.
"Makanya Gem, jadi suami bisanya ngomel aja!" ejek Ayunda kesal. mengingat tingkah laku Gemal selama ini.
Guna mengerutkan dahinya dan ia sekarang bisa menebak jika Raka dan Gemal sedang bermasalah dengan para perempuan mereka. Jika ia berada diposisi Raka dan Gemal pastinya ia akan melakukan hal yang sama.
"Vivian dan Adinda nggak mau ngangkat ponsel mereka?" tanya Guna kepada Raka dan Gemal.
"Iya" ucap Raka dan Gemal berbarengan membuat Farhan kembali menahan tawanya dan ia berpura-pura tidak mendengar ucapan mereka. Farhan terlihat fokus menonton tv yang ada dihadapannya.
"Ayu kasih pinjam ponselnya!" ucap Guna menatap istrinya itu dengan datar.
"Kok Mas belain mereka sih Mas?" kesal Ayunda.
"Bukan membela, membantu saudara yang lagi kesusahaan itu adalah keharusan sayang!" ucap Guna lembut ia kemudian mengelus kepala Adinda. "Kalau jadi istri yang baik itu kan nurut sama suami, apalagi suaminya ngajarin yang baik gini!" ucap Guna membuat Raka dan Gemal menganggukkan kepalanya setuju dengan ucapan Guna.
"Oke, ini ponselnya!" ucap Adinda sambil menyebikkan bibirnya.
Guna mengambilnya dan ia segera menghubungi Vivian. "Kalau dikasih sama kalian langsung pasti langsung dimatiin ponselnya" jelas Guna.
Guna meletakan ponsel Ayunda dimeja dan meminta Ayunda yang berbicara kepada Vian "Halo Assalamualikum, Vian kok nggak jadi ke sini. Katanya mau nginap?" tanya Ayunda.
"Waalaikumsalam, Vian udah pulang ke rumah Mama Elin mbak" ucap Vivian membuat Gemal kesal. "Batrai Vian habis, ini baru di charger"
"Besok temenin Ayu belanja buat keperluan bayi Ayu ya Vian!" pinta Ayunda.
"Oke Mbak" ucap Vian.
"Assalamualaikum" ucap Ayunda
"Walaikumsalam".
Ayunda menatap sinis Gemal "Makanya Gem, jangan jahatin Vian, sana pulang Viannya disayang-sayang biar nggak beneran pergi jauh dari kamu Gem!" ucap Ayunda.
"Iya Mbak" ucap Gemal segera mendekati Farhan dan mencium pipi kanan dan pipi kiri Farhan membuat Farhan geram.
"Bocah edan" teriak Farhan. Gemal tertawa melihat kekesalan kakeknya dan ia segera melangkahkan kakinya keluar dari kediaman Candrama.
"Yu..." panggil Raka menatap Ayunda dengan tatapan dingin.
tbc...