CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Kebahagian keluarga Candrama


Acara makan malam keluarga sedang berlangsung, mereka semua makan dengan penuh canda dan tawa. Farhan dibantu Raka dan Aditya naik keatas panggung, saat pembawa acara meminta Farhan untuk menyampaikan beberapa kata. Farhan tersenyum bahagia karena semua keluarga saat ini sedang berkumpul, apalagi saat ini kedua putra kebanggannya berdiri gagah disampingnya.


"Assalamualaikum, selamat malam semuanya. Saya ucapkan terimakasih kepada semua keluarga dan para sahabat yang telah menyempatkan diri datang ke kediaman Candrama. Hari ini adalah hari yang paling membahagiakan, karena hari ini memperingati hari ulang tahun menantu saya Elin," ucap Farhan menatap Elin yang tersenyum melihat Farhan yang berada diatas panggung. "Elin telah memberikan kebahagian kepada putra sulung saya dan ia juga memberikan saya dua cucu laki-laki yang hebat dan juga tampan. Gunadrama Candrama dan juga Gemal Candrama. Seperti yang kalian ketahui, Aditya Candrama anak sulung saya berprofesi sebagai seorang Dokter dan Gemal putra bungsunya memilih menjadi seorang Dokter juga. Hanya Gunadarma Candrama cucu saya dan bersama putra bungsu saya, Raka Candrama yang menjalankan bisnis keluarga," ucap Farhan dengan mata yang berkaca-kaca karena haru melihat semua keluargannya hadir.


"Hari ini juga, saya ingin memberitahukan berita yang sangat membahagiakan saya. Menantu saya Adinda istri dari Raka Candrama sedang mengandung," ucap Farhan membuat semua orang terkejut, kecuali beberapa orang yang telah mengetahui berita bahagia ini.


Raka tersenyum melihat Adinda yang saat ini tersenyum padanya. Ratna dan juga Elin yang berdiri mendekati Adinda, lalu segera memeluk Adindanya. "Saya mohon doanya agar kehamilan dan proses melahirkan nanti bisa berjalan dengan lancar!" ucap Farhan. "Saya sangat bahagia karena dimasa tua saya, saya akhirnya mengerti jika keluarga adalah hal yang teramat penting bagi saya. Saya pernah melakukan kesalahan karena mengabaikannya dan membuat kedua putra saya, kehilangan ibu mereka," ucap Farhan mengingat bagaimana ia yang terlalu sibuk lupa, jika istri dan anaknya butuh perhatian.


Farhan telah melakukan kesalahan karena tidak mengetahui jika istri pertamanya sedang menderita, karena sakit dan ia melakukan hal yang sama dengan istri keduanya. Kesibukannya, membuatnya juga mengabaikan istri kedua hingga rumah tangga keduanya hancur dan putra bungsunya menjadi korbannya. Raka kesepian dan hidup tanpa kasih sayang seorang ibu.


Farhan memeluk Aditya dan membuat semuanya merasa haru. Raka mengambil alih pembicaraan. "Sekali lagi terimakasih semuanya, Assalamualikum," ucap Raka karena Farhan sepertinya tidak sanggup menutup sambutan singkatnya, karena saat ini Farhan sedang menangis dipelukan Aditya.


Ketiganya turun dari panggung dan Farhan saat ini duduk dihadapan para keluargannya dengan mata yang berkaca-kaca. Oma Mawar menghela napasnya, karena sejak tadi ia ingin berkomentar namun Gia dan Arjun menggelengkan kepalanya agar Oma Mawar tidak merusak suasana. Namun seperti biasanya, seorang Oma Mawar tidak akan mudah untuk menahan keinginannya untuk tidak berkomentar.


"Farhan, makanya dari dulu saya selalu menasehati kamu kalau cari istri kedua itu cari yang sayang keluarga jangan yang barbar. Apalagi sahabat anak sendiri dijadikan istri," ucap Oma Mawar membuat mereka semuanya menghela napasnya.


"Kalau jodoh tidak bisa ditolak Mawar. Lagian Lastri itu sebenarnya ibu yang baik," ucap Farhan.


Adinda memegang tangan Raka karena kemarahan Raka, hanya akan merusak suasan malam ini. Guna dan Gemal hanya bisa menatap Ayunda yang saat ini duduk disamping Oma Mawar dan meminta Ayunda agar membujuk Omanya. Ayunda memegang tangan Oma Mawar, membuat Oma Mawar memilih mengalihkan pembicaraan.


"Ayu Oma mau makan itu!" tunjuk Oma Mawar pada hidangan yang berada didekat Adinda.


Lastri mengerti karena perbuatannya selama ini, ia telah menyakiti semua keluarganya. Mungkin perubahaannya saat ini belum terlihat dan masih dianggap perempuan yang tidak memiliki hati. "Ibu, saya telah dihukum atas perbuatan saya Bu. Saya kehilangan cinta anak-anak saya dan juga suami saya. Suami kedua saya tidak seperti suami pertama saya yang walau sibuk dia bisa menghargai saya!" jelas Lastri. "Sekarang saya lumpuh dan tidak bisa berjalan tapi masih diberikan kesempatan untuk hidup dan melihat anak-anak saya serta cucu-cucu saya nanti. Saya berharap Ibu juga bisa memaafkan semua kesalahaan saya!" ucap Lastri membuat Raka dan yang lainya merasa legah, namun tidak dengan Brian yang terlihat kesal karena Oma Mawar telah membuat keluarganya merasa direndahkan.


"Jangan ikut campur urusan keluarga saya!" bisik Radina memperingatkan suaminya dan Brian memilih diam, saat mata Raka memintanya untuk mengikuti ucapan Radina.


Oma Mawar menghembuskan napasnya "Sudah masalalu nggak usah dibahas karena luka kita pun, sudah sembuh dan kita semua sudah memiliki kebahagian tersendiri. Kita saling memaafkan saja Lastri. Eh... ngomong-ngomong kamu janda dan Farhan duda, kenapa kalian tidak kembali menikah saja?" ucapan Oma Mawar membuat suasana yang tadinya sempat melegakan, menjadi tegang kembali.


"Ayo makan jangan bicara terus, perut udah lapar ini!" teriak Gemal mencoba mencairkan suasana.


Lastri dan Farhan hanya tersenyum mendengar ucapan Oma Mawar. Keduanya telah bersepakat,lebih baik status keduanya begini, untuk menjaga perasaan kedua keluarga besar mereka. Jodoh singkat keduanya adalah hal terindah karena mereka memiliki Raka. Bagi keduanya saat ini, yang paling penting bisa bersama anak-anak mereka dan bisa bermain dengan para cucu-cucu mereka.