
Aksi diam Adinda kepada Raka masih Adinda lakukan. Sudah dua hari Raka sama sekali tidak menghubunginya dan Adinda merasa kesal. Namun ia menyembuyikan kekesalannya itu dengan sibuk membaca novel atau menonton drama korea dikamarnya. Baru dua hari serasa seperti sebulan itu yang saat ini ia pikirkan.
Adinda melihat Mamanya sedang sibuk didapur, membuatnya segera mendekati sang Mama dan melihat apa yang sedang dimasak Mamanya. "Ma lagi masak apa?" tanya Adinda.
"Lapis nanas, Dek" ucap Ratna. Ia mengamati putrinya dari atas kebawah dan kemudia terkekeh "Hehehe, jadi ngambeknya sama Raka sampai kapan?" goda Ratna. Malam tadi Guna dan Ayunda datang untuk makan malam bersama. Ayunda menceritakan kekonyolan Adinda kepada kedua orang tua mereka membuat Adinda kesal karena Raka ternyata menceritakan kemarahannya kepada Ayunda.
"Nantilah Ma kalau udah nggak kesal lagi!" ucap Adinda.
"Dek jangan kebiasan begitu, kasihan lo sama nak Raka. Dia itu butuh kamu diperusahaannya" ucap Ratna.
"Om Raka mana ada butuh Dinda Ma, dia itu punya sekretaris yang bisa bantuin dia. Dinda itu di perusahaan dan dikantor hanya jadi pajangan dia. Kerjaan Dinda aja nggak banyak. Si Om itu nggak mau Dinda keluyuran Ma" jelas Adinda.
"Itu berarti dia itu udah cinta benget sama kamu loh Din, makanya dia nggak mau kamu keluyuran sama cowok-cowok yang ingin mendekati kamu!" ucap Ratna sambil memasukkan adonan kedalam cetakan dan memanggangnya kedalam oven.
"Nggak tahu Ma, Om Raka itu kalau bahas cinta-cintaan mana mau, lagian dia itu belain si mak lampir lo Ma!" ucap Adinda. "Ini yang mau makan lapis siapa sih Ma? Kak Alfa?" tanya Adinda karena kue lapis nanas adalah kesukaan Alfa.
"Bukan ini Mama sengaja buatin lapis nanas buat calon menantu Mama yang sekarang lagi main game sama menantu Mama" jelas Ratna.
Adinda meronggoh ponselnya dan melihat jam menunjukkan pukul empat sore. "Tumben Kak Guna udah pulang" ucap Adinda.
"Raka juga udah pulang, Kakek Farhan sekarang lagi nginap di Rumah jeng Elin" ucap Ratna. "Udahan dek ngambeknya sama Raka nanti kamu nyesel lo kalau Raka nggak mau lagi sama kamu!" goda Ratna.
"Kalau hanya gara-gara ini dia nggak mau sama Dinda, berati cintanya dia itu nggak seluas samudra sama Dinda Ma!" ucap Adinda membuat Ayunda yang baru keluar dari kamarnya itu terkekeh.
"Hehehe... ada bocah ngambek" goda Ayunda.
"Mbak ngapain pulang ke rumah Dinda?" tanya Dinda kesal.
"Kangen Mama, ini rumah kamu? ngaca dek pakek kaca pembesar sana. Udah kesepakatan ini Rumah nanti jadi rumahnya Mbak. Soalnya Om Raka bilang sama mbak, kalian kalau udah nikah nanti kalian akan tinggal di rumahnya!" ucap Ayunda.
"Si Om mana punya rumah, yang ada hanya Apartemen" jelas Adinda.
"Mau sombong nih ya sama mbak, itu istana Kakek Farhan bakalan jadi tempat tinggal kalian. Mbak berdoa agar Om Raka nggak memecat pembantu kalian karena kesal sama tingkah laku kamu, jika itu terjadi kamu bakalan jadi satu-satunya pembantu yang membersihkan rumah seluas itu!" goda Ayunda.
"Siapa juga yang mau sombong!" ucap Adinda.
"Dinda ini antarkan kopi buat nak Raka dan nak Guna!" ucap Ratna.
"Dinda males ketemu Om!" ucap Adinda.
"Udah jangan kayak bocah sana antar!" ucap Ayunda menahan tawanya melihat kekesalan Adinda.
U**dah senang dua hari dia nggak gangguin gue, kenapa hari ini dia datang kesini?
Adinda melangkahkan kakinya membawa nampan berisi dua cangkir kopi menuju tempat Raka dan Guna yang saat ini sedang bermain game di taman belakang. Melihat kedatangan Adinda membuat Raka mengangkat sudut bibirnya dan menyiapkan amunisinya untuk membuat tunangannnya itu membuka suaranya.
Tanpa kata Adinda meletakkan kedua cangkir kopi itu ke atas meja "Makasi Dinda" ucap Guna.
"Sama-sama Kak" ucap Adinda.
"Jadi nggak bisu lagi nih?" goda Raka. "Suaranya udah ada dan lumayan merdu sih walau terdengar galak".
"Kak Guna bilang sama Raka ya Kak, jadi orang nggak usah songong!" ucap Adinda membuat Guna yang tadi sedang meminum kopinya tersedak.
"Uhuk... " ucap Guna, Ia menatap Adinda dan Raka yang saat ini saling menatap seolah menunjukkan kekuatan masing-masing.
"Kak Guna bilang sama dia, belain aja si Mak lampir itu dan nggak usah lagi sok baik sama Dinda!" ucap Adinda.
Guna menggaruk kepalanya "Om kata Adinda belain aja si Mak lampir dan nggak usah sok baik sama dia!" ucap Guna.
Raka mengangkat sudut bibirnya "Ka, bilang sama calon istri saya jangan ambekan nanti cepat tua!" ucap Raka.
tbc...
vote yang banyak biar aku rajin updatenya hari ini hehehe