CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Rencana pertemuan


Saat ini Adinda diajak Raka untuk mengikutinya ke Kantor sebelum keduanya akan menyusul keluarga besar mereka yang saat ini sedang berada di Hotel Sakura. Liburan singkat bersama keluarga menjadi hal yang paling menyenangkan bagi Adinda saat ini. Terlebih lagi ia belum pernah berkunjung ke Hotel Sakura yang kata suaminya ini hotel bergaya Jepang itu.


"Ngapain Kak kita ke Kantor Kak Guna?" tanya Adinda.


"Ada pertemuan dan kita harus kesana sekarang juga!!" ucap Raka.


"Terus nanti kita pulang lagi jemput Papi, Felisa dan Rayhan?" tanya Adinda.


"Iya, jam empat nanti baru kita ke hotel!" ucap Raka.


"Ngapain Kak, Dinda mesti ikut ke Kantor juga?" tanya Adinda penasaran membuat Raka menyunggingkan senyumannya.


"Nanti kamu juga akan tahu Bunda!" Raka mengelus rambut Adinda dengan lembut. Ia kemuidan merangkul bahu Adinda "Nanti pengasuh anak kita ikut juga biar kamu bisa ngasuh Kakak, Dinda!" ucap Raka membuat Adinda tertawa.


"Hahaha dasar om cabul suka banget godain adik ipar keponakannya," ucap Adinda membuat Raka tersenyum.


"Adik ipar keponakan yang jadi istri Raka dan teman boboknya Raka?" goda Raka membuat Adinda tersenyum dan ia kemudian memonyongkan bibirnya didepan Raka seolah ingin mencium Raka.


"Masih mau cium bibir monyong kayak gini?" ucap Adinda membuat Raka mengerutkan dahinya dan Ia kemudian mengecup bibir Adinda.


"Biarpun bentuknya seperti itu, Kakak masih suka cium kamu Dinda!" ucap Raka. "Kamu jangan mancing-mancing siang kayak gini! Nanti malam aja!" ucap Raka membuat Adinda menghela napasnya.


Suaminya ini memang tidak akan tahan dengan godaannya, terbukti saat ia datang kekantor Raka dan duduk dihadapan Raka, Raka tidak akan berkonsentrasi dengan pekerjaannya tapi malah memilih untuk menuda pekerjaannya dan mengajak Adinda menikmati kebersamaan mereka.


Raka menutup ponselnya dan tiba-tiba Adinda mengalungkan tangannya dan Kakinya ke tubuh Raka. Tangan Adinda berada dileher Raka sedangkan kaki Adinda berada di pinggang Raka. "Kamu mau Kakak gendong sampai ke mobil kayak gini?" tanha Raka.


"Hehehe... nggak, Dinda malu Kak kalau Felisa lihat nanti. Feli sekarang banyak tanya kemarin aja nanya sama Dinda, kenapa Ayah suka sekali tidur sama Bundanya sedangkan dia sama Reyhan punya kamar sendiri. Dia bilang kamu manja Kak, nggak bisa tidur sendiri hehehe..." kekeh Adinda membuat Raka mengelus kepala Adinda dengan lembut


"Tidur sama Bunda itu suatu hal yang wajib dilakukan Bunda, karena Ayah selalu kangen tiap hari sama Bunda!" goda Raka.


"Iya Dinda tahu, kalau makin hari Dinda makin cantik bagi Om Raka suamiku dan Ayah anak-anakku!" goda Adinda membuat Raka tersenyum.


Adinda turun dari gendongan Raka dan ia mengajak Raka melangkahkan kakinya keluar dari kamar mereka dan segera menuju garasi mobil. Raka masuk kedalam mobil besar sport miliknya bersama Adinda. Keduanya melajukan kecepatan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Guna juga sedang menuju kantor, sebenarnya pertemuanya akan diundur besok lusa, tapi mereka ternyata ingin pertemuan itu dilakukan sekarang juga. Yaudah akhirnya diputuskan untuk ketemu hari ini saja!" jelas Raka.


"Memangnya mau ketemu investor besar ya?" tanya Adinda penasaran.


"Kita itu yang investor mereka Dinda, mereka itu yang butuh bantuan kita!" ucap Raka membuat Adinda bisa menebak jika yang akan mereka temui nanti adalah orang dari Hartono grup.


Adinda tahu suaminya ini jika sedang marah, ia akan terlihat sangat kejam apalagi kepada orang-orang yang menyakiti hati keluarganya terlebih lagi itu adalah Felisa. "Kak apa yang akan kita temui ini adalah orang dari Hartono grup?" tanya Adinda.


"Menurut kamu siapa?" ucap Raka membuat Adinda kesal.